Pilar Utama Membangun Masyarakat Mulia
Mewujudkan tatanan sosial yang harmonis dan religius tentu memerlukan bekal panduan yang jelas agar tidak salah arah. Namun, banyak orang yang beranggapan bahwa mempelajari agama secara mendalam hanya menjadi tugas para ulama saja. Padahal, pemahaman agama yang benar merupakan pondasi utama bagi setiap muslim dalam menjalankan roda kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kita perlu menyadari urgensi menuntut ilmu syar’i demi keselamatan di dunia dan akhirat kelak.
Kewajiban Individu bagi Setiap Muslim
Langkah awal untuk memperbaiki kualitas iman adalah dengan memahami bahwa belajar agama memiliki hukum wajib. Seseorang tidak mungkin dapat beribadah dengan benar tanpa mengetahui rukun, syarat, serta pembatal dari ibadah tersebut. Di samping itu, ilmu agama berperan sebagai perisai yang melindungi diri dari berbagai syubhat dan syahwat yang merusak. Akibatnya, masyarakat yang cerdas secara syar’i akan terhindar dari praktik kesyirikan serta bid’ah yang menyesatkan.
Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ memberikan penegasan mengenai kewajiban mulia ini:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (HR. Ibnu Majah no. 224, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 183).
Jalan Pintas Menuju Surga Allah
Selanjutnya, kita harus mengetahui bahwa aktivitas mendatangi majelis ilmu memiliki keutamaan yang sangat luar biasa. Allah ﷻ menjanjikan kemudahan jalan menuju surga bagi siapa saja yang melangkahkan kakinya untuk belajar agama. Selain mendapatkan pahala besar, para penuntut ilmu juga akan memperoleh ketenangan hati serta naungan rahmat dari para malaikat. Dengan demikian, waktu yang kita luangkan untuk belajar tidak akan pernah sia-sia di hadapan Sang Pencipta.
Abu Hurairah رضي الله عنه menceritakan sabda mulia Rasulullah ﷺ mengenai kemudahan jalan ini:
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Dan barangsiapa yang menempuh suatu jalan dalam rangka menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga (HR. Muslim no. 2699).
Tanda Kebaikan Seorang Hamba di Hadapan Allah
Di samping itu, ketertarikan seseorang terhadap ilmu syar’i merupakan indikator utama bahwa Allah ﷻ mencintai hamba tersebut. Ketika Allah ﷻ menginginkan kebaikan bagi seorang muslim, maka Dia akan memberikan kepahaman yang mendalam tentang urusan agamanya. Sebaliknya, berpaling dari majelis ilmu hanya akan membuat hati seseorang menjadi keras dan mudah terombang-ambing oleh zaman. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa memperbarui semangat belajar agar selalu berada di atas petunjuk-Nya.
Mu’awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنهما menyampaikan khutbah Rasulullah ﷺ yang sangat masyhur:
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memberikan kepahaman yang mendalam kepadanya dalam urusan agama (HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 1037).
Ilmu Mendahului Perkataan dan Perbuatan
Kemudian, prinsip utama yang harus kita pegang teguh adalah menempatkan ilmu sebelum mulai berbicara atau bertindak. Prinsip mulia ini mengajari kita agar tidak tergesa-gesa dalam menghukumi sesuatu tanpa adanya dalil yang shahih. Di dalam kehidupan sosial, bertindak tanpa ilmu sering kali memicu kesalahpahaman serta perpecahan di antara sesama muslim. Oleh karena itu, memiliki ilmu yang benar akan membimbing kita untuk selalu bersikap bijaksana, santun, dan proporsional.
Allah ﷻ memberikan arahan yang sangat jelas mengenai urgensi berilmu sebelum beramal:
فاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (Sesembahan) yang hak melainkan Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu (QS. Muhammad: 19).
Sebagai kesimpulan, memahami urgensi menuntut ilmu syar’i adalah modal utama untuk membangun kembali peradaban umat yang mulia. Langkah nyata ini tentu wajib kita mulai dari dalam rumah tangga dengan mengajak anak dan istri belajar bersama. Melalui konsistensi dalam menimba ilmu, kita berharap Allah ﷻ senantiasa menjaga keutuhan serta keberkahan di tengah masyarakat kita. Oleh sebab itu, mari kita terus melangkah menuju majelis-majelis ilmu demi meraih ridha Allah ﷻ yang agung.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



