Pergaulan di zaman sekarang semakin bebas. Di sekolah, kantor, hingga dunia maya, pria dan wanita sering bertemu tanpa batas yang jelas. Akibatnya, banyak hati yang terluka dan banyak kehormatan yang hilang.
Islam datang dengan aturan yang menjaga kedua pihak. Karena itu, mari kita pelajari adab pergaulan pria dan wanita berdasarkan dalil-dalil yang shahih.
Islam Memuliakan Pria dan Wanita
Aturan pergaulan dalam Islam bukan untuk mengekang. Sebaliknya, aturan ini melindungi kehormatan pria maupun wanita. Dengan batasan yang jelas, hati menjadi tenang dan hubungan sosial tetap terjaga.
Menjaga Pandangan
Perintah Allah ﷻ kepada Mukmin dan Mukminah
Pandangan adalah pintu pertama menuju fitnah. Oleh sebab itu, Allah ﷻ memerintahkan pria dan wanita untuk menjaganya. Allah ﷻ berfirman:
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ ﴿٣٠﴾ وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ
Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. An-Nur: 30) Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman agar mereka menahan pandangannya, memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa terlihat darinya. Hendaklah pula mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya. (QS. An-Nur: 31)
Bagaimana Jika Terlanjur Memandang?
Kadang pandangan jatuh begitu saja tanpa disengaja. Jarir bin Abdillah رضي الله عنه bertanya tentang hal ini kepada Nabi ﷺ:
عَنْ جَرِيرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنه قَالَ: سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ عَنْ نَظَرِ الْفَجْأَةِ، فَأَمَرَنِي أَنْ أَصْرِفَ بَصَرِي
Dari Jarir bin Abdillah رضي الله عنه, ia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang pandangan yang tiba-tiba (tanpa sengaja). Beliau pun memerintahkanku untuk memalingkan pandanganku. (HR. Muslim)
Jadi, kita tidak berdosa atas pandangan pertama yang tidak sengaja. Meski begitu, kita wajib segera memalingkan pandangan.
Menutup Aurat
Selain menjaga pandangan, wanita muslimah juga diperintahkan menutup auratnya. Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang beriman, agar mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka lebih mudah dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (QS. Al-Ahzab: 59)
Dengan demikian, busana yang menutup aurat adalah bentuk perlindungan, bukan beban.
Menjauhi Berduaan dan Sentuhan
Larangan Berduaan dengan Lawan Jenis
Berikutnya, Islam melarang pria dan wanita yang bukan mahram berduaan di tempat sepi. Hal ini karena setan mudah masuk di sana. Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ ﷺ يَقُولُ: لَا يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلَّا وَمَعَهَا ذُو مَحْرَمٍ، وَلَا تُسَافِرِ الْمَرْأَةُ إِلَّا مَعَ ذِي مَحْرَمٍ
Dari Ibnu Abbas رضي الله عنهما, ia mendengar Nabi ﷺ bersabda: Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, kecuali wanita itu disertai mahramnya. Janganlah pula seorang wanita bepergian, kecuali bersama mahramnya. (HR. Bukhari dan Muslim)
Larangan Bersentuhan
Tidak hanya itu, Islam juga melarang bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram. Ma’qil bin Yasar رضي الله عنه meriwayatkan:
عَنْ مَعْقِلِ بْنِ يَسَارٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ أَحَدِكُمْ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لَا تَحِلُّ لَهُ
Dari Ma’qil bin Yasar رضي الله عنه, ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Sungguh, jika kepala salah seorang di antara kalian tertusuk jarum besi, itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya. (HR. Ath-Thabrani, Syaikh Al-Albani menilainya shahih)
Perhatikan betapa kerasnya peringatan ini. Maka, jagalah tangan dari menyentuh lawan jenis yang bukan mahram, termasuk berjabat tangan.
Adab Ketika Ada Keperluan
Islam tidak melarang interaksi sama sekali. Ketika ada kebutuhan, seperti belajar, bekerja, atau berdagang, pria dan wanita boleh berinteraksi dengan adab berikut:
- Pertama, bicaralah seperlunya dengan bahasa yang sopan.
- Kedua, hindari bercanda berlebihan dan obrolan pribadi.
- Ketiga, luruskan niat dan jauhi tempat yang sepi.
- Keempat, batasi pertemuan hanya pada urusan yang penting.
- Terakhir, bawa urusan pernikahan kepada wali, bukan pacaran.
Hikmah Menjaga Adab Pergaulan
Menjaga adab pergaulan mendatangkan banyak kebaikan. Hati menjadi lebih tenang, sedangkan kehormatan diri tetap terjaga. Lebih dari itu, rumah tangga kelak berdiri di atas dasar yang suci.
Penutup
Pada akhirnya, adab pergaulan adalah bukti iman dan rasa malu kita kepada Allah ﷻ. Oleh karena itu, mari kita jaga pandangan, aurat, dan batas pergaulan. Semoga Allah ﷻ menjaga hati dan kehormatan kita semua.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


