Zhalim adalah dosa besar yang sering kita anggap sepele. Padahal, Allah ﷻ mengharamkannya atas diri-Nya dan melarang hamba-hamba-Nya melakukannya. Karena itu, setiap muslim perlu mengenal kezhaliman agar bisa menjauhinya. Mari kita pelajari bahaya zhalim dan cara menghindarinya menurut Al-Qur’an dan sunnah.
Makna Zhalim dalam Islam
Secara bahasa, zhalim berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Dengan kata lain, zhalim adalah melanggar hak, baik hak Allah ﷻ maupun hak manusia. Para ulama membagi kezhaliman menjadi tiga bentuk, yaitu zhalim kepada Allah ﷻ, zhalim kepada sesama, dan zhalim kepada diri sendiri.
Syirik adalah Kezhaliman Terbesar
Kezhaliman terbesar adalah syirik. Allah ﷻ berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, saat ia menasihatinya, “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah. Sesungguhnya syirik itu benar-benar kezhaliman yang besar.” (QS. Luqmān: 13)
Sebab itu, tauhid menjadi bekal utama untuk menjauhi semua bentuk kezhaliman.
Allah ﷻ Mengharamkan Kezhaliman
Selanjutnya, perhatikan hadits qudsi berikut. Abu Dzar رضي الله عنه meriwayatkan:
عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ ﷺ فِيمَا يَرْوِيهِ عَنْ رَبِّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى أَنَّهُ قَالَ: يَا عِبَادِي إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلَا تَظَالَمُوا
Abu Dzar رضي الله عنه meriwayatkan dari Nabi ﷺ, dari apa yang beliau riwayatkan dari Rabbnya Tabaraka wa Ta‘ala, bahwa Dia berfirman: “Wahai hamba-hamba-Ku, sungguh Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diri-Ku, dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi.” (HR. Muslim)
Allah ﷻ Maha Adil dan tidak pernah menzhalimi siapa pun. Oleh karena itu, kita lebih pantas menjauhi kezhaliman.
Kezhaliman Menjadi Kegelapan di Hari Kiamat
Di samping itu, Rasulullah ﷺ memperingatkan akibat zhalim di akhirat. Ibnu Umar رضي الله عنهما meriwayatkan:
عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: الظُّلْمُ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Ibnu Umar رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Kezhaliman adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Artinya, pelaku zhalim akan kebingungan dan tersesat di hari yang sangat membutuhkan cahaya.
Bentuk Kezhaliman dalam Kehidupan Sehari-hari
Kezhaliman tidak selalu berupa kekerasan. Misalnya, seseorang menunda membayar utang padahal mampu. Rasulullah ﷺ telah menegaskannya. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ
Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Menunda pembayaran utang oleh orang yang mampu adalah kezhaliman.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Selain itu, kezhaliman juga muncul dalam bentuk lain, seperti:
- mengambil harta orang lain tanpa hak,
- menggunjing dan memfitnah,
- memperlakukan karyawan atau pembantu dengan tidak adil,
- menguasai tanah atau warisan yang bukan haknya.
Akibat Buruk bagi Pelaku Zhalim
Meskipun hukuman terkadang tertunda, Allah ﷻ tidak pernah lalai. Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ الْأَبْصَارُ
Dan janganlah sekali-kali engkau mengira bahwa Allah lengah dari apa yang diperbuat orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah menangguhkan mereka sampai hari ketika mata terbelalak. (QS. Ibrāhīm: 42)
Orang yang Bangkrut di Akhirat
Lebih lanjut, Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ tentang orang yang benar-benar bangkrut:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا: الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ. فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ، وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا، وَقَذَفَ هَذَا، وَأَكَلَ مَالَ هَذَا، وَسَفَكَ دَمَ هَذَا، وَضَرَبَ هَذَا، فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ، فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ
Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bertanya, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut?” Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut di antara kami adalah yang tidak punya dirham dan harta benda.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa shalat, puasa, dan zakat. Namun, ia pernah mencaci ini, menuduh itu, memakan harta ini, menumpahkan darah itu, dan memukul yang lain. Maka kebaikannya diberikan kepada mereka satu per satu. Jika kebaikannya habis sebelum tuntutan itu lunas, dosa-dosa mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya, kemudian ia dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim)
Waspadai Doa Orang yang Terzhalimi
Selain hukuman di akhirat, doa orang yang terzhalimi juga sangat berbahaya. Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ لِمُعَاذٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حِينَ بَعَثَهُ إِلَى الْيَمَنِ: وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهَا لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
Ibnu Abbas رضي الله عنهما meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda kepada Mu‘adz رضي الله عنه ketika mengutusnya ke Yaman: “Takutlah terhadap doa orang yang terzhalimi, sebab tidak ada penghalang antara doa itu dan Allah.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Cara Menjauhi Kezhaliman
Lalu, bagaimana cara kita menjauhinya? Pertama, perkuat tauhid dan rasa takut kepada Allah ﷻ. Kedua, jaga lisan dan tangan dari menyakiti orang lain. Ketiga, tunaikan hak setiap orang tepat waktu. Terakhir, jika sudah terlanjur berbuat zhalim, segera bertaubat, kembalikan hak yang kita ambil, dan mintalah maaf kepada orang yang kita sakiti.
Penutup
Zhalim memang tampak kecil di dunia, tetapi akibatnya sangat berat di akhirat. Oleh karena itu, mari kita jaga diri dari menzhalimi siapa pun. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita hamba-hamba yang adil dan terhindar dari kezhaliman.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|
