Pilar Penting Selamatnya Kehidupan Dunia dan Akhirat

Lisan merupakan nikmat besar yang Allah ﷻ karuniakan kepada setiap hamba untuk berkomunikasi. Namun, banyak orang yang sering melupakan bahwa perkataan yang keluar dari mulut bisa menjadi sumber bencana. Tanpa adanya kontrol yang ketat, ucapan kita dapat merusak ikatan persaudaraan dan menghapus pahala amal sholeh. Oleh karena itu, kita perlu senantiasa menjaga lisan agar senantiasa mendatangkan keberkahan dan keselamatan hidup.

Pengawasan Malaikat terhadap Setiap Ucapan

Langkah pertama dalam membentengi lisan adalah dengan menyadari adanya pengawasan yang tiada henti. Setiap kata yang kita ucapkan, baik secara lisan maupun tulisan di media sosial, selalu tercatat secara rinci. Di samping itu, tidak ada satu pun perkataan yang luput dari pengamatan malaikat utusan Allah ﷻ. Akibatnya, menyadari kehadiran pengawas ini akan membuat seorang muslim lebih berhati-hati sebelum menyampaikan sesuatu.

Allah ﷻ mengingatkan kita semua dalam firman-Nya yang agung:

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS. Qaf: 18).

Berkata Baik atau Lebih Baik Diam

Selanjutnya, syariat Islam memberikan panduan yang sangat jelas dan praktis bagi setiap orang yang beriman. Ketika seseorang tidak mampu menyampaikan ucapan yang membawa kebaikan, maka diam menjadi pilihan yang paling aman. Selain mencegah diri dari dosa, sikap diam juga dapat menjaga suasana masyarakat tetap tenang dan kondusif. Oleh sebab itu, menimbang manfaat ucapan sebelum berbicara merupakan tanda keimanan yang sempurna.

Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda mengenai adab berbicara:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam (HR. Bukhari no. 6018 dan Muslim no. 47).

Bahaya Ghibah dan Namimah bagi Persatuan

Di samping itu, penyakit lisan yang paling sering merusak keharmonisian sosial adalah ghibah dan namimah. Menceritakan keburukan orang lain atau mengadu domba antar sesama dapat menyulut api permusuhan yang dahsyat. Meskipun ucapan tersebut terasa ringan di bibir, namun dampaknya di akhirat kelak sangatlah mengerikan bagi pelakunya. Oleh karena itu, kita wajib menjauhi kebiasaan buruk ini demi menjaga kesucian hati dan persaudaraan umat.

Hudzaifah bin Al-Yaman رضي الله عنه menceritakan peringatan tegas dari Rasulullah ﷺ:

لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ

Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba (HR. Bukhari no. 6056 dan Muslim no. 105).

Jaminan Surga bagi Orang yang Menjaga Kehormatan Lisan

Kemudian, kita harus mengetahui bahwa kemampuan mengendalikan lisan memiliki ganjaran yang sangat istimewa. Rasulullah ﷺ memberikan jaminan surga bagi siapa saja yang sanggup menjaga kebaikan lisannya dari perbuatan dosa. Jaminan mulia ini menunjukkan betapa berat sekaligus pentingnya perjuangan menundukkan hawa nafsu dalam berbicara. Oleh karena itu, mari kita jadikan lisan sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan, zikir, serta kedamaian.

Sahl bin Sa’ad رضي الله عنه menceritakan jaminan indah dari Rasulullah ﷺ:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang memberikan jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara dua tulang dagunya (lisan) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), niscaya aku jaminkan surga baginya (HR. Bukhari no. 6474).

Sebagai penutup, menjaga lisan merupakan kunci utama untuk meraih keselamatan di hadapan Allah ﷻ kelak. Langkah nyata ini tentu harus kita usahakan mulai dari sekarang dalam setiap percakapan harian. Melalui lisan yang terjaga, kita berharap kehidupan bermasyarakat senantiasa dipenuhi dengan kedamaian dan kasih sayang. Oleh sebab itu, mari kita gunakan lisan kita hanya untuk perkara yang mendatangkan ridha Allah ﷻ yang agung.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top