Mereka Yang Mengkhianati Amanah

Pengkhianatan terhadap kepercayaan publik sering kali mencederai rasa keadilan di tengah masyarakat. Sejatinya, para pejabat yang terjerat kasus hukum seharusnya menjalani masa hukuman secara adil tanpa fasilitas istimewa. Namun, realitas memprihatinkan seperti fasilitas kamar mewah di Penjara Cibinong menunjukkan masih lemahnya integritas penegakan hukum kita.

Realitas Fasilitas Mewah Bagi Nara Pidana Korupsi

Ketimpangan sosial kerap tampak nyata ketika narapidana kasus korupsi mendapatkan fasilitas istimewa di balik jeruji besi. Alih-alih merasakan efek jera, mereka justru menikmati kenyamanan layaknya tinggal di hotel berbintang. Padahal, penjara seharusnya menjadi tempat pembinaan yang setara bagi seluruh pelanggar hukum tanpa memandang status sosial.

Ancaman Berat Bagi Pengkhianat Amanah

Islam memandang bahwa jabatan dan kekuasaan adalah amanah besar yang kelak menuntut pertanggungjawaban mutlak di akhirat. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras kepada setiap penguasa yang mengkhianati rakyatnya. Dari Ma’qil bin Yasar رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرِعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلاَّ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

Tidaklah seorang hamba yang Allah serahi kepemimpinan atas rakyat, lalu ia meninggal pada hari meninggalnya dalam keadaan menipu (mengkhianati) rakyatnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga atasnya (HR. Bukhari dan Muslim).

Berdasarkan sabda beliau ini, kita menyadari bahwa kenikmatan duniawi yang diperoleh melalui kecurangan tidak akan menyelamatkan pelakunya dari siksa Allah ﷻ. Di samping itu, fasilitas mewah di dalam lapas tidak akan menghapus dosa pengkhianatan terhadap harta umat.

Kewajiban Berlaku Adil Tanpa Tebang Pilih

Sementara itu, hukum harus ditegakkan secara jujur dan adil tanpa memberikan keistimewaan kepada pihak tertentu. Allah ﷻ memerintahkan manusia agar selalu menjunjung tinggi keadilan dalam setiap keputusan. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ

Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil (QS. An-Nisa: 58).

Kemudian, ayat di atas menegaskan bahwa diskriminasi dalam penegakan hukum merupakan bentuk kezaliman yang merusak tatanan bangsa. Akhirnya, integritas para penegak hukum menjadi penentu utama dalam memberantas praktik suap fasilitas sel mewah. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa mengawal keadilan demi tegaknya marwah hukum di negeri ini.

Kesimpulan

Pada akhirnya, mereka yang mengkhianati amanah rakyat akan menghadapi pengadilan Allah ﷻ yang Maha Adil. Fasilitas mewah di penjara tidak akan mampu meringankan beban dosa di akhirat. Semoga Allah ﷻ membersihkan negeri ini dari segala bentuk praktik korupsi dan ketidakadilan.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top