Umat Islam saat ini sering kali menghadapi berbagai tantangan besar meskipun jumlah populasinya sangat banyak. Fenomena ini sebenarnya sudah Rasulullah ﷺ sampaikan sebagai bentuk peringatan bagi para pengikut beliau. Kelemahan umat bukan berasal dari sedikitnya jumlah personel, melainkan karena adanya penyakit hati yang sangat berbahaya. Artikel ini akan membahas tentang penyakit wahn yang dapat melumpuhkan semangat perjuangan dan kemuliaan seorang Muslim.
Mengenal Hakikat Penyakit Wahn
Rasulullah ﷺ pernah menggambarkan suatu kondisi di mana musuh-musuh Islam mengerumuni umat ini layaknya orang lapar yang mengerumuni hidangan. Ketika para sahabat bertanya tentang penyebab kondisi tersebut, beliau menjelaskan adanya penyakit wahn di dalam hati mereka. Dari Tsauban رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهْنُ قَالَ حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ
Hampir-hampir bangsa-bangsa memperebutkan kalian seperti orang-orang lapar memperebutkan hidangannya. Seseorang bertanya, “Apakah karena jumlah kami sedikit saat itu?” Beliau menjawab, “Bahkan kalian saat itu banyak, tetapi kalian seperti buih di lautan. Allah akan mencabut rasa takut dari hati musuh kalian terhadap kalian, dan Allah akan menanamkan wahn ke dalam hati kalian.” Seseorang bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah wahn itu?” Beliau menjawab, “Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 8183)
Definisi tersebut menunjukkan bahwa akar masalah terletak pada orientasi hidup yang terlalu condong kepada materi. Selanjutnya, rasa takut kehilangan kenikmatan dunia membuat seseorang enggan berkorban demi membela agama Allah ﷻ.
Dampak Cinta Dunia yang Berlebihan
Cinta dunia yang melampaui batas akan membutakan hati manusia dari tujuan utama penciptaannya. Manusia cenderung menghalalkan segala cara demi mendapatkan kemewahan dan jabatan yang bersifat sementara. Padahal, Allah ﷻ sudah menegaskan bahwa dunia hanyalah tempat persinggahan yang penuh tipu daya. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Ali ‘Imran: 185)
Ketika hati sudah terikat erat dengan harta, maka ketaatan kepada Allah ﷻ akan terasa sangat berat. Akibatnya, keberanian untuk menyuarakan kebenaran hilang karena takut posisi dunianya terancam oleh risiko yang ada. Oleh sebab itu, kita harus menyeimbangkan antara urusan dunia dan persiapan menghadapi hari akhirat kelak.
Strategi Mengobati Penyakit Wahn
Mengingat bahayanya penyakit ini bagi kejayaan umat, maka setiap Muslim perlu melakukan upaya penyembuhan secara konsisten. Antum dapat melakukan langkah-langkah batiniah agar hati tidak terjebak dalam perangkap cinta dunia. Berikut adalah beberapa solusi yang dapat kita terapkan:
-
Zikrul Maut: Memperbanyak mengingat kematian akan menghancurkan kelezatan maksiat dan menumbuhkan semangat ibadah.
-
Memperdalam Ilmu Tauhid: Memahami bahwa Allah ﷻ adalah pemilik segalanya membuat kita tidak terlalu bersedih atas kehilangan harta.
-
Hidup Sederhana: Melatih diri untuk tidak bermewah-mewahan agar hati tidak mudah bergantung pada fasilitas dunia.
-
Mengutamakan Akhirat: Menjadikan rida Allah ﷻ sebagai standar utama dalam setiap tindakan dan keputusan yang kita ambil.
Kesimpulannya, penyakit wahn merupakan musuh dalam selimut yang harus kita waspadai setiap saat. Dengan membersihkan hati dari cinta dunia, maka kewibawaan umat Islam akan kembali bersinar di mata dunia. Akhirnya, mari kita memohon kepada Allah ﷻ agar Dia memberikan keteguhan iman dan menjauhkan kita dari penyakit yang melemahkan ini.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

