Pendahuluan
Makan dan minum merupakan kebutuhan dasar manusia. Namun dalam Islam, aktivitas ini tidak sekadar memenuhi kebutuhan jasmani, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki adab dan tuntunan syariat. Dengan menjaga etika makan dan minum, seorang Muslim tidak hanya menjaga kesehatan, tetapi juga menumbuhkan rasa syukur, adab, dan ketundukan kepada Allah ﷻ.
Makan dan Minum sebagai Nikmat Allah
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا
“Wahai manusia, makanlah dari apa yang ada di bumi yang halal lagi baik.” (Al-Baqarah: 168)
Ayat ini menegaskan bahwa makanan dan minuman harus memenuhi dua unsur utama: halal dan thayyib (baik dan bermanfaat).
Allah ﷻ juga berfirman:
كُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan.” (Al-A‘rāf: 31)
Islam mengajarkan keseimbangan dan menjauhkan sikap berlebihan dalam makan dan minum.
Adab Sebelum Makan dan Minum
1. Memastikan Makanan dan Minuman Halal
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا
“Sesungguhnya Allah itu Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik.” (HR. Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه)
Makanan haram akan menghalangi keberkahan dan diterimanya amal.
2. Mencuci Tangan
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْبَرَكَةُ فِي الْوُضُوءِ قَبْلَ الطَّعَامِ
“Keberkahan terdapat pada mencuci tangan sebelum makan.” (HR. Abu Dawud; shahih menurut Al-Albani, dari Salman Al-Farisi رضي الله عنه)
3. Membaca Basmalah
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ
“Jika salah seorang di antara kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi; shahih menurut Al-Albani, dari Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما)
Menyebut nama Allah menjauhkan gangguan setan dari makanan.
Adab Saat Makan dan Minum
1. Makan dengan Tangan Kanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ
“Wahai anak, sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما)
2. Makan dari Bagian yang Dekat
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
“Dan makanlah dari bagian yang dekat denganmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما)
Ini mencerminkan adab, kesopanan, dan penghormatan kepada orang lain.
3. Tidak Mencela Makanan
Anas رضي الله عنه berkata:
مَا عَابَ النَّبِيُّ ﷺ طَعَامًا قَطُّ
“Rasulullah ﷺ tidak pernah mencela makanan sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Jika tidak menyukai, beliau meninggalkannya tanpa komentar buruk.
4. Makan Secukupnya dan Tidak Berlebihan
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنِهِ
“Tidak ada wadah yang lebih buruk diisi oleh manusia selain perutnya.” (HR. At-Tirmidzi; shahih menurut Al-Albani, dari Miqdad bin Ma‘dikarib رضي الله عنه)
Beliau ﷺ menjelaskan:
-
sepertiga untuk makanan
-
sepertiga untuk minuman
-
sepertiga untuk napas
5. Tidak Meniup Makanan atau Minuman
Rasulullah ﷺ bersabda:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ ﷺ أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الإِنَاءِ
“Rasulullah ﷺ melarang bernapas di dalam bejana.” (HR. Muslim, dari Abu Qatadah رضي الله عنه)
6. Minum dengan Duduk
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدُكُمْ قَائِمًا
“Janganlah salah seorang di antara kalian minum sambil berdiri.” (HR. Muslim, dari Anas رضي الله عنه)
7. Minum dengan Tiga Tegukan
Anas رضي الله عنه berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَتَنَفَّسُ فِي الشَّرَابِ ثَلَاثًا
“Rasulullah ﷺ bernapas saat minum sebanyak tiga kali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Adab Setelah Makan dan Minum
1. Mengucapkan Hamdalah
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَىٰ عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ
“Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang makan lalu memuji-Nya.” (HR. Muslim, dari Anas رضي الله عنه)
2. Tidak Menyisakan Makanan
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيَأْخُذْهَا
“Jika suapan salah seorang di antara kalian jatuh, hendaklah ia mengambilnya.” (HR. Muslim, dari Jabir رضي الله عنه)
Ini mengajarkan penghargaan terhadap nikmat.
3. Membersihkan Tempat Makan
Kebersihan adalah bagian dari iman dan mencerminkan akhlak mulia.
Etika Makan Bersama dan Jamuan
1. Mendahulukan Tamu
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه)
2. Tidak Makan Berlebihan di Rumah Orang
Adab ini menjaga perasaan tuan rumah dan menunjukkan kesantunan.
Kesimpulan
Etika makan dan minum dalam Islam mencakup adab sebelum, saat, dan setelah makan. Semua itu bertujuan menjaga kesehatan, menumbuhkan rasa syukur, serta menjadikan aktivitas sehari-hari bernilai ibadah. Dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ, seorang Muslim dapat meraih keberkahan dalam setiap suapan dan tegukan yang ia nikmati.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

