Ciri-ciri Pemimpin Yang Dirindukan

Kepemimpinan merupakan amanah yang sangat besar dalam ajaran Islam. Sejatinya, keberadaan seorang pemimpin yang adil dan penyayang menjadi dambaan setiap rakyat. Oleh karena itu, Islam memberikan panduan jernih mengenai kriteria pemimpin yang mampu mengayomi serta dicintai oleh rakyatnya.

Saling Mencintai dan Mendoakan Antara Pemimpin dan Rakyat

Pemimpin yang ideal akan senantiasa menjalin hubungan yang penuh kasih sayang dengan rakyatnya. Mereka tidak membendung jarak, melainkan menyebarkan ketenangan serta kedamaian. Dari Auf bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ memberikan gambaran tentang sosok pemimpin terbaik:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُحِبُّوَنَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمُ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ

Sebaik-baik pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian cintai dan mereka pun mencintai kalian, kalian mendoakan kebaikan untuk mereka dan mereka pun mendoakan kebaikan untuk kalian. Sedangkan seburuk-buruk pemimpin kalian adalah orang-orang yang kalian benci dan mereka pun membenci kalian, kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian (HR. Muslim).

Berdasarkan hadits di atas, kita dapat memahami bahwa indikator utama kepemimpinan yang sukses adalah lahirnya ikatan batin. Di samping itu, doa kebaikan yang saling terucap menjadi bukti nyata dari keharmonisan sebuah masyarakat.

Memiliki Sifat Lemah Lembut dan Memudahkan Rakyat

Selain itu, seorang pemimpin yang dirindukan senantiasa bersikap lembut dan tidak memberatkan orang-orang yang ia pimpin. Kepemimpinan yang keras hanya akan melahirkan jarak dan keengganan. Allah ﷻ menegaskan pentingnya sikap lemah lembut ini dalam Al-Qur’an:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu (QS. Ali ‘Imran: 159).

Selanjutnya, sikap mengasihi ini membawa keberkahan yang sangat besar bagi kelangsungan hidup bernegara. Maka dari itu, pemimpin sejati akan senantiasa mendengarkan aspirasi serta berusaha merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan.

Menegakkan Keadilan dan Menjauhi Kezaliman

Sementara itu, keadilan menjadi pilar utama yang tidak boleh runtuh dalam sebuah kepemimpinan. Seorang penguasa yang adil akan mendapatkan perlindungan istimewa dari Allah ﷻ di hari kiamat kelak. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ الإِمَامُ الْعَادِلُ

Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, salah satunya adalah pemimpin yang adil (HR. Bukhari dan Muslim).

Kemudian, keadilan ini mencakup pemenuhan hak-hak rakyat secara merata dan jujur. Akhirnya, kepemimpinan yang adil akan mendatangkan rasa aman serta kesejahteraan yang hakiki bagi seluruh warga. Oleh sebab itu, marilah kita senantiasa mendoakan para pemimpin agar selalu membimbing kita di atas ketaatan.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top