Ummu Haram binti Milhan رضي الله عنها

Ummu Haram binti Milhan: Syahidah Lautan yang Dirindukan

Ummu Haram binti Milhan Al-Anshariyyah رضي الله عنها merupakan salah satu sahabiyah mulia dari kaum Anshar yang memiliki kedekatan khusus dengan Rasulullah ﷺ. Beliau adalah saudari kandung dari Ummu Sulaim serta bibi dari Anas bin Malik رضي الله عنه. Nama beliau abadi dalam sejarah Islam sebagai wanita pertama yang bercita-cita dan berhasil mengikuti jihad melalui jalur laut.

Kedekatan Istimewa dengan Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ sering mengunjungi rumah Ummu Haram binti Milhan رضي الله عنها saat berada di Madinah. Beliau ﷺ terkadang singgah untuk menyantap hidangan atau sekadar beristirahat sejenak di kediaman tersebut. Hal ini menunjukkan betapa mulianya kedudukan keluarga Ummu Haram di mata Nabi ﷺ. Kedekatan ini merupakan anugerah besar yang patut kita syukuri sebagaimana firman Allah ﷻ:

ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ

Itulah karunia Allah, yang diberikan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar (Al-Jumu’ah: 4).

Cita-Cita Mulia Menjadi Syahidah Lautan

Suatu ketika, saat Rasulullah ﷺ tidur siang di rumah Ummu Haram, beliau tiba-tiba terbangun sambil tersenyum. Ummu Haram pun bertanya dengan penuh rasa penasaran tentang apa yang membuat beliau ﷺ tersenyum. Rasulullah ﷺ menceritakan bahwa beliau melihat sekelompok umatnya sedang mengarungi lautan untuk berjihad di jalan Allah ﷻ laksana raja-raja di atas singgasana.

Mendengar penuturan tersebut, Ummu Haram langsung memohon kepada Rasulullah ﷺ agar mendoakannya menjadi salah satu dari golongan tersebut. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira kepada Ummu Haram:

أَنْتِ مِنَ الأَوَّلِينَ

Engkau termasuk golongan yang pertama (HR. Bukhari dan Muslim).

Ternyata, doa ini menjadi janji yang sangat beliau nantikan sepanjang hidupnya. Beliau senantiasa memelihara semangat untuk mendapatkan kemuliaan syahid di jalan Allah ﷻ meskipun usia terus bertambah.

Terwujudnya Janji Kenabian di Pulau Siprus

Waktu terus berlalu hingga masa kekhalifahan Utsman bin Affan رضي الله عنه tiba. Pada masa ini, kaum Muslimin mulai membangun armada laut untuk pertama kalinya di bawah pimpinan Mu’awiyah bin Abi Sufyan رضي الله عنه. Ummu Haram yang saat itu sudah berusia lanjut tetap berangkat menyertai suaminya, ‘Ubadah bin Ash-Shamit رضي الله عنه, menuju wilayah Siprus.

Peristiwa ini menjadi ekspedisi laut pertama dalam sejarah umat Islam yang sangat heroik. Setelah armada mendarat di pantai Siprus, Ummu Haram terjatuh dari hewan tunggangannya dan wafat pada saat itu juga. Beliau meninggal dunia dalam keadaan syahid, persis seperti pengabaran Rasulullah ﷺ bertahun-tahun sebelumnya.

Teladan Keberanian bagi Wanita Muslimah

Kisah Ummu Haram binti Milhan رضي الله عنها memberikan pelajaran berharga bahwa tekad membela agama tidak mengenal batasan gender maupun usia. Semangat jihadnya yang terus membara hingga akhir hayat menjadi inspirasi besar bagi setiap Muslimah hari ini. Rasulullah ﷺ sendiri telah memberikan jaminan kemuliaan bagi setiap hamba yang keluar untuk berjihad.

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Nabi ﷺ bersabda:

تَضَمَّنَ اللَّهُ لِمَنْ خَرَجَ فِي سَبِيلِهِ لاَ يُخْرِجُهُ إِلاَّ جِهَادٌ فِي سَبِيلي وَإِيمَانٌ بِي وَتَصْدِيقٌ بِرُسُلِي فَهُوَ عَلَيَّ ضَامِنٌ أَنْ أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ

Allah menjamin bagi orang yang keluar di jalan-Nya, di mana tidak ada yang mendorongnya keluar kecuali jihad di jalan-Ku dan iman kepada-Ku serta membenarkan rasul-rasul-Ku, maka Aku menjamin untuk memasukkannya ke dalam surga (HR. Muslim).

Akhirnya, kisah syahidah lautan ini mengingatkan kita untuk selalu memiliki cita-cita yang tinggi dalam urusan akhirat. Jika kita jujur dengan keinginan kita untuk membela agama, maka Allah ﷻ akan memudahkan jalan menuju kemuliaan tersebut. Semoga kita semua mampu meneladani keteguhan hati Ummu Haram dalam menjaga keimanan dan semangat beramal saleh.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top