Menuntut ilmu agama merupakan kewajiban yang sangat mendasar bagi setiap Muslim di dunia ini. Karena dengan ilmu tersebut, seseorang dapat mengenal penciptanya dan menjalankan ibadah dengan cara yang benar. Tanpa pemahaman agama yang benar, amal ibadah seseorang berisiko tidak diterima karena tidak sesuai dengan syariat. Oleh sebab itu, setiap individu harus menyisihkan waktu untuk mempelajari dasar-dasar agama mereka setiap harinya.
Kewajiban yang Membawa Keberkahan
Allah ﷻ mewajibkan setiap hamba-Nya untuk belajar agar mereka tidak terjerumus ke dalam kesesatan hidup. Bahkan, Rasulullah ﷺ memberikan penekanan bahwa menuntut ilmu bukanlah sebuah pilihan, melainkan keharusan bagi seluruh umat Islam. Hal ini bertujuan agar kita semua memiliki landasan yang kokoh dalam berakidah dan berakhlak. Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim. (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Ibnu Majah no. 183)
Kewajiban ini mencakup ilmu-ilmu pokok seperti tauhid, tata cara shalat, hingga hukum muamalah dasar. Jika kita mengabaikan ilmu syar’i, maka hati akan menjadi gelap dan sulit membedakan antara yang benar dan yang salah. Karena itu, semangat belajar harus senantiasa dipupuk agar keberkahan menyelimuti sisa usia kita.
Derajat Tinggi Bagi Pemilik Ilmu
Allah ﷻ menjanjikan kemuliaan yang sangat besar bagi orang-orang yang memiliki semangat tinggi dalam tholabul ilmi. Orang yang berilmu tentu memiliki kedudukan yang berbeda di hadapan-Nya dibandingkan dengan orang yang tidak mengerti agama. Keutamaan ini bukan hanya berlaku di dunia saja, melainkan akan terus berlanjut hingga ke kehidupan akhirat kelak. Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. (QS. Al-Mujadilah: 11)
Ilmu agama akan menjaga pemiliknya dari fitnah syubhat yang bisa merusak keyakinan hati seseorang. Selain itu, ilmu juga menjadi warisan para Nabi yang paling berharga untuk umat manusia sejagat raya. Maka dari itu, jadilah bagian dari orang-orang yang dimuliakan Allah ﷻ dengan tekun mempelajari wahyu-Nya.
Jalan Pintas Menuju Surga
Salah satu motivasi terbesar bagi seorang penuntut ilmu adalah jaminan kemudahan akses menuju surga yang kekal abadi. Setiap langkah yang diayunkan menuju majelis ilmu akan dihitung sebagai tabungan pahala yang sangat besar di sisi Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ memberikan kabar gembira ini agar para pencari kebenaran tidak pernah merasa lelah. Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. (HR. Muslim no. 2699)
Kemudahan jalan menuju surga ini bisa bermakna luas, termasuk kemudahan dalam mendapatkan taufik untuk beramal shalih. Ketika seseorang mengetahui besarnya pahala suatu ibadah, ia akan lebih ringan dalam menjalankannya secara istikamah. Oleh karena itu, janganlah ragu untuk mengalokasikan tenaga dan pikiran demi mengejar ilmu syar’i.
Adab dalam Menuntut Ilmu Syar’i
Menuntut ilmu bukan sekadar mengumpulkan informasi di dalam otak, melainkan proses memperbaiki hati dan tingkah laku. Agar ilmu tersebut memberikan manfaat yang nyata, maka seorang santri harus memperhatikan adab-adab tertentu. Antum bisa mempraktikkan hal-hal berikut agar cahaya ilmu meresap ke dalam jiwa:
-
Ikhlas karena Allah ﷻ: Pastikan niat belajar hanya untuk menghilangkan kebodohan diri dan mencari rida-Nya semata.
-
Berdoa Memohon Pemahaman: Selalulah meminta tambahan ilmu yang bermanfaat agar tidak terjebak dalam kesia-siaan.
-
Menghormati Guru: Sikap rendah hati kepada pengajar merupakan kunci utama agar ilmu tersebut menjadi berkah.
-
Mengamalkan Ilmu: Ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tidak berbuah dan tidak memberi manfaat bagi lingkungan.
Semoga Allah ﷻ senantiasa memberikan kita kekuatan untuk terus belajar dan memahami syariat-Nya hingga akhir hayat kita.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

