Ibadah qurban merupakan salah satu momentum tahunan yang sangat berharga bagi umat Islam. Melalui ibadah ini, kita tidak hanya menjalankan perintah agama yang bersifat ritual semata. Namun, kita juga dapat menanamkan nilai-nilai sosial dan kepedulian yang tinggi di dalam keluarga. Oleh karena itu, mengajak seluruh anggota keluarga untuk terlibat dalam persiapan qurban menjadi langkah awal yang sangat baik.
Meneladani Ketaatan Nabi Ibrahim dan Ismail
Membahas tentang qurban tentu tidak bisa lepas dari kisah agung Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Ketaatan mereka yang luar biasa menjadi cermin bagi setiap keluarga Muslim dalam berserah diri kepada Allah ﷻ. Ketika seorang ayah mampu mendidik anaknya dengan tauhid yang murni, maka anak akan tumbuh menjadi pribadi yang taat.
Allah ﷻ mengabadikan dialog penuh keimanan antara ayah dan anak ini dalam Al-Qur’an:
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرَ ۖ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ash-Saffat: 102)
Selanjutnya, keteladanan inilah yang harus kita hadirkan kembali di tengah-tengah keluarga modern saat ini. Pengorbanan harta untuk membeli hewan qurban mengajarkan anak-anak bahwa ada hak orang lain dalam rezeki kita. Alhasil, sifat kikir dan egois akan terkikis dari dalam jiwa mereka secara perlahan.
Keutamaan Berqurban bagi Setiap Rumah Tangga
Ibadah qurban memiliki kedudukan yang sangat mulia dan mendatangkan pahala yang besar di sisi Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ sendiri senantiasa menjaga ibadah ini dan mencontohkannya secara langsung kepada para sahabat. Beliau ﷺ menyembelih hewan qurban yang terbaik sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan nikmat-Nya.
Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه, beliau menceritakan tentang qurban Nabi ﷺ:
ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا
Nabi ﷺ berqurban dengan dua ekor domba jantan yang berwarna putih kokoh dan bertanduk. Beliau menyembelih keduanya dengan tangan beliau sendiri sambil membaca basmalah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di atas leher domba tersebut. (HR. Bukhari dan Muslim)
Maka dari itu, melibatkan keluarga dalam menyaksikan atau mendistribusikan daging qurban akan menumbuhkan empati yang nyata. Anak-anak dapat melihat langsung kebahagiaan para fakir miskin saat menerima paket daging tersebut. Pengalaman spiritual ini akan membekas kuat dalam ingatan mereka hingga dewasa kelak.
Langkah Praktis Mengedukasi Anak Melalui Qurban
Lantas, bagaimana cara efektif untuk menumbuhkan kepedulian ini sejak dini di lingkungan rumah? Pertama-tama, buatlah tabungan khusus qurban keluarga yang melibatkan kontribusi menyisihkan uang saku anak-anak. Di samping itu, ajaklah mereka berdiskusi mengenai kriteria hewan qurban yang sehat dan sesuai syari’at.
Berikutnya, ajaklah anak-anak untuk ikut serta ke lokasi penyembelihan atau tempat pembagian jika situasinya memungkinkan. Pastikan pula kita memberikan penjelasan yang mudah mereka pahami tentang makna berbagi kepada sesama. Akhirnya, biasakanlah untuk selalu mendoakan para penerima qurban agar hubungan kasih sayang sesama Muslim semakin erat.
Semoga Allah ﷻ menerima ibadah qurban kita dan menjadikan keluarga kita sebagai hamba yang gemar berbagi. Amin.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



