Kasih sayang menjadi fondasi utama bagi kita untuk membangun rumah tangga yang harmonis serta penuh keberkahan. Tanpa adanya rasa kasih, sebuah rumah akan kehilangan kehangatan sehingga penghuninya merasa gersang. Oleh karena itu, Islam memandang kasih sayang sebagai nilai ibadah yang harus muncul dalam setiap sikap dan tutur kata. Allah ﷻ berfirman mengenai tujuan penciptaan pasangan manusia:
وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. (QS. Ar-Rum: 21).
Kasih Sayang Sebagai Wujud Rahmat Allah ﷻ
Islam mengajarkan bahwa kasih sayang merupakan rahmat yang Allah ﷻ tanamkan ke dalam sanubari manusia. Melalui sifat ini, setiap anggota keluarga dapat merasakan empati sehingga rumah menjadi tempat pulang yang paling menenangkan. Rasulullah ﷺ memberikan peringatan keras bagi mereka yang menutup pintu hatinya dari rasa sayang. Jarir bin Abdullah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
لَا يَرْحَمُ اللَّهُ مَنْ لَا يَرْحَمُ النَّاسَ
Allah tidak akan merahmati orang yang tidak menyayangi manusia. (HR. Bukhari no. 7376 dan Muslim no. 2319).
Teladan Kasih Sayang dalam Keluarga
Rasulullah ﷺ memberikan contoh nyata bagaimana cara memperlakukan keluarga dengan penuh kelembutan. Beliau sangat memperhatikan hal-hal kecil, seperti menjaga kebersihan demi kenyamanan istri. Aisyah رضي الله عنها menceritakan kebiasaan beliau melalui perkataannya:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ إِذَا دَخَلَ بَيْتَهُ بَدَأَ بِالسِّوَاكِ
Aisyah رضي الله عنها berkata: Apabila Rasulullah ﷺ masuk ke rumahnya, beliau memulai dengan bersiwak. (HR. Muslim no. 253).
Selain kepada istri, beliau juga sangat menyayangi anak-anak dan cucu beliau. Abu Hurairah رضي الله عنه mengisahkan sebuah peristiwa saat Rasulullah ﷺ mencium cucu beliau:
قَبَّلَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْحَسَنَ بْنَ عَلِيٍّ رضي الله عنهما وَعِنْدَهُ الْأَقْرَعُ بْنُ حَابِسٍ فَقَالَ إِنَّ لِي عَشَرَةً مِنَ الْوَدَلِ مَا قَبَّلْتُ مِنْهُمْ أَحَدًا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
Rasulullah ﷺ mencium Hasan bin Ali رضي الله عنهما sedangkan di dekat beliau ada Al-Aqra’ bin Habis. Lalu Al-Aqra’ berkata: Aku punya sepuluh anak, dan tidak pernah aku mencium seorang pun dari mereka. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi. (HR. Bukhari no. 5997 dan Muslim no. 2318).
Cara Menyemai Kasih Sayang di Rumah
Agar rumah tangga semakin berkah, kita perlu membiasakan diri untuk mengucapkan kata-kata lembut penuh doa. Kemudian, meluangkan waktu berkualitas bersama keluarga jauh lebih berharga daripada sekadar memberikan materi. Kita juga harus menumbuhkan sikap saling memaafkan agar tidak ada dendam yang menghalangi kebahagiaan bersama.
Selanjutnya, setiap anggota keluarga sebaiknya terbiasa untuk saling membantu dalam urusan rumah maupun urusan agama. Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda mengenai pertolongan Allah ﷻ:
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya. (HR. Muslim no. 2699).
Oleh karena itu, mari kita jadikan kasih sayang sebagai ruh dalam kehidupan keluarga kita setiap hari. Dengan menerapkan sunnah ini, rumah kita akan berubah menjadi taman surga yang penuh dengan ketenangan dan rahmat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

