Menjaga Keberkahan Kitab dan Alat Tulis
Ilmu syari merupakan cahaya yang Allah ﷻ titipkan kepada manusia melalui sarana-sarana pendukung. Dalam tradisi Islam, benda-benda seperti mushaf, kitab, dan alat tulis merupakan wasilah penting yang mengantarkan kita pada pemahaman. Oleh karena itu, menghargai setiap wasilah ilmu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari adab seorang penuntut ilmu.
Hakikat Menghargai Wasilah Ilmu
Menghargai wasilah ilmu berarti memperlakukan seluruh sarana belajar dengan penuh rasa hormat dan kehati-hatian. Sikap ini muncul dari rasa agung terhadap ilmu agama yang terkandung di dalamnya. Di samping itu, seorang muslim yang menghargai buku dan alat tulisnya akan lebih mudah menyerap keberkahan dari apa yang ia pelajari.
Allah ﷻ berfirman mengenai pentingnya mengagungkan simbol-simbol agama-Nya:
ذَٰلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj: 32).
Melalui ayat ini, kita dapat memahami bahwa merawat sarana ilmu merupakan cerminan ketakwaan di dalam hati.
Adab Memperlakukan Kitab dan Buku Agama
Selanjutnya, bentuk nyata dari menghargai wasilah ilmu adalah memposisikan kitab-kitab agama pada tempat yang mulia. Kita wajib meletakkan buku ilmu di lokasi yang bersih dan menjaganya dari bahaya kotoran. Selain itu, menyusun kitab dengan rapi tanpa menumpuk barang sembarangan di atasnya merupakan etika dasar yang harus kita jaga.
Para ulama salaf senantiasa memberikan teladan luhur dalam menjaga kehormatan catatan ilmu. Anas bin Malik رضي الله عنه mengisahkan betapa para sahabat sangat menjaga catatan dan wahyu yang mereka terima:
كَانَ كُتَّابُ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا جَلَسُوا بَيْنَ يَدَيْهِ كَتَبُوا الْوَحْيَ بِكُلِّ تَعْظِيمٍ وَحِرْصٍ
Para penulis Nabi ﷺ apabila duduk di hadapan beliau, mereka mencatat wahyu dengan penuh pengagungan dan kesungguhan. (HR. Bukhari).
Merawat Alat Tulis dan Catatan Ilmu
Kemudian, alat tulis seperti pena dan kertas juga memiliki peranan yang sangat vital dalam mengikat ilmu. Kita tidak boleh memperlakukan pena atau catatan dengan ceroboh, seperti membuangnya sembarangan atau mengotorinya tanpa alasan syari. Terlebih lagi, menjaga kebersihan lembaran ilmu akan memudahkan kita saat mengulangi pelajaran di kemudian hari.
Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه memberikan nasihat emas agar kita selalu mengikat ilmu melalui tulisan:
قَيِّدُوا الْعِلْمَ بِالْكِتَابِ
Ikatlah ilmu itu dengan tulisan. (HR. Al-Hakim, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Silsilah Ash-Shahihah).
Oleh sebab itu, merawat pena dan buku catatan berarti kita sedang menjaga ikatan ilmu tersebut agar tidak sirna.
Dampak Menghormati Sarana Belajar
Akhirnya, perlakuan yang baik terhadap wasilah ilmu akan melahirkan rasa cinta yang makin dalam terhadap proses belajar. Seseorang yang menghargai sarana ilmunya akan mendapatkan kemudahan dari Allah ﷻ dalam memahami pelajaran. Sebaliknya, sikap meremehkan buku dan alat tulis hanya akan mencabut keberkahan ilmu yang sedang dicari.
Sebagai penutup, mari kita meneliti kembali cara kita menyimpan kitab, buku, dan alat tulis di rumah. Kita rapikan dan kita muliakan seluruh wasilah tersebut demi mengharap keridhaan Allah ﷻ semata. Semoga Allah ﷻ senantiasa memberkahi setiap lembaran ilmu yang kita baca dan kita pelajari.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


