1. 📌 Profil Singkat Negara
• Nama Resmi: Republik Maladewa (Dhivehi Raajje)
• Lokasi: Samudera Hindia, sebelah barat daya Sri Lanka dan India
• Jumlah Penduduk (2024): ±540.000 jiwa
• Agama Mayoritas: Islam Sunni (100%)
• Bahasa Resmi: Dhivehi
• Ibu Kota: Malé
2. 🕌 Sejarah Masuknya Islam
Islam masuk ke Maladewa pada tahun 1153 M, setelah Raja Dhovemi Berubah agama dan mengislamkan negerinya. Menurut riwayat yang paling masyhur, Islam disebarkan oleh seorang dai dari Maroko bernama Abu al-Barakat al-Barbari. Konversi raja dan bangsawan menyebabkan Islam menjadi agama resmi negara, dan hingga kini menjadi satu-satunya agama yang diakui secara hukum.
3. 🌱 Perkembangan Islam dan Dakwah
Maladewa menjadikan Islam sebagai dasar negara, dan konstitusi mewajibkan semua warga negara menjadi Muslim. Hukum-hukum syariat diberlakukan dalam urusan pernikahan, warisan, dan moral publik. Namun, meningkatnya industri pariwisata barat telah membawa masuk budaya liberal dan sekular, terutama di pulau-pulau resort.
Lembaga keislaman lokal aktif mengembangkan dakwah dan pendidikan Islam, namun masih terbatas pada pendekatan tradisional. Dakwah Ahlus Sunnah mulai tumbuh, walau menghadapi tantangan internal berupa kelompok Sufi ekstrem dan pengaruh Barat.
4. 👤 Tokoh Muslim Terkenal dari Maladewa
Dr. Mohamed Shaheem Ali Saeed (lahir 1977) — Mantan Menteri Urusan Islam dan rektor Islamic University of Maldives, dikenal sebagai tokoh yang mendorong dakwah wasathiyah dan menolak pemikiran ekstrem.
Sheikh Ibrahim Rasheed (1965–2019) — Ulama Ahlus Sunnah yang aktif berdakwah dan menekankan pentingnya menjaga kemurnian akidah dari ajaran bid’ah dan takhayul.
5. 📊 Kondisi Muslim Saat Ini
• 100% Penduduk Muslim, namun kualitas keislaman tidak merata
• Islam menjadi syarat kewarganegaraan, dan murtad merupakan pelanggaran berat
• Tantangan utama berasal dari liberalisme wisata dan infiltrasi pemikiran sekuler
• Ada perbedaan antara kehidupan keislaman di ibu kota dan di pulau-pulau wisata yang lebih terbuka terhadap budaya asing
• Pendidikan Islam difasilitasi negara, namun perlu revitalisasi kurikulum agar sesuai manhaj salaf
6. ⚠️ Isu-Isu Strategis
• Sekularisme Wisata: Industri pariwisata mengundang gaya hidup barat dan menjadi ancaman besar terhadap moralitas umat
• Pengaruh Barat: Beberapa aktivis HAM lokal menuntut kebebasan beragama dan hak murtad, menantang fondasi Islam negara
• Syiah & Khawarij: Beberapa penyusupan pemikiran terjadi secara daring, meskipun pemerintah memblokir akses terbuka terhadap ajaran-ajaran menyimpang tersebut
• Islamofobia Global: Memberikan tekanan terhadap kebijakan pemerintah yang menjadikan Islam sebagai dasar konstitusi
7. 🤝 Peran Umat Islam Lokal dan Global
Umat Islam Maladewa berperan aktif di kawasan Asia Selatan dan organisasi OKI. Lembaga-lembaga internasional seperti Darul Ifta dan universitas Islam di Timur Tengah menjadi rujukan pendidikan tinggi bagi para pelajar Maladewa. Dukungan dari komunitas Muslim global sangat diperlukan untuk menghadirkan ulama-ulama lurus yang bermanhaj salaf dalam dakwah di negara ini.
8. 🌅 Potensi Perkembangan Islam ke Depan
Meski menghadapi tekanan budaya barat dari sektor wisata, Maladewa memiliki keunggulan geopolitik sebagai negara Muslim yang homogen secara agama. Penguatan manhaj salaf dan kaderisasi dai yang ilmiah dan lembut sangat dibutuhkan untuk menghadapi tantangan sekularisme dan mempertahankan keutuhan syariat Islam dalam kehidupan modern.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|