Bulan Dzulqa’dah termasuk dalam salah satu bulan haram yang memiliki kedudukan sangat istimewa di sisi Allah ﷻ. Sebagai bulan pembuka dalam rangkaian bulan-bulan haji, Dzulqa’dah menuntut kita untuk menjaga kesucian diri dengan sangat ekstra. Oleh karena itu, menjauhi segala bentuk kezaliman menjadi kewajiban yang jauh lebih berat bagi setiap Muslim selama bulan ini. Artikel ini akan mengupas mengapa syariat melarang keras perbuatan zalim pada waktu yang mulia tersebut.
Peringatan Allah ﷻ Terhadap Perbuatan Zalim
Allah ﷻ secara khusus memperingatkan hamba-Nya agar tidak menzalimi diri sendiri maupun orang lain selama bulan-bulan haram. Meskipun kezaliman terlarang di setiap waktu, namun melakukannya pada bulan Dzulqa’dah mendatangkan dosa yang jauh lebih besar. Hal ini menunjukkan bahwa kehormatan waktu sangat berpengaruh terhadap nilai sebuah perbuatan. Allah ﷻ berfirman:
مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
Di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya dirimu dalam bulan yang empat itu. (QS. At-Taubah: 36)
Ayat tersebut memberikan pesan yang kuat bahwa kita harus menahan hawa nafsu dari segala kemaksiatan. Di samping itu, menganiaya diri sendiri mencakup segala bentuk pengabaian terhadap perintah Allah ﷻ maupun melanggar larangan-Nya. Jadi, waspadalah agar kita tidak mengotori bulan yang suci ini dengan tindakan yang merugikan akhirat kita.
Mengapa Dosa di Bulan Haram Terasa Lebih Berat?
Para ulama menjelaskan bahwa kemuliaan tempat dan waktu akan melipatgandakan balasan atas setiap perbuatan yang manusia lakukan. Sebagaimana pahala ketaatan bertambah besar, maka demikian pula dengan ancaman hukuman bagi para pelaku dosa di bulan Dzulqa’dah. Dari Abu Bakrah رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ memberikan penegasan tentang kehormatan waktu ini:
إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا
Sesungguhnya darahmu, hartamu, dan kehormatanmu adalah haram bagimu, sebagaimana haramnya harimu ini, pada bulanmu ini, dan di negerimu ini. (HR. Bukhari no. 67 dan Muslim no. 1679)
Hadits tersebut mengisyaratkan bahwa menyakiti sesama Muslim merupakan kezaliman yang sangat besar dosanya. Oleh karena itu, kita harus menjaga lisan dan tangan agar tidak merusak kehormatan saudara seiman. Selanjutnya, kesadaran akan besarnya dosa ini seharusnya mendorong kita untuk lebih sering beristighfar dan bertaubat.
Bentuk-Bentuk Kezaliman yang Harus Kita Hindari
Terdapat banyak sekali jenis kezaliman yang sering kali manusia anggap remeh padahal dampaknya sangat mengerikan di akhirat. Antum perlu memperhatikan beberapa poin berikut agar terhindar dari jeratan dosa di bulan Dzulqa’dah ini:
-
Zalim kepada Allah: Melakukan kesyirikan atau meninggalkan kewajiban shalat lima waktu dengan sengaja.
-
Zalim kepada Sesama: Melakukan ghibah, fitnah, mengambil harta orang lain tanpa hak, hingga menyakiti perasaan mereka.
-
Zalim kepada Diri Sendiri: Menjerumuskan diri dalam kemaksiatan yang membuat hati semakin gelap dan jauh dari hidayah.
Selain menghindari hal-hal tersebut, kita juga sebaiknya mulai memperbanyak amal shalih sebagai penawar dari sisa dosa masa lalu. Akhirnya, semoga Allah ﷻ menjaga kita semua dari perilaku zalim selama bulan Dzulqa’dah dan bulan-bulan suci lainnya. Mari kita manfaatkan waktu ini untuk membersihkan hati dan menggapai rida-Nya dengan penuh ketulusan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

