Pengertian Khiyar
Secara bahasa, khiyār (الْخِيَار) berarti memilih. Dalam istilah fiqih, khiyar adalah hak bagi penjual atau pembeli untuk melanjutkan atau membatalkan akad jual beli, selama masih dalam kondisi yang ditentukan oleh syariat. Khiyar menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap hak pihak-pihak yang terlibat dalam transaksi agar tidak terjadi kezaliman atau penyesalan yang merugikan.
Khiyar Majlis
Khiyar majlis adalah hak memilih untuk meneruskan atau membatalkan jual beli selama kedua pihak masih berada di tempat akad dan belum berpisah.
Dari ʿAbdullāh bin ʿUmar رضي الله عنهما, Rasulullah ﷺ bersabda:
الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا، فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا
Penjual dan pembeli memiliki hak khiyar selama mereka belum berpisah. Jika keduanya jujur dan menjelaskan (kondisi barang), maka akan diberkahi jual beli mereka. Namun jika menyembunyikan dan berdusta, maka akan dihapuskan keberkahan jual beli mereka.
(HR. al-Bukhāri dan Muslim)
Khiyar Syarat
Khiyar syarat adalah khiyar berdasarkan kesepakatan kedua pihak untuk memberikan masa tenggang sebelum akad menjadi final. Contohnya, penjual berkata: “Saya jual barang ini tapi beri saya waktu berpikir tiga hari.” Jika disetujui, maka akad bisa dibatalkan selama jangka waktu tersebut.
Hal ini termasuk dalam kaidah:
الْمُسْلِمُونَ عَلَى شُرُوطِهِمْ
Kaum Muslimin terikat dengan syarat-syarat mereka. (HR. Abu Dāwud dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Khiyar Aib
Khiyar aib adalah hak untuk membatalkan akad jika ditemukan cacat atau aib pada barang setelah akad selesai, dan cacat tersebut tidak dijelaskan sebelumnya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
لَا يَحِلُّ لِأَحَدٍ أَنْ يَبِيعَ شَيْئًا إِلَّا بَيَّنَ مَا فِيهِ، وَلَا يَحِلُّ لِمَنْ عَلِمَ ذَلِكَ إِلَّا بَيَّنَهُ
Tidak halal bagi seseorang menjual suatu barang kecuali ia menjelaskan aib yang ada padanya. Dan tidak halal pula bagi orang yang mengetahuinya kecuali ia menjelaskannya. (HR. Ahmad dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al-Albani)
Khiyar Ru’yah (Melihat Barang)
Khiyar ru’yah adalah hak untuk membatalkan jual beli jika barang belum dilihat sebelumnya, kemudian setelah dilihat ternyata tidak sesuai harapan.
Hal ini didasarkan pada prinsip kejelasan dan keterbukaan dalam akad:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَوْفُوا بِالْعُقُودِ
Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu (QS. Al-Mā’idah: 1)
Namun akad yang dilakukan dalam kondisi belum melihat barang, termasuk jual beli yang mengandung gharar bila tidak dijelaskan.
Dampak Khiyar terhadap Keabsahan Akad
Keberadaan khiyar tidak membatalkan sahnya akad, namun memberikan pilihan kepada pihak terkait untuk melanjutkan atau membatalkannya selama dalam masa khiyar. Apabila masa khiyar telah selesai dan tidak ada pembatalan, maka akad menjadi mengikat dan tidak bisa dibatalkan secara sepihak kecuali dengan rida kedua belah pihak.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|