Uzbekistan — Tanah Imam Bukhari dan Pusat Dakwah Ahlus Sunnah Masa Silam

1. 📌 Profil Singkat Negara

Nama Resmi: Republik Uzbekistan
Lokasi: Asia Tengah, berbatasan dengan Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, Afghanistan, dan Turkmenistan
Jumlah Penduduk (2024): ±36 juta jiwa
Agama Mayoritas: Islam Sunni (sekitar 88%)
Bahasa Resmi: Uzbek
Ibu Kota: Tashkent


2. 🕌 Sejarah Masuknya Islam

Islam masuk ke Uzbekistan pada abad ke-8 M melalui penaklukan wilayah oleh pasukan Dinasti Umayyah. Kawasan Transoxiana—yang kini menjadi wilayah Uzbekistan—kemudian berkembang menjadi pusat peradaban Islam besar, melahirkan banyak ulama besar dan madrasah ternama. Islam tumbuh pesat dan berakar kuat dalam masyarakat sejak abad-abad awal Hijriah.


3. 🌱 Perkembangan Islam dan Dakwah

Pada masa Dinasti Samaniah dan selanjutnya Dinasti Timurid, Islam mencapai puncak kejayaan di wilayah ini. Kota-kota seperti Bukhara, Samarkand, dan Khiva menjadi pusat dakwah, pendidikan, dan ilmu pengetahuan Islam yang dihormati dunia.

Namun, pada masa Uni Soviet, praktik agama ditekan dan dikontrol ketat. Masjid, madrasah, dan aktivitas dakwah ditutup paksa. Pasca-kemerdekaan (1991), kebebasan beragama mulai dipulihkan perlahan, meski masih dalam pengawasan ketat. Saat ini, dakwah kembali berkembang, termasuk dakwah manhaj salaf meski dihadang tantangan birokratis.


4. 👤 Tokoh Muslim Terkenal dari Uzbekistan

Imam Muhammad bin Ismail Al-Bukhari (194–256 H / 810–870 M) — Ulama besar Ahlus Sunnah, penulis Shahih al-Bukhari, kitab paling sahih setelah Al-Qur’an. Beliau lahir di Bukhara dan menuntut ilmu di berbagai negeri Islam.
Imam Abu Manshur Al-Maturidi (w. 333 H) — Meskipun aqidahnya berbeda dari Salaf, dikenal sebagai tokoh pemikiran teologis. Namun, yang perlu dikedepankan adalah tokoh salaf sejati seperti Imam Bukhari.
Ulama lokal kontemporer yang meniti jejak manhaj salaf kini mulai tumbuh, meskipun belum banyak dikenal secara global karena keterbatasan kebebasan ekspresi keagamaan.


5. 📊 Kondisi Muslim Saat Ini

• Umat Islam merupakan mayoritas, namun kehidupan beragama masih dibatasi oleh pemerintah
• Aktivitas keislaman—seperti ceramah dan pembukaan madrasah—harus melalui persetujuan negara
• Generasi muda menunjukkan ketertarikan terhadap Islam, terutama lewat media sosial dan kajian daring
• Tantangan utama: keterbatasan dai sunnah, pengawasan ketat, dan kurikulum Islam yang didominasi sejarah sufistik dan pemikiran rasionalis


6. ⚠️ Isu-Isu Strategis

Sekularisme Warisan Soviet: Pemerintah masih mengadopsi kebijakan kontrol terhadap dakwah dan pendidikan Islam
Islamofobia Politik: Kekhawatiran terhadap ekstremisme membuat negara membatasi gerakan Islam independen
Pengaruh Syi’ah dan Khawarij: Masuk secara terselubung melalui media daring dan jaringan internasional
Perjuangan Ulama Sunnah: Mereka perlu menyampaikan dakwah secara hikmah dan bertahap di tengah keterbatasan hukum dan sosial


7. 🤝 Peran Umat Islam Lokal dan Global

Komunitas Muslim Uzbekistan aktif membangun kembali madrasah, masjid, dan program pendidikan Islam. Dukungan umat Islam global sangat dibutuhkan, terutama dalam bentuk beasiswa, literatur Ahlus Sunnah, dan pembinaan dai. Kerjasama dengan lembaga dakwah internasional penting untuk memperkuat aqidah umat dan membendung pemikiran menyimpang.


8. 🌅 Potensi Perkembangan Islam ke Depan

Uzbekistan memiliki fondasi sejarah yang sangat kuat dalam Islam. Semangat keagamaan masyarakatnya tumbuh kembali. Jika disertai penguatan dakwah sunnah dan pembebasan dari tekanan sekuler, Uzbekistan berpotensi kembali menjadi pusat ilmu dan dakwah Ahlus Sunnah di Asia Tengah.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top