1. 📌 Profil Singkat Negara
• Nama Resmi: Republik Tajikistan
• Lokasi: Asia Tengah, berbatasan dengan Afghanistan, Uzbekistan, Kirgizstan, dan Tiongkok
• Luas Wilayah: ±143.100 km²
• Jumlah Penduduk (2024): ±10 juta jiwa
• Agama Mayoritas: Islam Sunni (sekitar 95%)
• Bahasa Resmi: Tajik
• Ibu Kota: Dushanbe
2. 🕌 Sejarah Masuknya Islam
Islam masuk ke wilayah Tajikistan sejak abad ke-8 M ketika pasukan Umayyah menaklukkan wilayah Transoxiana. Islam tersebar cepat melalui perdagangan dan pendidikan. Pada masa Dinasti Samanid (819–999 M), Islam berkembang menjadi kekuatan budaya dan intelektual, menjadikan Bukhara dan Samarkand sebagai pusat ilmu dan dakwah.
3. 🌱 Perkembangan Islam dan Dakwah
Selama berabad-abad, Tajikistan menjadi pusat ulama dan ilmu agama, dengan kontribusi besar terhadap ilmu tafsir, fiqh, dan hadis. Namun pada masa Uni Soviet, kehidupan keagamaan ditekan habis-habisan. Setelah kemerdekaan pada 1991, sempat ada kebangkitan Islam, namun pemerintah kembali melakukan pengetatan terhadap aktivitas Islam, dengan alasan keamanan dan melawan “ekstremisme”.
4. 👤 Tokoh Muslim Terkenal dari Tajikistan
• Imam Al-Bukhari (194–256 H / 810–870 M) — Ulama hadits terbesar sepanjang masa, lahir di wilayah Bukhara (kini wilayah Uzbekistan, tetapi secara budaya dan bahasa adalah Tajik).
• Ulama Kontemporer Sunni menghadapi tekanan besar dari pemerintah dan tidak banyak dikenal karena represi. Namun dakwah tetap hidup lewat jalur tidak resmi dan pendidikan keluarga.
5. 📊 Kondisi Muslim Saat Ini
• Sekitar 95% penduduk Tajikistan adalah Muslim Sunni, dengan minoritas kecil Syi’ah Ismailiyah di wilayah Gorno-Badakhshan
• Pemerintah melarang anak di bawah 18 tahun ikut kegiatan keagamaan
• Masjid diatur ketat oleh pemerintah dan khutbah harus disetujui negara
• Jenggot panjang dan jilbab syar’i sering menjadi target pengawasan
• Peluang dakwah tetap ada di ruang-ruang pribadi dan daring
6. ⚠️ Isu-Isu Strategis
• Represi Negara terhadap Agama: Pemerintah sangat khawatir terhadap radikalisme, namun sering menarget aktivitas Islam moderat
• Syi’ah Ismailiyah: Meskipun minoritas, mereka cukup berpengaruh secara politik di beberapa daerah
• Sekularisme Agresif: Negara menekan simbol keagamaan dan menghapus pendidikan agama independen
• Kurangnya Lembaga Islam yang Independen: Semua institusi Islam diawasi ketat oleh Komite Agama negara
7. 🤝 Peran Umat Islam Lokal dan Global
Umat Islam Tajikistan membutuhkan dukungan global untuk penyebaran dakwah sunnah secara bijak dan tersembunyi. Literasi Islam yang murni dan lurus harus disampaikan lewat jalur pendidikan daring, penerjemahan kitab-kitab Ahlus Sunnah ke dalam bahasa Tajik, serta pemberdayaan dai lokal secara non-formal.
8. 🌅 Potensi Perkembangan Islam ke Depan
Meskipun berada di bawah pengawasan ketat, kesadaran Islam di kalangan rakyat terus tumbuh. Jika ada perubahan politik atau terbukanya ruang dakwah, umat Islam di Tajikistan bisa menjadi kekuatan besar dalam membangun kembali kejayaan Ahlus Sunnah di Asia Tengah.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|