Bulan Sya’ban memberikan kesempatan yang sangat luas bagi setiap mukmin untuk menyucikan harta melalui ibadah sedekah. Selain puasa dan tilawah, kedermawanan menjadi amalan utama yang dapat menghapuskan dosa serta memadamkan kemurkaan Allah ﷻ. Seseorang yang membiasakan diri bersedekah secara rahasia di bulan Sya’ban akan meraih kemanisan iman yang sangat mendalam sebelum Ramadhan menyapa.
Keutamaan Bersedekah Secara Sembunyi
Sedekah yang hamba lakukan secara sembunyi-sembunyi memiliki kedudukan yang sangat mulia karena lebih menjaga keikhlasan hati dari sifat riya. Ketika tangan kanan memberi tanpa tangan kiri mengetahui, maka pahala yang Allah ﷻ siapkan akan menjadi sangat istimewa. Allah ﷻ secara khusus memberikan pujian kepada hamba-hamba-Nya yang menyedekahkan sebagian rezeki mereka dalam kondisi sunyi.
إِنْ تُبْدُوا الصَّدَقَاتِ فَنِعِمَّا هِيَ وَإِنْ تُخْفُوهَا وَتُؤْتُوهَا الْفُقَرَاءَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَيُكَفِّرُ عَنْكُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكُمْ
Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu. (Al-Baqarah: 271).
Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah ﷺ memberikan motivasi yang sangat besar mengenai urgensi menjaga kerahasiaan dalam berbagi kepada sesama manusia yang membutuhkan. Melalui penuturan sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, kita memahami bahwa sedekah rahasia termasuk salah satu amalan yang mendatangkan naungan Ilahi. Hal ini menunjukkan bahwa kejujuran batin dalam berderma menjadi kunci keselamatan bagi seorang hamba di hari kiamat kelak.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ… وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda: “Ada tujuh golongan yang Allah naungi dalam naungan-Nya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya… (salah satunya adalah) seseorang yang bersedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya.” (HR. Bukhari nomor 1423 dan Muslim nomor 1031).
Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa bulan Sya’ban merupakan waktu di mana laporan amal tahunan kita sedang diangkat menuju langit. Alangkah indahnya jika catatan tersebut dipenuhi dengan jejak-jejak kedermawanan yang tulus tanpa mengharapkan pujian dari siapapun. Jadi, marilah kita mulai menyisihkan sebagian rezeki secara diam-diam untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami kesulitan.
Melatih Jiwa Dermawan Sejak Dini
Kita dapat melatih kedermawanan ini dengan cara memberikan bantuan kecil secara rutin kepada lingkungan sekitar tanpa harus menonjolkan diri. Selain itu, gunakanlah platform digital atau kotak amal masjid sebagai sarana berbagi tanpa perlu menunjukkan identitas asli kepada publik. Kesungguhan dalam berlatih sedekah di bulan Sya’ban akan membuat kita lebih ringan dalam menunaikan zakat dan infak di bulan Ramadhan.
Apabila sifat dermawan sudah menyatu dalam jiwa, maka harta yang kita miliki akan berubah menjadi keberkahan yang menenangkan batin. Kekuatan sedekah rahasia inilah yang akan menjadi penolong sejati saat kita menghadap Tuhan semesta alam di akhir masa nanti. Maka dari itu, gunakanlah bulan Sya’ban ini sebagai ajang untuk memperbanyak tabungan akhirat melalui jalur kedermawanan yang tulus.
Menuju Ramadhan dengan Tangan Terbuka
Berbagi secara rahasia bukan hanya soal nominal uang, melainkan tentang keridhaan hati dalam melepaskan apa yang kita cintai karena Allah ﷻ. Sya’ban mengajarkan kita bahwa kebahagiaan sejati terletak pada kemampuan kita untuk meringankan beban orang lain dengan penuh kasih sayang. Jadi, marilah kita persembahkan sedekah terbaik kita agar kita meraih rida-Nya dan keberkahan hidup yang berlimpah.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

