Setiap Muslim tentu mendambakan predikat takwa sebagai puncak pencapaian spiritual dalam hidupnya. Meskipun Ramadhan merupakan madrasah utama untuk meraih derajat tersebut, bulan Sya’ban sebenarnya menjadi gerbang pembuka yang sangat menentukan. Tanpa melewati gerbang persiapan ini dengan benar, seseorang akan kesulitan mencapai target ketakwaan yang Allah ﷻ harapkan.
Membangun Kesiapan Jiwa
Bulan Sya’ban memberikan kesempatan bagi setiap hamba untuk mulai melakukan adaptasi spiritual secara bertahap. Jika seseorang baru memulai ketaatan tepat saat satu Ramadhan, jiwa sering kali merasa kaget dan terbebani oleh perubahan rutinitas. Oleh karena itu, Rasulullah ﷺ memberikan contoh dengan memperbanyak puasa agar batin semakin tenang dan kuat menghadapi ujian.
Rasulullah ﷺ selalu mengaitkan aktivitas di bulan ini dengan kesadaran akan pengawasan Allah ﷻ yang sangat ketat. Kesaksian mengenai kesungguhan beliau dalam beribadah di bulan Sya’ban datang dari ibunda Aisyah رضي الله عنها.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ وَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Selain itu, aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari nomor 1969 dan Muslim nomor 1156).
Taqwa Sebagai Bekal Utama
Seorang mukmin membutuhkan bekal ketakwaan agar mampu menjalankan segala perintah Allah ﷻ dengan penuh keikhlasan. Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk mempertebal bekal tersebut melalui pembersihan hati dari segala bentuk kotoran duniawi. Allah ﷻ secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk menyiapkan bekal terbaik dalam menempuh perjalanan menuju akhirat.
وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
…Berbekallah kamu, maka sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa… (Al-Baqarah: 197).
Apabila kita mampu menjaga konsistensi amal di bulan Sya’ban, maka ketakwaan akan tumbuh menjadi karakter yang melekat. Karakter inilah yang nantinya membuat ibadah puasa Ramadhan terasa lebih nikmat dan jauh dari rasa lelah yang sia-sia. Maka, mari kita jadikan bulan ini sebagai momentum untuk memperkokoh benteng iman kita masing-masing.
Melatih Kedisiplinan Beribadah
Ketakwaan tidak akan pernah datang secara instan tanpa adanya latihan dan kedisiplinan yang berkesinambungan. Dengan melaksanakan puasa sunnah dan tilawah di bulan Sya’ban, kita sedang mendidik nafsu agar patuh pada aturan syariat. Proses pendisiplinan ini sangat penting agar kita tidak menjadi hamba yang hanya semangat beribadah di awal waktu saja.
Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa setiap amal yang kita lakukan di gerbang Sya’ban ini memiliki pengaruh besar pada kesuksesan di bulan berikutnya. Orang-orang shalih terdahulu bahkan sudah mulai merindukan ketaatan sejak bulan-bulan sebelum Sya’ban tiba. Jadi, mulailah melangkah melalui gerbang ketaatan ini dengan penuh kesungguhan dan harapan kepada Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

