Pendahuluan
Rasulullah ﷺ adalah manusia terbaik yang Allah ﷻ pilih untuk membawa risalah Islam. Salah satu kemuliaan beliau adalah nasabnya yang suci dan terjaga, bersambung hingga Nabi Ibrahim عليه السلام. Allah ﷻ memilih Rasulullah ﷺ dari keturunan yang paling mulia, sebagaimana beliau sendiri menegaskan hal ini dalam hadits-hadits yang sahih.
Nasab Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ bernama lengkap Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Beliau berasal dari suku Quraisy yang terhormat di kalangan bangsa Arab. Nasab beliau bersambung kepada Nabi Ibrahim عليه السلام melalui jalur Nabi Ismail عليه السلام.
Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى بَنِي هَاشِمٍ مِنْ قُرَيْشٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ
“Sesungguhnya Allah telah memilih Kinanah dari keturunan Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilih aku dari Bani Hasyim.” (HR. Muslim no. 2276)
Hadits ini menunjukkan bahwa nasab Rasulullah ﷺ adalah yang paling mulia di muka bumi, dengan keturunan yang bersih dari segala aib.
Kemuliaan Keluarga dan Keturunan Beliau
Keluarga Nabi ﷺ juga termasuk keluarga yang dimuliakan oleh Allah ﷻ. Para sahabat pun mencintai Ahlul Bait karena kemuliaan mereka. Namun, cinta kepada keluarga Nabi ﷺ tidak boleh berlebihan hingga mengangkat mereka ke derajat yang bukan haknya, sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian kelompok menyimpang.
Rasulullah ﷺ bersabda kepada putrinya, Fatimah رضي الله عنها:
يَا فَاطِمَةُ بِنْتَ مُحَمَّدٍ، سَلِينِي مِنْ مَالِي مَا شِئْتِ، لَا أُغْنِي عَنْكِ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا
“Wahai Fatimah binti Muhammad, mintalah kepadaku apa yang engkau mau dari hartaku, namun aku tidak bisa menolongmu sedikit pun dari (azab) Allah.” (HR. Bukhari no. 2753, Muslim no. 204)
Hadits ini menegaskan bahwa kemuliaan nasab tidak menjamin keselamatan tanpa amal shalih.
Pelajaran dari Kemuliaan Nasab Nabi ﷺ
-
Nasab yang baik adalah nikmat besar dari Allah ﷻ, tetapi tidak cukup untuk meraih derajat tinggi di sisi-Nya tanpa ketakwaan.
-
Setiap muslim wajib mencintai Rasulullah ﷺ dan keluarganya, namun dengan kecintaan yang seimbang sesuai tuntunan syariat.
-
Keutamaan yang sesungguhnya adalah ketakwaan, sebagaimana firman Allah ﷻ:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقٰىكُمْ
“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13)
Penutup
Nasab Rasulullah ﷺ adalah nasab yang paling mulia, terjaga dari cela, dan menjadi bukti pemilihan Allah ﷻ terhadap beliau sebagai penutup para nabi. Namun, kemuliaan nasab hendaknya menjadikan kita semakin mencintai beliau dengan mengikuti sunnahnya, bukan sekadar mengagungkan keturunan tanpa amal shalih.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|