Bulan Sya’ban kini berada pada fase akhir dan segera berganti dengan bulan suci Ramadhan yang penuh kemuliaan. Pada momen krusial ini, setiap Muslim perlu memperkuat tekad serta kemauan batin agar tidak kendor saat menjalankan ibadah nantinya. Seseorang yang memiliki tekad baja akan lebih mudah melewati rintangan rasa malas yang sering kali menyerang jiwa manusia secara tiba-tiba.
Urgensi Niat dan Tekad yang Kuat
Tekad yang kokoh bermula dari niat yang tulus karena Allah ﷻ semata tanpa mengharap pujian dari makhluk lainnya. Keinginan yang kuat untuk beribadah merupakan anugerah besar yang harus hamba jaga agar api semangatnya tidak padam tertiup angin duniawi. Allah ﷻ secara tegas memerintahkan hamba-Nya untuk memiliki keteguhan hati saat sudah memutuskan untuk melangkah di jalan ketaatan.
فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُتَوَكِّلِينَ
Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. (Ali ‘Imran: 159).
Meraih Kekuatan Hati Lewat Kejujuran
Rasulullah ﷺ senantiasa memberikan motivasi agar umatnya memiliki tekad yang jujur dalam mengharap pahala dari Tuhan semesta alam. Melalui penuturan sahabat Anas bin Malik رضي الله عنه, kita memahami bahwa Allah ﷻ akan memberikan balasan sesuai dengan kadar kesungguhan niat seseorang. Apabila tekad kita tulus untuk memaksimalkan Sya’ban dan Ramadhan, maka Allah ﷻ akan memudahkan segala urusan ibadah kita menjadi sangat ringan.
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ مَنْ سأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ بِصِدْقٍ بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ
Dari Anas bin Malik رضي الله عنه, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: Barangsiapa memohon syahadah (mati syahid) kepada Allah dengan jujur (dalam tekadnya), maka Allah akan menyampaikannya ke kedudukan para syuhada meskipun ia meninggal di atas tempat tidurnya. (HR. Muslim nomor 1909).
Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa Sya’ban adalah waktu yang ideal untuk melakukan penguatan mental secara rutin. Seseorang yang sudah mengunci tekadnya sejak sekarang tidak akan mudah terombang-ambing oleh kesibukan duniawi yang melalaikan tujuan akhirat. Jadi, marilah kita perbaharui komitmen kita di hadapan Allah ﷻ agar kita termasuk golongan hamba yang sukses meraih rida-Nya.
Strategi Memelihara Semangat Ibadah
Kita dapat memperkuat tekad dengan cara sering berkumpul bersama orang-orang shalih yang memiliki visi ibadah yang searah. Selain itu, mari kita renungkan kembali betapa singkatnya umur dunia ini agar kita tidak menunda-nunda ketaatan yang seharusnya sudah terlaksana. Kesungguhan dalam menjaga tekad di bulan Sya’ban akan membentuk kepribadian yang tangguh saat kita memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan nanti.
Apabila tekad sudah tertanam kuat di dalam dada, maka lelahnya raga tidak akan pernah menyurutkan langkah kaki menuju masjid. Kekuatan seorang mukmin terletak pada keyakinannya yang bulat bahwa setiap peluh dan letih akan berbalas surga yang abadi. Maka dari itu, gunakanlah sisa waktu di bulan Sya’ban ini sebagai ajang untuk mengukuhkan niat hanya demi meraih wajah Allah ﷻ.
Menuju Ramadhan dengan Tekad Bulat
Memperkuat tekad bukan berarti kita tidak akan menemui ujian, melainkan kita memiliki alasan kuat untuk tetap berdiri tegak menghadapinya. Sya’ban mengajarkan kita bahwa kesiapan spiritual bermula dari sebuah keputusan besar di dalam hati untuk berubah menjadi lebih baik. Jadi, marilah kita bulatkan tekad sekarang juga agar kita meraih kemenangan yang hakiki pada bulan penuh ampunan nanti.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|
