Bulan Sya’ban menjadi waktu yang sangat berharga bagi setiap mukmin untuk mengasah kekuatan jiwa melalui ibadah malam. Kedisiplinan bangun malam merupakan rahasia utama bagi hamba yang merindukan kedekatan khusus dengan Sang Pencipta. Seseorang yang mampu menaklukkan rasa kantuknya di bulan Sya’ban akan lebih mudah menjalankan shalat Tarawih dan sahur saat Ramadhan tiba.
Keutamaan Shalat Malam Bagi Mukmin
Shalat malam memiliki kedudukan yang sangat tinggi karena menjadi identitas bagi orang-orang shalih sejak zaman dahulu. Allah ﷻ secara khusus memberikan pujian bagi mereka yang rela meninggalkan tempat tidur demi bersujud dan berdoa di keheningan waktu. Ketaatan ini merupakan bukti kejujuran iman yang akan memancarkan cahaya kebaikan pada wajah dan perilaku seseorang.
Allah ﷻ berfirman mengenai sifat hamba-hamba-Nya yang bertakwa:
تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan apa saja rezeki yang Kami berikan kepada mereka. (As-Sajdah: 16).
Pesan Rasulullah ﷺ Tentang Qiyamullail
Rasulullah ﷺ senantiasa memotivasi umatnya agar menghidupkan malam dengan berbagai bentuk ketaatan kepada Allah ﷻ. Melalui penuturan sahabat Bilal bin Rabah رضي الله عنه, kita memahami bahwa shalat malam dapat menghapuskan dosa serta mencegah kemaksiatan. Kebiasaan ini akan membentuk karakter yang tangguh dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi kerasnya tantangan hidup.
عَنْ بِلَالٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ عَلَيْكُمْ بِقِيَامِ اللَّيْلِ فَإِنَّهُ دَأْبُ الصَّالِحِينَ قَبْلَكُمْ وَإِنَّ قِيَامَ اللَّيْلِ قُرْبَةٌ إِلَى اللَّهِ وَمَنْهَاةٌ عَنِ الْإِثْمِ وَتَكْفِيرٌ لِلسَّيِّئَاتِ وَمَطْرَدَةٌ لِلدَّاءِ عَنِ الْجَسَدِ
Dari Bilal رضي الله عنه, sesungguhnya Rasulullah ﷺ bersabda: “Hendaklah kalian melakukan shalat malam, karena shalat malam adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian. Sesungguhnya shalat malam adalah sarana mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan, dan pengusir penyakit dari tubuh.” (HR. At-Tirmidzi, Syaikh Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam Shahih Al-Jami’ nomor 4079).
Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa bulan Sya’ban adalah waktu yang ideal untuk melakukan “pemanasan” spiritual secara rutin. Seseorang yang sudah terbiasa bangun sebelum fajar akan merasa sangat ringan saat harus menunaikan kewajiban puasa nanti. Jadi, marilah kita mulai melatih fisik dan batin dengan melakukan shalat Witir atau Tahajud meskipun hanya dua rakaat.
Strategi Praktis Agar Mudah Bangun
Kita dapat memulai latihan ini dengan cara mengatur jadwal tidur lebih awal agar kebutuhan istirahat tubuh tetap terpenuhi. Selain itu, mari kita hindari makan secara berlebihan pada malam hari karena perut yang terlalu kenyang akan memicu rasa malas. Kesungguhan dalam berdoa sebelum tidur juga memiliki peran yang sangat besar agar Allah ﷻ membangunkan kita di waktu terbaik.
Apabila kedisiplinan ini sudah terbentuk, maka ketenangan batin akan menyertai setiap langkah aktivitas kita di siang hari. Kekuatan ruhani yang lahir dari rahasia malam akan menjadi motor penggerak bagi ketaatan-ketaatan lainnya yang lebih besar. Maka dari itu, gunakanlah bulan Sya’ban ini sebagai momentum untuk meraih kemuliaan di hadapan Tuhan semesta alam.
Menuju Ramadhan dengan Jiwa Terlatih
Bangun malam bukan hanya soal aktivitas fisik, melainkan tentang kerinduan seorang hamba untuk bercakap-cakap dengan Rabb-Nya. Sya’ban mengajarkan kita bahwa kesuksesan di bulan Ramadhan bermula dari perjuangan melawan rasa kantuk di bulan ini. Jadi, marilah kita persembahkan malam-malam terbaik kita sebagai bentuk pengabdian yang tulus hanya karena mengharap rida-Nya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

