Pendahuluan
Keluarga adalah madrasah pertama bagi setiap manusia. Di dalamnya terbentuk akhlak, keimanan, dan kepribadian. Islam memberikan tuntunan yang jelas tentang etika kebersamaan dengan keluarga agar tercipta rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Kebersamaan yang dibangun di atas iman dan adab akan melahirkan ketenangan, kasih sayang, serta keberkahan hidup.
Kedudukan Keluarga dalam Islam
Allah ﷻ berfirman:
وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا وَجَعَلَ لَكُمْ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ بَنِينَ وَحَفَدَةً
“Allah menjadikan bagi kalian pasangan dari jenis kalian sendiri, dan dari pasangan-pasangan itu Dia memberikan kepada kalian anak-anak dan cucu-cucu.” (An-Naḥl: 72)
Keluarga adalah nikmat besar yang harus dijaga dengan adab dan tanggung jawab.
Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya.” (HR. At-Tirmidzi; shahih menurut Al-Albani, dari Aisyah رضي الله عنها)
Hadits ini menegaskan bahwa ukuran kebaikan seseorang terlihat dari sikapnya di rumah.
Prinsip Dasar Kebersamaan Keluarga
1. Niat Ibadah dalam Kebersamaan
Kebersamaan dengan keluarga diniatkan sebagai ibadah kepada Allah ﷻ.
Allah ﷻ berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.” (Al-An‘ām: 162)
Setiap interaksi keluarga bernilai pahala jika diniatkan karena Allah ﷻ.
2. Kasih Sayang dan Kelembutan
Rasulullah ﷺ bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ
“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Ar-Raḥmān.” (HR. At-Tirmidzi; shahih menurut Al-Albani, dari Abdullah bin Amr رضي الله عنهما)
Kelembutan adalah fondasi hubungan keluarga yang sehat.
Etika Kebersamaan antara Suami dan Istri
1. Saling Menghormati dan Berbuat Baik
Allah ﷻ berfirman:
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Bergaullah dengan mereka (istri-istri) secara patut.” (An-Nisā’: 19)
Hubungan suami istri dibangun atas dasar penghormatan, bukan dominasi.
2. Saling Menunaikan Hak dan Kewajiban
Rasulullah ﷺ bersabda:
وَلَهُنَّ عَلَيْكُمْ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ
“Para istri memiliki hak atas kalian berupa nafkah dan pakaian secara patut.” (HR. Muslim, dari Jabir رضي الله عنه)
Keadilan dan tanggung jawab menjaga keharmonisan rumah tangga.
3. Menyelesaikan Masalah dengan Musyawarah
Allah ﷻ berfirman:
وَأَمْرُهُمْ شُورَىٰ بَيْنَهُمْ
“Urusan mereka diputuskan dengan musyawarah di antara mereka.” (Asy-Syūrā: 38)
Musyawarah mencegah konflik berkepanjangan.
Etika Kebersamaan dengan Anak
1. Menjadi Teladan yang Baik
Allah ﷻ berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (At-Taḥrīm: 6)
Pendidikan utama anak adalah keteladanan orang tua.
2. Mendidik dengan Kasih Sayang
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
“Barang siapa tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Jarir bin Abdullah رضي الله عنه)
Kasih sayang menumbuhkan kedekatan emosional anak dengan orang tua.
3. Meluangkan Waktu Berkualitas
Rasulullah ﷺ meluangkan waktu bersama keluarga, membantu pekerjaan rumah, dan bercanda dengan anak-anaknya. Ini menunjukkan pentingnya kehadiran orang tua dalam kebersamaan.
Etika Kebersamaan dengan Orang Tua
1. Berbakti dan Berkata Lembut
Allah ﷻ berfirman:
فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا
“Janganlah engkau mengatakan ‘ah’ kepada keduanya dan jangan membentak mereka.” (Al-Isrā’: 23)
Adab kepada orang tua adalah kewajiban sepanjang hayat.
2. Mendahulukan Kebutuhan Orang Tua
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَنْتَ وَمَالُكَ لِأَبِيكَ
“Engkau dan hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibn Majah; shahih menurut Al-Albani, dari Jabir رضي الله عنه)
Hadits ini menunjukkan besarnya hak orang tua atas anak.
Adab Umum dalam Kebersamaan Keluarga
1. Menjaga Lisan dan Emosi
Allah ﷻ berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
“Tidak ada satu ucapan pun melainkan ada pengawas yang mencatatnya.” (Qāf: 18)
Ucapan kasar di rumah merusak ketenangan dan menumbuhkan luka batin.
2. Saling Memaafkan
Allah ﷻ berfirman:
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا
“Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada.” (An-Nūr: 22)
Memaafkan adalah kunci kebersamaan yang langgeng.
3. Menghidupkan Ibadah Bersama
Shalat berjamaah di rumah, membaca Al-Qur’an, dan berdoa bersama akan menguatkan ikatan ruhani keluarga.
Kesimpulan
Etika kebersamaan dengan keluarga dalam Islam berlandaskan iman, kasih sayang, tanggung jawab, dan adab yang mulia. Dengan menerapkan tuntunan syariat dalam kehidupan keluarga, rumah akan menjadi tempat yang menenangkan, mendidik, dan penuh keberkahan. Keluarga yang dibangun di atas akhlak Islam adalah fondasi kuat bagi lahirnya generasi shalih dan masyarakat yang baik.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

