Makan dan minum adalah kebutuhan harian setiap manusia. Namun, Islam tidak membiarkan dua aktivitas ini berlalu tanpa nilai ibadah. Dengan adab yang benar, kegiatan sederhana ini bisa mendatangkan pahala dan keberkahan. Artikel ini membahas adab makan dan minum berdasarkan dalil-dalil yang shahih.
Makan dan Minum dengan Tidak Berlebihan
Allah ﷻ membolehkan kita menikmati rezeki yang halal. Meski demikian, Allah ﷻ melarang sikap melampaui batas.
يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf: 31)
Rasulullah ﷺ juga memberi panduan praktis tentang porsi makan. Miqdam bin Ma’dikarib رضي الله عنه meriwayatkan sabda beliau ﷺ:
مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ، بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ، فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ، وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ، وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ
Miqdam bin Ma’dikarib رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Tidak ada bejana yang diisi manusia yang lebih buruk daripada perutnya. Cukuplah bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika harus lebih, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk napasnya.” (HR. At-Tirmidzi no. 2380 dan Ibnu Majah no. 3349, dishahihkan Syaikh Al-Albani)
Adab Sebelum Makan
Membaca Basmalah
Adab pertama adalah menyebut nama Allah ﷻ. Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ أَنْ يَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ
Aisyah رضي الله عنها berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia menyebut nama Allah Ta’ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah di awalnya, hendaklah ia mengucapkan: Bismillahi awwalahu wa akhirahu (dengan nama Allah di awal dan di akhirnya).” (HR. Abu Dawud no. 3767 dan At-Tirmidzi no. 1858, dishahihkan Syaikh Al-Albani)
Jadi, siapa pun yang lupa membaca basmalah di awal tetap bisa memperbaikinya di tengah makan.
Adab Saat Makan dan Minum
Memakai Tangan Kanan dan Mengambil yang Terdekat
Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما menceritakan pengalamannya saat kecil bersama Nabi ﷺ.
كُنْتُ غُلَامًا فِي حَجْرِ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، وَكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ فِي الصَّحْفَةِ، فَقَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
Umar bin Abi Salamah رضي الله عنهما berkata: “Dahulu aku seorang anak yang berada dalam asuhan Rasulullah ﷺ, dan tanganku bergerak ke mana-mana di nampan makanan. Maka Rasulullah ﷺ bersabda kepadaku, ‘Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang terdekat denganmu.'” (HR. Al-Bukhari no. 5376 dan Muslim no. 2022)
Selain itu, Rasulullah ﷺ mengingatkan tentang minum dan makan dengan tangan kiri. Abdullah bin Umar رضي الله عنهما meriwayatkan:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
Abdullah bin Umar رضي الله عنهما berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian makan, hendaklah ia makan dengan tangan kanannya. Apabila minum, hendaklah ia minum dengan tangan kanannya. Sebab setan makan dan minum dengan tangan kirinya.” (HR. Muslim no. 2020)
Tidak Mencela Makanan
Makanan yang kurang cocok di lidah tidak perlu dicela. Abu Hurairah رضي الله عنه menggambarkan kebiasaan Nabi ﷺ:
مَا عَابَ النَّبِيُّ ﷺ طَعَامًا قَطُّ، كَانَ إِذَا اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ، وَإِنْ كَرِهَهُ تَرَكَهُ
Abu Hurairah رضي الله عنه berkata: “Nabi ﷺ tidak pernah sekali pun mencela makanan. Jika beliau menyukainya, beliau memakannya. Jika tidak menyukainya, beliau meninggalkannya.” (HR. Al-Bukhari no. 3563 dan Muslim no. 2064)
Sikap ini menjaga perasaan orang yang menyiapkan hidangan. Di samping itu, sikap ini menunjukkan rasa syukur.
Tidak Bernapas di Dalam Gelas
Ketika minum, jauhkan gelas dari mulut saat mengambil napas. Abu Qatadah رضي الله عنه meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ:
إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلَا يَتَنَفَّسْ فِي الْإِنَاءِ
Abu Qatadah رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian minum, janganlah ia bernapas di dalam wadah.” (HR. Al-Bukhari no. 153 dan Muslim no. 267)
Adab Setelah Makan
Setelah selesai, ucapkan pujian kepada Allah ﷻ. Anas bin Malik رضي الله عنه meriwayatkan:
إِنَّ اللَّهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا، أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا
Anas bin Malik رضي الله عنه berkata: Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya Allah ridha kepada seorang hamba yang memakan satu suapan lalu memuji-Nya atas suapan itu, atau meminum seteguk lalu memuji-Nya atas teguk itu.” (HR. Muslim no. 2734)
Betapa mudahnya meraih ridha Allah ﷻ. Cukup dengan ucapan alhamdulillah setelah makan dan minum.
Penutup
Adab makan dan minum mencakup membaca basmalah, memakai tangan kanan, makan dari yang terdekat, dan tidak berlebihan. Selanjutnya, hindari mencela makanan dan bernapas di dalam gelas. Terakhir, tutup dengan pujian kepada Allah ﷻ. Dengan membiasakan adab-adab ini, makan dan minum kita bernilai ibadah serta penuh keberkahan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



