Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله

Ulama, Mujahid, dan Saudagar yang Dermawan

Abdullah bin Al-Mubarak al-Marwazi رحمه الله merupakan sosok paripurna yang menghiasi sejarah Islam pada abad ke-2 Hijriah. Beliau lahir di Khurasan pada tahun 118 Hijriah dari ayah yang berasal dari Turki dan ibu dari Persia. Keistimewaan beliau terletak pada kemampuannya menyatukan berbagai kemuliaan, mulai dari kedalaman ilmu hadits, keberanian di medan jihad, hingga kesuksesan dalam berniaga.

Samudra Ilmu yang Mengelilingi Dunia

Awalnya, Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله menghabiskan sebagian besar usianya untuk melakukan rihlah (perjalanan) mencari ilmu ke berbagai penjuru dunia Islam. Beliau berguru kepada tokoh-tokoh besar seperti Imam Malik, Sufyan Ats-Tsauri, dan Imam Abu Hanifah. Allah ﷻ menjanjikan kemuliaan bagi orang-orang yang beriman dan berilmu dalam firman-Nya:

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11).

Selanjutnya, penguasaan beliau terhadap hadits Nabi ﷺ menjadikannya rujukan utama bagi para ulama setelahnya. Beliau sangat teliti dalam menyaring riwayat dan dikenal sebagai orang pertama yang menyusun kitab tentang kezuhudan (Kitabuz Zuhd). Maka, tidak mengherankan jika para ulama sezamannya menjuluki beliau sebagai Amirul Mukminin dalam bidang hadits karena kredibilitasnya yang tanpa celah.

Saudagar Kaya yang Zuhud dan Dermawan

Selain pakar agama, Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله adalah seorang pedagang sukses yang memiliki kekayaan melimpah. Namun, harta tersebut tidak pernah bersemayam di hatinya, melainkan hanya berada di tangannya untuk menolong agama Allah ﷻ. Beliau memahami bahwa harta yang paling baik adalah harta yang berada di tangan orang shalih untuk kebermanfaatan umat. Sebagaimana Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ

Sedekah itu tidak akan mengurangi harta (HR. Muslim).

Oleh sebab itu, beliau rutin membiayai perjalanan haji bagi para penuntut ilmu yang kurang mampu setiap tahunnya. Beliau juga seringkali melunasi hutang-hutang orang lain secara diam-diam tanpa ingin diketahui identitasnya. Ketulusan beliau dalam berbagi membuktikan bahwa kesuksesan finansial dapat berjalan seiring dengan keshalehan spiritual yang mendalam. Beliau sukses menunjukkan bahwa seorang mukmin harus kuat secara ekonomi agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kemaslahatan umat.

Keberanian di Medan Jihad

Kemudian, sisi lain yang sangat mengagumkan dari Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله adalah jiwa kepahlawanannya. Beliau tidak hanya mengajar di masjid, tetapi juga hadir di garis terdepan saat umat Islam membutuhkan pembelaan di medan perang. Beliau meyakini bahwa jihad merupakan puncak amalan yang membutuhkan keikhlasan serta keberanian yang luar biasa. Allah ﷻ berfirman mengenai para mujahid:

إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَىٰ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ

Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka (QS. At-Taubah: 111).

Oleh karena itu, kewibawaan beliau semakin lengkap karena beliau mampu memadukan antara lisan yang fasih mengajar dan tangan yang kokoh membela kebenaran. Beliau seringkali menyamar saat berperang agar amalannya tidak diketahui oleh orang lain demi menjaga keikhlasan hati. Selain itu, beliau sukses mendidik generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga tangguh secara fisik dan mental.

Wafatnya Sang Ulama Multi-Talenta

Pada akhirnya, Abdullah bin Al-Mubarak رحمه الله wafat pada tahun 181 Hijriah di kota Hit, Irak, setelah kembali dari kancah perjuangan. Kepergian beliau membawa duka yang sangat mendalam bagi seluruh dunia Islam, mulai dari Khurasan hingga Makkah. Meskipun raga beliau telah tiada, namun warisan intelektual dan teladan kedermawanannya tetap abadi dan menjadi inspirasi bagi setiap generasi.

Seluruh perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran berharga bahwa seorang Muslim harus berusaha menjadi pribadi yang unggul dalam berbagai bidang. Beliau membuktikan bahwa ilmu, ibadah, perniagaan, dan perjuangan dapat bersatu dalam harmoni yang indah. Walaupun zaman terus berganti, sosok Abdullah bin Al-Mubarak akan selalu sejarah kenang sebagai cahaya yang menyatukan seluruh kemuliaan budi pekerti Islam.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top