Pendahuluan
Zainab binti Jahsy رضي الله عنها adalah salah satu Ummahatul Mukminin, istri Rasulullah ﷺ yang mulia, dikenal dengan ketakwaan, kedermawanan, dan kezuhudannya. Beliau termasuk wanita yang sangat dicintai Nabi ﷺ dan memiliki banyak keutamaan yang tercatat dalam sejarah Islam.
Nasab dan Latar Belakang
Zainab رضي الله عنها berasal dari keluarga terhormat Quraisy. Namanya adalah Zainab binti Jahsy bin Ri’ab, dan ibunya adalah Umaimah binti Abdul Muththalib, bibi Rasulullah ﷺ. Ini menjadikan Zainab sebagai sepupu Nabi ﷺ.
Beliau lahir sekitar 30 tahun sebelum hijrah dan tumbuh dengan akhlak mulia serta kecantikan yang terkenal.
Pernikahan dengan Zaid bin Haritsah رضي الله عنه
Awalnya, Rasulullah ﷺ menikahkan Zainab dengan Zaid bin Haritsah رضي الله عنه, bekas budak yang telah dimerdekakan dan diangkat sebagai putra oleh Nabi ﷺ.
Pernikahan ini merupakan pelajaran besar dalam menghapus sekat kesukuan dan status sosial. Namun, keduanya akhirnya berpisah karena ketidakcocokan.
Pernikahan dengan Rasulullah ﷺ
Setelah masa iddah Zainab selesai, Allah ﷻ sendiri yang menikahkan beliau dengan Rasulullah ﷺ. Ini adalah keistimewaan yang tidak dimiliki oleh istri Nabi lainnya.
Allah ﷻ berfirman:
هوَ الَّذِي خَلَقَ مِنَ الْمَاءِ بَشَرًا فَجَعَلَهُ نَسَبًا وَصِهْرًا
“Dialah yang menciptakan manusia dari air, lalu menjadikan mereka keturunan dan hubungan pernikahan.” (Al-Furqan: 54)
Dan tentang pernikahan Nabi ﷺ dengan Zainab, Allah ﷻ menurunkan firman:
فَلَمَّا قَضَىٰ زَيْدٌ مِّنْهَا وَطَرًا زَوَّجْنَاكَهَا
“Maka ketika Zaid telah selesai dari keperluannya terhadap istrinya, Kami nikahkan engkau dengannya.” (Al-Ahzab: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa pernikahan ini merupakan ketetapan wahyu, sebagai penghapus tradisi jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung.
Keutamaan Zainab binti Jahsy رضي الله عنها
1. Wanita yang Sangat Zuhud dan Dermawan
Zainab dikenal memiliki sifat dermawan yang luar biasa. Ketika Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa istri beliau yang paling cepat menyusulnya adalah yang paling panjang tangannya, para istri bertanya-tanya. Ternyata, maknanya adalah yang paling banyak bersedekah, dan itu adalah Zainab رضي الله عنها.
Dari Aisyah رضي الله عنها:
كانت زينب بنت جحش امرأة صالحة صوّامة قوّامة، وكانت تعمل بيدها وتتصدق في سبيل الله
Aisyah رضي الله عنها berkata: “Zainab binti Jahsy adalah wanita salihah, rajin puasa, banyak ibadah malam. Ia bekerja dengan tangannya dan bersedekah di jalan Allah.” (HR. Muslim)
2. Mendapat Salam dari Allah ﷻ
Zainab termasuk wanita yang mendapatkan salam khusus dari Allah ﷻ melalui wahyu tentang pernikahannya dengan Nabi ﷺ. Ini adalah kemuliaan yang tidak diberikan kecuali kepada Zainab رضي الله عنها.
3. Istri Nabi ﷺ yang Paling Banyak Sedekahnya
Beliau sangat gemar memberi hingga tidak menyisakan apa pun. Harta yang datang kepada beliau segera dibagikan kepada fakir miskin.
Akhlak dan Keteladanan
Zainab رضي الله عنها memiliki beberapa karakter mulia, di antaranya:
-
Sangat menjaga kehormatan dan ibadah
-
Memiliki rasa malu yang tinggi
-
Rendah hati meskipun dimuliakan Allah ﷻ
-
Dekat dengan fakir miskin
Beliau dikenal sebagai istri Nabi ﷺ yang paling rajin bekerja sendiri untuk menghasilkan harta yang kemudian diberikan kepada kaum fakir.
Wafatnya
Zainab binti Jahsy رضي الله عنها wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Khattab رضي الله عنه, pada tahun 20 H. Beliau adalah istri Nabi ﷺ pertama yang wafat setelah beliau, sesuai kabar Rasulullah ﷺ.
Pelajaran Penting dari Kehidupan Zainab رضي الله عنها
1. Ketaatan kepada Allah ﷻ di atas tradisi manusia
Beliau menerima pernikahan-pernikahan beliau karena dorongan wahyu, bukan semata perasaan pribadi.
2. Keutamaan sedekah dan membantu sesama
Zainab menjadi teladan bagi kaum muslimah dalam hal kedermawanan.
3. Rendah hati meskipun memiliki kedudukan mulia
Walau menjadi istri Nabi ﷺ dan putri dari keluarga terhormat Quraisy, beliau tetap sederhana dan mencintai ibadah.
4. Meneladani sifat malu dan kehormatan
Zainab menunjukkan bahwa kemuliaan sejati adalah akhlak dan ketakwaan, bukan keturunan atau status.
Penutup
Zainab binti Jahsy رضي الله عنها adalah figur wanita teladan dalam ketakwaan, ibadah, dan kedermawanan. Beliau memberikan contoh bagaimana seorang muslimah menjaga kehormatan, memperbanyak amal, dan memprioritaskan sedekah. Semoga Allah ﷻ meridhai beliau dan menjadikan kita pengikut jejak kebaikannya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



