Teladan Kejujuran dan Wara’ dari Bashrah
Yunus bin Ubaid al-Abdi رحمه الله merupakan salah satu permata ilmu dari kalangan Tabi’in di kota Bashrah. Beliau hidup pada zaman yang sama dengan tokoh-tokoh besar seperti Hasan Al-Bashri dan Muhammad bin Sirin. Selain terkenal sebagai ulama hadits yang mumpuni, beliau juga masyhur karena kejujurannya yang luar biasa dalam berdagang serta sifat wara’ yang menghiasi seluruh kehidupannya.
Menimba Ilmu dari Para Tokoh Tabi’in Senior
Awalnya, Yunus bin Ubaid رحمه الله menghabiskan waktu mudanya untuk menuntut ilmu kepada para pemuka sahabat dan tabi’in besar. Beliau berguru kepada Hasan Al-Bashri guna mendalami hikmah serta kepada Muhammad bin Sirin untuk mempelajari ketelitian dalam beragama. Allah ﷻ menjanjikan kedudukan mulia bagi hamba-Nya yang menuntut ilmu sebagaimana firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11).
Selanjutnya, pemahaman beliau yang mendalam menjadikannya rujukan utama bagi para penuntut ilmu di Irak. Beliau sukses memadukan antara ilmu lisan dengan amalan hati yang tulus. Maka, setiap kata yang beliau ucapkan senantiasa membawa pengaruh besar bagi siapa saja yang mendengarkannya. Beliau senantiasa menekankan pentingnya menjaga kesucian jiwa dari kotoran duniawi yang dapat merusak ibadah.
Kejujuran dalam Berdagang yang Melegenda
Selain pakar agama, Yunus bin Ubaid رحمه الله berprofesi sebagai pedagang kain yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai amanah. Beliau tidak pernah mau mengambil keuntungan dengan cara menyembunyikan cacat pada barang dagangannya. Beliau meyakini bahwa kejujuran merupakan kunci keberkahan hidup di dunia dan akhirat. Sebagaimana Abu Sa‘id Al-Khudri رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
التَّاجِرُ الصَّدُوقُ الأَمِينُ مَعَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ
Pedagang yang jujur lagi tepercaya akan bersama para nabi, orang-orang yang jujur, dan para syuhada (HR. Tirmidzi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Oleh sebab itu, beliau pernah membatalkan sebuah transaksi karena pembeli tidak mengetahui adanya perbedaan kualitas pada kain tersebut. Beliau sukses membuktikan bahwa seorang pedagang Muslim harus lebih mengutamakan kejujuran daripada sekadar mengejar keuntungan materi. Selain itu, sifat wara’ beliau sangat kuat sehingga beliau sangat berhati-hati agar tidak ada harta syubhat yang masuk ke dalam rumahnya. Keteguhan prinsip ini menjadikan beliau sebagai figur teladan bagi para pelaku ekonomi Islam sepanjang masa.
Kedalaman Ibadah dan Kelembutan Akhlak
Kemudian, sisi spiritual Yunus bin Ubaid رحمه الله juga sangat menonjol melalui konsistensinya dalam beribadah kepada Allah ﷻ. Beliau sering kali menangis karena rasa takutnya yang mendalam akan hari pembalasan dan pertanggungjawaban di akhirat kelak. Beliau memahami bahwa keselamatan seorang hamba hanya terletak pada rahmat Allah ﷻ dan ketaatan yang mutlak. Allah ﷻ berfirman mengenai karakter orang-orang yang bertaqwa:
إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah para ulama (QS. Fatir: 28).
Oleh karena itu, beliau senantiasa menjaga lisannya dari ghibah dan ucapan yang sia-sia agar hatinya tetap bersih. Beliau sukses mendidik masyarakat Bashrah melalui keteladanan akhlak yang jauh lebih kuat pengaruhnya daripada sekadar kata-kata. Beliau juga terkenal sebagai pribadi yang sangat penyayang dan rendah hati kepada siapa saja tanpa memandang status sosial. Pengabdian beliau dalam berdakwah telah melahirkan generasi yang mencintai kebenaran dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Akhir Hayat Sang Penjaga Amanah
Pada akhirnya, Yunus bin Ubaid رحمه الله wafat pada tahun 139 Hijriah di kota Bashrah yang sangat beliau cintai. Kepergian beliau membawa duka yang sangat mendalam bagi seluruh penduduk kota tersebut karena hilangnya sosok pemimpin yang shalih. Meskipun raga beliau telah tiada, namun warisan kejujuran dan riwayat haditsnya tetap abadi dalam khazanah keilmuan Islam.
Seluruh perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran berharga bahwa integritas dalam setiap pekerjaan adalah bagian dari ibadah. Beliau membuktikan bahwa seorang ulama besar dapat tetap menjaga keshalehannya di tengah kesibukan mencari nafkah di pasar. Walaupun zaman terus berganti, sosok Yunus bin Ubaid akan selalu sejarah kenang sebagai cahaya bagi setiap mukmin yang merindukan kejujuran.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


