‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله

Pendahuluan

Dalam sejarah perluasan wilayah Islam pada masa Khulafā’ Rāsyidīn dan Dinasti Umayyah, nama ‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله menempati posisi yang sangat penting. Ia bukan sekadar panglima perang, tetapi juga dai dan pembangun peradaban Islam di Afrika Utara. Melalui tangan dan perjuangannya, Islam mengakar kuat di wilayah Maghrib dan menjadi pintu masuk dakwah ke Andalusia.


Nasab dan Latar Belakang

‘Uqbah bin Nāfi‘ bin ‘Abd Qais Al-Fihri رحمه الله berasal dari kabilah Quraisy, Bani Fihr. Ia merupakan keponakan dari ‘Amr bin Al-‘Āsh رضي الله عنه, penakluk Mesir. Kedekatan ini menjadikan ‘Uqbah tumbuh dalam lingkungan jihad dan dakwah sejak usia muda.

Sejak awal, ia dikenal sebagai sosok pemberani, zuhud, dan sangat taat kepada Allah ﷻ, dengan semangat besar untuk menyebarkan Islam.


Peran Besar dalam Futūhāt Islamiyah

Penaklukan Afrika Utara

Pada masa kekhilafahan Mu‘āwiyah bin Abī Sufyān رضي الله عنه, ‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله dipercaya memimpin ekspedisi militer ke Afrika Utara. Ia menghadapi tantangan berat berupa:

  • Kekaisaran Bizantium

  • Perlawanan suku-suku Berber

  • Kondisi geografis yang keras dan asing

Namun dengan keteguhan iman dan strategi yang matang, ia berhasil membuka wilayah demi wilayah untuk Islam.


Pendirian Kota Kairouan

Tonggak Peradaban Islam

Salah satu jasa terbesar ‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله adalah mendirikan Kota Kairouan (Tunisia) pada tahun 50 H. Kota ini dibangun sebagai:

  • Pusat militer Islam

  • Markas dakwah dan pendidikan

  • Benteng aqidah Ahlus Sunnah di Afrika Utara

Masjid Kairouan yang didirikannya menjadi salah satu masjid tertua dan pusat keilmuan Islam selama berabad-abad.


Semangat Dakwah dan Tauhid

‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله tidak hanya menaklukkan wilayah, tetapi juga menanamkan tauhid. Ia mengajarkan Islam kepada penduduk setempat dengan kesungguhan dan kesabaran, menjadikan dakwah sebagai tujuan utama jihadnya.

Dalam berbagai riwayat sejarah, ia dikenal sebagai sosok yang:

  • Banyak beribadah

  • Sangat tawakkal kepada Allah ﷻ

  • Tidak silau dengan dunia dan kekuasaan


Syahidnya ‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله

Pada tahun 63 H, dalam perjalanan kembali dari ekspedisi besar hingga ke wilayah Samudra Atlantik, ‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله diserang oleh gabungan pasukan Bizantium dan sebagian suku Berber di daerah Tahudah.

Ia gugur sebagai syahid bersama sejumlah sahabat dan pasukannya. Wafatnya menandai berakhirnya satu fase penting perjuangan Islam di Afrika Utara, namun pengaruhnya tetap hidup hingga hari ini.


Teladan dan Pelajaran

Dari kehidupan ‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله, umat Islam dapat mengambil banyak pelajaran, di antaranya:

  • Jihad adalah sarana menegakkan tauhid, bukan tujuan duniawi

  • Dakwah harus dibarengi ilmu dan akhlak

  • Membangun peradaban Islam memerlukan visi jangka panjang

  • Keteguhan iman melahirkan keberanian sejati


Penutup

‘Uqbah bin Nāfi‘ رحمه الله adalah simbol panglima Islam yang menggabungkan kekuatan iman, dakwah, dan strategi. Melalui perjuangannya, Islam tidak hanya hadir sebagai kekuatan militer, tetapi juga sebagai cahaya peradaban di Afrika Utara. Namanya akan selalu dikenang sebagai peletak fondasi Islam di Maghrib.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top