Pendahuluan
Ummu Waraqah رضي الله عنها adalah salah satu shahabiyah mulia yang memiliki keutamaan besar dalam kecintaan terhadap Al-Qur’an, ibadah, dan jihad di jalan Allah ﷻ. Namanya sering disebut dalam kitab-kitab sirah dan hadits karena kedudukannya yang istimewa, terutama dalam semangat beribadah, hafalan Al-Qur’an, serta peran pentingnya di masa Rasulullah ﷺ. Kisah Ummu Waraqah رضي الله عنها menjadi teladan bagi kaum muslimah sepanjang masa.
Profil Singkat Ummu Waraqah رضي الله عنها
Ummu Waraqah رضي الله عنها termasuk perempuan Anshar dari Madinah. Ia dikenal sebagai wanita yang tekun beribadah, rajin membaca dan menghafal Al-Qur’an, serta memiliki keinginan besar untuk berjuang di jalan Allah ﷻ. Ketakwaan dan kesungguhan ibadahnya membuat Rasulullah ﷺ memberikan perhatian khusus kepadanya.
Kecintaan kepada Al-Qur’an dan Ibadah
Ummu Waraqah رضي الله عنها dikenal sebagai salah satu shahabiyah yang menghafal Al-Qur’an. Ia menghabiskan waktunya untuk shalat, tilawah, dan dzikir. Kecintaannya kepada Al-Qur’an bukan hanya sebatas bacaan, tetapi juga pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Rasulullah ﷺ memberikan izin khusus kepadanya untuk memiliki muadzin di rumahnya agar ia dapat menegakkan shalat berjamaah di kalangan keluarganya. Hal ini menunjukkan penghargaan Islam terhadap ilmu, ibadah, dan ketakwaan, tanpa memandang jenis kelamin.
Dalil Hadits tentang Ummu Waraqah رضي الله عنها
Di antara hadits shahih yang menjelaskan keutamaan Ummu Waraqah رضي الله عنها adalah riwayat dari ‘Abdurrahman bin Khallad Al-Anshari رضي الله عنه:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَزُورُ أُمَّ وَرَقَةَ فِي بَيْتِهَا، وَجَعَلَ لَهَا مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ لَهَا، وَأَمَرَهَا أَنْ تَؤُمَّ أَهْلَ دَارِهَا
“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ biasa mengunjungi Ummu Waraqah di rumahnya, dan beliau menjadikan untuknya seorang muadzin yang mengumandangkan adzan untuknya, serta memerintahkannya agar mengimami shalat bagi penghuni rumahnya.”
(HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani رحمه الله)
Hadits ini menunjukkan kemuliaan Ummu Waraqah رضي الله عنها dalam ibadah dan kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ.
Semangat Jihad dan Kesyahidan
Ummu Waraqah رضي الله عنها juga dikenal memiliki semangat jihad yang tinggi. Ketika terjadi Perang Badar, ia meminta izin kepada Rasulullah ﷺ untuk ikut serta merawat para mujahid yang terluka dengan harapan mendapatkan pahala syahid. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Allah ﷻ telah menyiapkan baginya kesyahidan di tempatnya.
Di kemudian hari, Ummu Waraqah رضي الله عنها wafat dalam keadaan terbunuh oleh budaknya sendiri, dan para ulama menyebutnya sebagai syahidah. Peristiwa ini membenarkan sabda Rasulullah ﷺ tentang kesyahidan yang Allah ﷻ tetapkan baginya.
Keteladanan Ummu Waraqah رضي الله عنها
Kisah Ummu Waraqah رضي الله عنها memberikan banyak pelajaran berharga, di antaranya:
-
Keutamaan ilmu dan Al-Qur’an bagi laki-laki dan perempuan.
-
Pentingnya kesungguhan dalam ibadah, meskipun dilakukan di ruang lingkup rumah.
-
Semangat jihad dan pengorbanan di jalan Allah ﷻ sesuai dengan kemampuan.
-
Kemuliaan wanita dalam Islam yang dinilai dari iman dan ketakwaannya.
Penutup
Ummu Waraqah رضي الله عنها adalah sosok shahabiyah yang memadukan ilmu, ibadah, dan pengorbanan dengan keikhlasan. Kisah hidupnya menjadi inspirasi bagi kaum muslimah untuk mencintai Al-Qur’an, memperbanyak ibadah, dan berkontribusi bagi agama sesuai dengan peran masing-masing. Semoga Allah ﷻ meridhainya dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang meneladani kebaikannya.


