Pendahuluan
Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh رضي الله عنه adalah salah satu sahabat mulia yang dijamin masuk surga oleh Rasulullah ﷺ. Beliau dikenal sebagai sosok pemberani, dermawan, dan pengorban yang luar biasa dalam membela Islam. Dalam sejarah Islam, Ṭalḥah memiliki peran penting di medan perang dan dalam dakwah Rasulullah ﷺ.
Nasab dan Keislaman
Nama lengkapnya adalah Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh bin ‘Uthmān bin ‘Amr bin Ka‘b bin Sa‘d bin Taym bin Murrah Al-Qurasyi At-Taymi. Beliau berasal dari suku yang sama dengan Abū Bakr Ash-Shiddīq رضي الله عنه, dan termasuk dari kalangan bangsawan Quraisy.
Ṭalḥah رضي الله عنه masuk Islam melalui dakwah Abū Bakr Ash-Shiddīq رضي الله عنه pada masa-masa awal kenabian. Ia menjadi bagian dari kelompok sahabat pertama yang beriman kepada Rasulullah ﷺ dan siap berkorban demi agama ini.
Keteguhan dalam Dakwah
Ketika kaum Quraisy menyiksa kaum Muslimin, Ṭalḥah رضي الله عنه termasuk yang mendapat tekanan keras. Namun, ia tetap teguh dalam iman dan menolak untuk kembali kepada kekafiran. Keteguhannya menjadi teladan bagi generasi setelahnya.
Keberanian di Medan Perang
Ṭalḥah رضي الله عنه dikenal karena keberaniannya dalam setiap peperangan. Salah satu peristiwa paling mengesankan terjadi dalam Perang Uhud.
Ketika kaum Muslimin terpukul mundur dan Rasulullah ﷺ terancam, Ṭalḥah رضي الله عنه maju dengan gagah berani melindungi Rasulullah ﷺ dengan tubuhnya sendiri.
Diriwayatkan dari Abū Bakr رضي الله عنه bahwa ia berkata:
رَأَيْتُ يَوْمَ أُحُدٍ عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ رَجُلًا يُدَافِعُ عَنْهُ، قَدْ أُصِيبَتْ يَدُهُ فَقُطِعَتْ، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: هُوَ طَلْحَةُ بْنُ عُبَيْدِ اللَّهِ
“Pada hari Uhud aku melihat seorang laki-laki melindungi Nabi ﷺ dengan tubuhnya, tangannya terluka hingga terputus. Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Itu adalah Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh.’” (HR. At-Tirmidzi, dinyatakan hasan shahih oleh Al-Albani)
Rasulullah ﷺ sangat memuji pengorbanan beliau dan bersabda:
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى شَهِيدٍ يَمْشِي عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ فَلْيَنْظُرْ إِلَى طَلْحَةَ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ
“Barang siapa ingin melihat seorang syahid yang masih berjalan di muka bumi, maka lihatlah Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh.” (HR. At-Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani)
Beliau menderita lebih dari 70 luka pada tubuhnya dalam perang itu, namun tetap teguh di sisi Rasulullah ﷺ hingga akhir pertempuran.
Kedermawanan Ṭalḥah رضي الله عنه
Ṭalḥah dikenal sangat dermawan. Ia sering menginfakkan hartanya di jalan Allah ﷻ. Diriwayatkan bahwa beliau pernah menjual sebidang tanah seharga 700.000 dirham, kemudian membagikannya seluruhnya kepada fakir miskin.
Rasulullah ﷺ bersabda tentang keutamaan orang yang berinfak:
مَا نَقَصَ مَالٌ مِنْ صَدَقَةٍ
“Harta tidak akan berkurang karena sedekah.” (HR. Muslim dari Abū Hurairah رضي الله عنه)
Ṭalḥah رضي الله عنه adalah contoh hidup dari hadits ini. Hartanya justru semakin diberkahi dan dikenang karena digunakan untuk kebaikan.
Sifat dan Akhlak Mulia
Ṭalḥah رضي الله عنه dikenal lembut, pemaaf, dan penuh kasih terhadap sesama Muslim. Ia juga dikenal sangat menghormati Rasulullah ﷺ dan keluarga beliau.
Beliau berkata, “Mendengar satu hadits dari Rasulullah ﷺ lebih aku cintai daripada dunia dan seisinya.”
Wafatnya Ṭalḥah رضي الله عنه
Ṭalḥah رضي الله عنه wafat pada tahun 36 H dalam peristiwa Perang Jamal. Beliau gugur dalam keadaan menegakkan prinsipnya dan tetap memegang niat yang tulus untuk persatuan umat Islam.
Ketika berita wafatnya sampai kepada ‘Alī bin Abī Ṭālib رضي الله عنه, beliau menangis dan berkata:
“Semoga Allah merahmatimu wahai Abū Muhammad (Ṭalḥah). Demi Allah, engkau adalah seorang yang banyak berbuat kebaikan, sangat dermawan, dan termasuk sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ.”
Teladan dari Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh رضي الله عنه
-
Keberanian luar biasa dalam membela kebenaran.
-
Pengorbanan fisik dan harta di jalan Allah ﷻ.
-
Kesetiaan kepada Rasulullah ﷺ hingga akhir hayat.
-
Ketulusan hati dan keikhlasan dalam beramal.
Penutup
Ṭalḥah bin ‘Ubaidillāh رضي الله عنه adalah simbol keberanian dan pengorbanan dalam Islam. Ia membuktikan makna sejati jihad dengan tindakan nyata dan keikhlasan yang murni.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



