Menjaga Stamina untuk Ibadah

Seorang Muslim yang cerdas akan menyadari bahwa tubuh merupakan kendaraan utama dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ﷻ. Memasuki fase akhir bulan Sya’ban, kita perlu memberikan perhatian khusus pada kesehatan fisik agar tidak tumbang saat Ramadhan tiba. Tanpa stamina yang prima, seseorang akan kesulitan menunaikan shalat Tarawih yang panjang atau menjaga fokus saat tadabbur Al-Qur’an.

Tubuh Kuat Dicintai Allah ﷻ

Menjaga kebugaran jasmani bukan sekadar urusan duniawi, melainkan bagian dari upaya memaksimalkan pengabdian kepada Sang Pencipta. Rasulullah ﷺ memberikan motivasi yang sangat kuat agar umat Islam menjadi pribadi yang tangguh secara fisik maupun mental. Penjelasan mengenai keutamaan kekuatan seorang mukmin terekam jelas dalam sebuah hadits dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ

Dari Abu Hurairah رضي الله عنه, beliau berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah, namun pada masing-masing terdapat kebaikan. (HR. Muslim nomor 2664).

Pola Makan dan Istirahat Nabi ﷺ

Kunci utama dalam menjaga stamina adalah mengatur pola konsumsi dan waktu istirahat secara proporsional sesuai bimbingan syariat. Seseorang yang makan secara berlebihan akan cenderung merasa malas dan berat untuk menggerakkan anggota tubuhnya dalam beribadah. Allah ﷻ secara tegas mengingatkan manusia agar menjauhi perilaku berlebih-lebihan yang dapat merusak kesehatan batin dan fisik.

وكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

…makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. (Al-A’raf: 31).

Selanjutnya, kita harus membiasakan diri untuk tidur lebih awal agar bisa bangun di sepertiga malam dengan kondisi segar. Rasulullah ﷺ memberikan teladan untuk tidak berbincang-bincang hal sia-sia setelah waktu isya guna menjaga kualitas istirahat. Jadi, mari kita jadikan bulan Sya’ban ini sebagai ajang untuk mendisiplinkan jam biologis tubuh kita masing-masing.

Langkah Praktis Penguatan Fisik

Kita dapat memulai pemanasan stamina dengan merutinkan puasa sunnah serta melakukan olahraga ringan secara konsisten. Selain itu, pastikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh adalah makanan yang halal lagi baik (thayyib) demi keberkahan energi. Kesungguhan dalam menjaga kesehatan di bulan Sya’ban akan membuahkan ketahanan yang luar biasa saat kita menjalankan puasa sebulan penuh.

Apabila fisik sudah terjaga dengan baik, maka konsentrasi dalam setiap rakaat shalat akan menjadi lebih terjaga dan khusyuk. Kekuatan seorang hamba yang bersyukur adalah dengan menggunakan nikmat sehatnya untuk memperbanyak sujud kepada Tuhan semesta alam. Maka dari itu, gunakanlah sisa waktu di bulan Sya’ban ini untuk memperkuat raga demi meraih rida-Nya.

Menuju Ramadhan dengan Energi Maksimal

Menjaga stamina merupakan bentuk amanah terhadap jasad yang telah Allah ﷻ pinjamkan kepada kita selama di dunia ini. Sya’ban mengajarkan kita bahwa ibadah yang berkualitas memerlukan dukungan fisik yang sehat dan tidak mudah lelah. Jadi, marilah kita perbaiki pola hidup sekarang juga agar kita mampu meraih puncak ibadah pada bulan penuh ampunan nanti.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top