Khutbah Pertama
الحمد لله العدل، الذي حرم الظلم على نفسه وجعله بين العباد محرماً، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ﷺ، صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم تسليماً كثيراً.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي المقصّرة بتقوى الله ﷻ، فإنها زاد المتقين، ووصية رب العالمين.
Makna Zhalim Menurut Syariat
Jamaah shalat Jumat yang dimuliakan oleh Allah ﷻ,
Kezhaliman adalah perkara yang sangat dibenci oleh Allah ﷻ. Dalam syariat, zhalim berarti meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, baik dalam hal keyakinan, ucapan, maupun perbuatan.
Ada tiga bentuk utama kezhaliman:
-
Zhalim kepada Allah ﷻ, yaitu dengan melakukan kesyirikan.
-
Zhalim kepada sesama manusia, dengan mengambil hak, menyakiti, atau menzalimi mereka.
-
Zhalim kepada diri sendiri, dengan melakukan maksiat atau meninggalkan kewajiban.
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits qudsi dari Abu Dzar رضي الله عنه:
يَا عِبَادِي، إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِي، وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا، فَلَا تَظَالَمُوا
“Wahai hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku, dan Aku jadikan kezaliman itu haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi.” (HR. Muslim no. 2577)
Dampak Buruk Kezhaliman
Kezhaliman tidak hanya mendatangkan murka Allah ﷻ, tetapi juga menghancurkan kehidupan di dunia dan akhirat. Zhalim kepada orang lain bisa menyebabkan kebinasaan, sementara zhalim kepada diri sendiri menyebabkan terhalangnya hidayah dan keberkahan.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ
“Dan janganlah engkau mengira bahwa Allah lengah terhadap apa yang diperbuat oleh orang-orang zhalim.”(QS. Ibrahim: 42)
Setiap kezaliman pasti akan dibalas, jika bukan di dunia maka di akhirat. Maka berhati-hatilah dari kezaliman dalam bentuk apa pun.
Khutbah Kedua
الحمد لله على إحسانه، والشكر له على توفيقه وامتنانه، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ﷺ.
Larangan Zhalim di Bulan Haram
Jamaah yang dirahmati oleh Allah ﷻ,
Bulan Dzulqa’dah adalah bulan haram. Sebagaimana firman-Nya:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا… فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ
“Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan… maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Ayat ini menegaskan bahwa kezhaliman pada bulan haram lebih besar dosanya. Maka jangan sekali-kali menzalimi orang lain, menipu, mencaci, atau melanggar hak sesama, apalagi di waktu yang dimuliakan ini.
Kisah Para Salaf dalam Menjauhi Kezhaliman
Para ulama salaf sangat berhati-hati dalam urusan kezhaliman. Di antara kisah yang patut kita renungkan:
-
Umar bin Abdul Aziz رحمه الله pernah berkata:
“Aku lebih memilih mengembalikan seribu dirham yang bukan milikku, daripada menghadapi Allah ﷻ dengan satu dirham yang haram.” -
Imam Abu Hanifah رحمه الله tidak pernah memakan buah dari pohon yang berada di dekat pagar rumahnya karena takut itu bukan haknya.
Mereka sadar bahwa kezhaliman sekecil apa pun akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah ﷻ.
Penutup dan Doa
Jamaah sekalian,
Mari kita bersihkan diri dari segala bentuk kezaliman. Jika kita pernah menzalimi orang lain, maka mintalah maaf dan kembalikan haknya. Jika kita pernah menzalimi diri sendiri dengan maksiat, bertaubatlah kepada Allah ﷻ.
اللَّهُمَّ طَهِّرْ قُلُوبَنَا مِنَ الظُّلْمِ، وَأَعِذْنَا مِنْ شَرِّ أَنْفُسِنَا، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُقِيمُونَ الْعَدْلَ وَيَكْرَهُونَ الْبَغْيَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|