Menghormati Waktu sebagai Bentuk Iman

Waktu adalah nikmat besar yang sering dilalaikan manusia. Dalam Islam, menghormati waktu bukan sekadar disiplin hidup, tetapi merupakan bagian dari keimanan. Seorang Mukmin yang memahami nilai waktu akan berusaha mengisinya dengan ketaatan dan menjauhi perbuatan sia-sia serta maksiat.


Waktu dalam Pandangan Al-Qur’an

Allah ﷻ Bersumpah dengan Waktu

Allah ﷻ berfirman:

وَالْعَصْرِ ۝ إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ ۝ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ ۝

Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran (QS. Al-‘Ashr: 1–3).

Ayat ini menunjukkan bahwa waktu adalah perkara agung sampai Allah ﷻ bersumpah dengannya. Kerugian manusia terjadi ketika waktu berlalu tanpa iman dan amal shalih.


Menghormati Waktu Termasuk Syiar Allah ﷻ

Waktu-waktu yang Dimuliakan Allah ﷻ

Allah ﷻ juga berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ

Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah adalah dua belas bulan, sejak Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi diri kamu dalam bulan-bulan itu (QS. At-Taubah: 36).

Ayat ini menegaskan bahwa menghormati waktu-waktu tertentu, seperti bulan-bulan haram, merupakan bagian dari agama yang lurus.


Tanda Iman: Tidak Menyia-nyiakan Waktu

Hadits Shahih tentang Nikmat Waktu

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang (HR. Al-Bukhari, dari Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما).

Hadits ini menunjukkan bahwa menyia-nyiakan waktu adalah bentuk kerugian, dan orang yang beriman akan berusaha memanfaatkannya dengan baik.


Waktu Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Setiap Detik Akan Dihisab

Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih:

لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ بِهِ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ

Tidak akan bergeser kedua kaki seorang hamba pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya bagaimana ia mengamalkannya, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan (HR. At-Tirmidzi; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Hadits ini menegaskan bahwa waktu hidup manusia adalah amanah besar yang akan dimintai pertanggungjawaban.


Menghormati Waktu dengan Amal Shalih

Mengisi Waktu dengan Ketaatan

Menghormati waktu berarti:

  • Menjaga kewajiban tepat pada waktunya, terutama shalat

  • Mengisi waktu luang dengan amal shalih

  • Menjauhi maksiat dan perbuatan sia-sia

  • Memanfaatkan waktu-waktu mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ

Semua ini adalah buah dari iman yang hidup dalam hati.


Rajab dan Pendidikan Menghargai Waktu

Bulan Rajab sebagai bulan haram mendidik kaum Muslimin agar lebih peka terhadap nilai waktu. Jika seorang hamba mampu menjaga diri di waktu yang dimuliakan Allah ﷻ, maka itu tanda kuatnya iman dan kesadaran akan hisab di akhirat.

Menghormati waktu bukan sekadar manajemen hidup, tetapi bagian dari penghambaan kepada Allah ﷻ.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top