Bulan Sya’ban menawarkan peluang emas bagi setiap Muslim untuk mempererat ikatan batin dengan teladan agung, Rasulullah ﷺ. Sebagai masa persiapan sebelum Ramadhan, bulan ini menjadi waktu yang sangat ideal untuk mempraktikkan sunnah-sunnah beliau secara lebih intensif. Seseorang yang sungguh-sungguh menghidupkan sunnah Nabi ﷺ pada bulan Sya’ban akan merasakan kemudahan spiritual saat memasuki bulan suci nanti.
Keutamaan Menjaga Sunnah Nabi ﷺ
Mengikuti sunnah merupakan bukti nyata dari cinta seorang hamba kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya secara tulus. Ketika banyak manusia mulai lalai karena terjepit di antara dua bulan besar, menghidupkan ketaatan menjadi amalan yang sangat mulia. Allah ﷻ secara tegas menjanjikan kasih sayang dan ampunan-Nya bagi siapa saja yang mau mengikuti petunjuk Nabi ﷺ.
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Ali ‘Imran: 31).
Rahasia Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban
Salah satu sunnah yang paling menonjol pada bulan ini adalah memperbanyak ibadah puasa sunnah melebihi bulan-bulan lainnya. Rasulullah ﷺ memberikan contoh bahwa Sya’ban merupakan momentum terbaik untuk meningkatkan kuantitas puasa sebelum kewajiban Ramadhan tiba. Melalui kesaksian ibunda Aisyah رضي الله عنها, kita dapat melihat betapa besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap amalan ini.
عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
Dari Aisyah رضي الله عنها, beliau berkata: Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali Ramadhan. Selain itu, aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa daripada di bulan Sya’ban. (HR. Bukhari nomor 1969 dan Muslim nomor 1156).
Selanjutnya, kita harus menyadari bahwa sunnah ini bertujuan untuk melatih kekuatan iman agar tidak kaget saat menghadapi ujian lapar nanti. Dengan menjalankan puasa, seseorang sedang menyelaraskan detak jantungnya dengan ketaatan yang Nabi ﷺ ajarkan selama bertahun-tahun. Jadi, mari kita ambil bagian dalam keberkahan ini meskipun hanya dengan melakukan puasa Senin dan Kamis secara rutin.
Praktik Sunnah dalam Keseharian
Selain puasa, kita dapat menghidupkan sunnah melalui perbaikan akhlak dan lisan dalam berinteraksi dengan sesama manusia. Memperbanyak shalawat kepada Nabi ﷺ juga menjadi amalan ringan namun berbalas pahala yang sangat luar biasa di sisi Allah ﷻ. Sya’ban adalah waktu yang tepat untuk meninjau kembali sejauh mana kehidupan kita sudah sesuai dengan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Setiap langkah kecil dalam mengikuti sunnah akan membawa keberkahan yang sangat luas dalam urusan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, mari kita jadikan bulan Sya’ban sebagai ajang pembuktian bahwa kita adalah umat yang setia pada ajaran beliau. Kesungguhan ini akan memudahkan kita untuk meraih syafaat dari Baginda Nabi ﷺ di hari kiamat kelak.
Kesimpulan Indah dalam Sunnah
Menghidupkan sunnah Nabi di bulan Sya’ban merupakan investasi spiritual yang akan membuahkan hasil manis di masa depan. Sya’ban mengajak kita untuk bangkit dari kelalaian dan kembali pada jalur ketaatan yang benar dan kokoh. Jadi, mari kita terus istiqamah mengikuti jejak beliau hingga ajal menjemput dalam keadaan husnul khatimah.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

