Menata Niat dan Target Ibadah Ramadhan

Bulan Ramadhan akan segera tiba menyapa umat Islam di seluruh penjuru dunia. Oleh karena itu, persiapan yang matang menjadi kunci utama agar momen mulia ini tidak berlalu begitu saja. Tanpa perencanaan yang baik, seseorang sering kali kehilangan arah dalam menjalankan ibadah. Padahal, keberhasilan meraih keberkahan sangat bergantung pada bagaimana kita menata niat dan menentukan target ibadah sejak awal.


Kekuatan Niat sebagai Pondasi Utama

Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah memurnikan niat hanya karena Allah ﷻ semata. Niat merupakan ruh dari setiap amal perbuatan yang kita kerjakan. Seandainya niat kita salah, maka sebanyak apa pun amalan tersebut, ia tidak akan memiliki nilai di sisi Allah ﷻ. Walaupun amalan terlihat besar, namun niatlah yang menentukan berat atau ringannya timbangan pahala tersebut.

Allah ﷻ mengingatkan kita untuk selalu ikhlas dalam menjalankan ketaatan:

وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ

Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus. (QS. Al-Bayyinah: 5)

Selanjutnya, Rasulullah ﷺ juga menegaskan kedudukan niat dalam sebuah hadits yang sangat populer. Sahabat Umar bin Khattab رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya amalan itu hanyalah tergantung pada niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan apa yang ia niatkan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Menentukan Target Ibadah yang Terukur

Setelah menata niat, langkah berikutnya adalah menyusun target ibadah yang jelas. Target ini berfungsi sebagai kompas agar kita tetap istiqamah selama satu bulan penuh. Tanpa adanya target, kita cenderung akan bersantai-santai di awal bulan dan kelelahan di akhir bulan. Padahal, sepuluh hari terakhir Ramadhan merupakan puncak dari segala keutamaan.

Sebagai contoh, kita bisa menetapkan target harian yang realistis seperti:

  • Pertama, menjaga shalat lima waktu berjamaah di masjid bagi laki-laki.

  • Kedua, menyelesaikan tilawah Al-Qur’an (khatam) minimal satu kali.

  • Ketiga, menjaga konsistensi shalat tarawih hingga akhir malam bersama imam.

Terkait dengan shalat malam, Rasulullah ﷺ memberikan motivasi besar bagi kita. Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengatur Strategi Agar Tidak Futur

Namun, semangat yang menggebu-gebu sering kali luntur di tengah jalan atau yang sering disebut dengan istilah futur. Untuk mengatasi hal tersebut, kita perlu mengatur strategi dan jadwal harian secara disiplin. Selain itu, kurangi aktivitas duniawi yang tidak mendesak agar energi kita fokus pada ibadah.

Lebih lanjut, libatkanlah keluarga dalam menentukan target bersama. Dengan cara ini, suasana rumah akan terasa lebih religius dan setiap anggota keluarga bisa saling menyemangati. Kemudian, jangan lupa untuk selalu berdoa agar Allah ﷻ memberikan kekuatan fisik dan keteguhan hati selama bulan suci ini.

Sebab, keberhasilan ibadah bukan semata-mata karena usaha kita, melainkan karena taufiq dari Allah ﷻ. Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه, bahwa beliau ﷺ berpesan agar kita tidak meninggalkan doa berikut setelah shalat:

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Ya Allah, tolonglah aku untuk senantiasa berdzikir kepada-Mu, bersyukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu. (HR. Abu Dawud, Syaikh Al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Shahih Sunan Abi Dawud)

Kesimpulan

Akhirnya, mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan rencana yang rapi. Dengan menata niat yang ikhlas serta menentukan target yang jelas, insya Allah kita bisa meraih predikat takwa yang sesungguhnya. Semoga Allah ﷻ memudahkan setiap langkah kita dalam menjalankan ketaatan dan menerima seluruh amal ibadah kita.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top