Menangisi dosa bukanlah kelemahan, tetapi tanda hidupnya iman dalam hati seorang Mukmin. Air mata karena takut kepada Allah ﷻ lahir dari kesadaran akan kebesaran-Nya, pengakuan atas kelalaian diri, serta harapan akan ampunan dan rahmat-Nya. Inilah tangisan yang mulia dan diridhai.
Tangisan karena Allah ﷻ dalam Al-Qur’an
Ciri Orang Beriman yang Tersentuh Hatinya
Allah ﷻ berfirman:
وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا
Dan mereka menyungkur atas dagu mereka sambil menangis, dan bertambahlah kekhusyukan mereka (QS. Al-Isra: 109).
Ayat ini menjelaskan bahwa tangisan karena takut kepada Allah ﷻ adalah buah dari kekhusyukan dan keimanan yang hidup.
Menangisi Dosa sebagai Bentuk Penyesalan
Penyesalan Adalah Inti Taubat
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud رضي الله عنه:
النَّدَمُ تَوْبَةٌ
Penyesalan adalah taubat (HR. Ibnu Majah; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Menangisi dosa merupakan wujud penyesalan yang mendalam. Hati yang hidup akan merasakan sakit saat mengingat maksiat yang pernah dilakukan.
Keutamaan Air Mata karena Takut kepada Allah ﷻ
Mata yang Tidak Disentuh Api Neraka
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما:
عَيْنَانِ لَا تَمَسُّهُمَا النَّارُ: عَيْنٌ بَكَتْ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ، وَعَيْنٌ بَاتَتْ تَحْرُسُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ
Dua mata yang tidak akan disentuh api neraka: mata yang menangis karena takut kepada Allah dan mata yang berjaga di jalan Allah (HR. At-Tirmidzi; dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Hadits ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan tangisan yang lahir dari rasa takut kepada Allah ﷻ.
Tangisan yang Mendatangkan Naungan Allah ﷻ
Termasuk Golongan yang Mendapat Naungan di Hari Kiamat
Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه:
وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Dan seorang lelaki yang mengingat Allah dalam keadaan sendirian lalu kedua matanya bercucuran air mata (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Hurairah رضي الله عنه).
Tangisan ini lahir dari keikhlasan dan kesadaran pribadi, tanpa ingin dilihat atau dipuji manusia.
Mengapa Tidak Menangis atas Dosa Itu Berbahaya?
Hati yang tidak tersentuh oleh dosa dikhawatirkan telah mengeras. Ketika maksiat terasa biasa, nasihat terasa berat, dan air mata sulit keluar, itulah tanda iman melemah dan hati membutuhkan perbaikan.
Cara Menghidupkan Hati agar Menangisi Dosa
Mengingat Kebesaran Allah ﷻ dan Hisab Akhirat
Beberapa sebab yang dapat melembutkan hati:
-
Merenungi ayat-ayat Al-Qur’an
-
Mengingat kematian dan hisab
-
Mengingat dosa-dosa yang pernah dilakukan
-
Berdoa agar Allah ﷻ melembutkan hati
Tangisan yang jujur akan membuka pintu taubat dan mendatangkan ketenangan jiwa.
Bulan Mulia sebagai Waktu Melembutkan Hati
Bulan-bulan mulia seperti Rajab adalah waktu yang tepat untuk muhasabah dan melembutkan hati. Menangisi dosa di waktu yang dimuliakan Allah ﷻ adalah tanda kesungguhan dalam kembali kepada-Nya.
Menangisi dosa adalah anugerah. Ia menjadi bukti bahwa iman masih hidup dan hati masih ingin dekat kepada Allah ﷻ.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|

