Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله

Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله adalah salah satu tokoh besar dari kalangan tabi‘in, dikenal sebagai ahli ibadah, faqih, dan murid utama para sahabat Nabi ﷺ, khususnya Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه. Kehidupannya menjadi teladan tentang adab menuntut ilmu, kejujuran ilmiah, serta kezuhudan yang mendalam.


Nasab dan Latar Belakang

Nama lengkap beliau adalah Masruq bin Al-Ajda‘ Al-Hamdani Al-Kufi. Ia berasal dari Kufah dan hidup pada masa generasi tabi‘in, yaitu generasi terbaik setelah para sahabat Nabi ﷺ.

Masruq رحمه الله dikenal sebagai seorang yang sangat menjaga agama, wara‘, dan penuh kehati-hatian dalam menyampaikan ilmu. Para ulama sepakat bahwa ia termasuk tabi‘in besar yang tsiqah (terpercaya).


Kedekatan dengan Para Sahabat Nabi ﷺ

Murid Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه

Masruq رحمه الله adalah murid utama Abdullah bin Mas‘ud رضي الله عنه. Ia meneladani gurunya dalam pemahaman Al-Qur’an, fiqih, dan sikap wara‘.

Diriwayatkan bahwa Masruq رحمه الله berkata:

وَاللَّهِ مَا كُنْتُ أَسْأَلُ ابْنَ مَسْعُودٍ عَنْ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ إِلَّا وَأَنَا أَعْلَمُ فِيمَ نَزَلَتْ

“Demi Allah, aku tidak pernah bertanya kepada Ibnu Mas‘ud tentang satu ayat dari Kitab Allah kecuali aku telah mengetahui dalam konteks apa ayat itu diturunkan.”

Ini menunjukkan kedalaman ilmu dan adab Masruq رحمه الله dalam menuntut ilmu.


Berguru kepada Aisyah رضي الله عنها

Masruq رحمه الله juga termasuk murid terkemuka Aisyah binti Abi Bakr رضي الله عنها. Ia sering bertanya kepada Ummul Mukminin tersebut tentang tafsir, fiqih, dan sunnah Nabi ﷺ.

Aisyah رضي الله عنها sangat menghormati Masruq رحمه الله dan sering memuji kecermatannya dalam memahami hadits.


Kedalaman Ilmu dan Fiqih

Masruq رحمه الله dikenal sebagai faqih Kufah pada masanya. Banyak ulama besar tabi‘in dan tabi‘ut tabi‘in yang mengambil ilmu darinya.

Ia sangat berhati-hati dalam berfatwa dan tidak mudah berbicara tanpa ilmu. Sikap ini sejalan dengan firman Allah ﷻ:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ ۚ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban) (QS. Al-Isra’: 36)


Ibadah dan Kezuhudan

Masruq رحمه الله dikenal sebagai ahli ibadah. Ia banyak melakukan shalat malam, puasa sunnah, dan menangis karena takut kepada Allah ﷻ.

Diriwayatkan bahwa ia berkata:

كَفَى بِالْمَوْتِ وَاعِظًا

“Cukuplah kematian sebagai nasihat.”

Ucapan ini mencerminkan kesadaran akhirat yang sangat kuat dalam diri Masruq رحمه الله.


Sikap Terhadap Dunia dan Kekuasaan

Masruq رحمه الله menjauhi dunia dan tidak tertarik pada jabatan atau kedudukan. Ia memilih hidup sederhana dan fokus pada ilmu serta ibadah.

Ia juga dikenal sangat berhati-hati terhadap fitnah politik dan perselisihan yang terjadi pada masanya, memilih untuk menjaga lisan dan hatinya.


Wafatnya Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله

Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله wafat sekitar tahun 63 H, dalam keadaan tetap istiqamah di atas ilmu dan ibadah.

Beliau meninggalkan warisan besar berupa ilmu, adab, dan keteladanan yang terus dikenang oleh para ulama setelahnya.


Pelajaran Penting dari Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله

1. Adab dalam Menuntut Ilmu

Masruq رحمه الله mengajarkan bahwa ilmu harus disertai adab, kerendahan hati, dan kejujuran.

2. Wara‘ dalam Berfatwa

Tidak semua hal harus dijawab. Diam karena takut salah adalah bagian dari ilmu.

3. Zuhud dan Kesadaran Akhirat

Kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan akhirat adalah tujuan utama.


Penutup

Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله adalah sosok tabi‘in yang memadukan ilmu, ibadah, adab, dan kezuhudan. Ia menjadi contoh nyata bahwa kemuliaan seorang hamba tidak terletak pada popularitas, tetapi pada keikhlasan dan ketakwaannya kepada Allah ﷻ.

Semoga Allah ﷻ merahmati Masruq bin Al-Ajda‘ رحمه الله dan menjadikan kita termasuk orang-orang yang meneladani jalan para salafus shalih.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top