Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه adalah salah satu sahabat Nabi ﷺ yang memiliki peran penting dalam fase perluasan wilayah Islam, khususnya pada masa Khulafā’ Rāsyidīn. Ia dikenal sebagai panglima yang lembut, bijaksana, namun tegas dalam menegakkan keadilan dan syariat Islam.
Nasab dan Masuk Islam
Iyadh bin Ghanm Al-Fihri رضي الله عنه berasal dari kabilah Quraisy. Ia termasuk sahabat yang masuk Islam lebih awal dan dikenal memiliki pemahaman agama yang baik serta kedekatan dengan Rasulullah ﷺ. Keislamannya membentuk karakter kepemimpinan yang berlandaskan iman, akhlak, dan kepatuhan penuh kepada Allah ﷻ dan Rasul-Nya ﷺ.
Kedudukan Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه di Sisi Rasulullah ﷺ
Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه termasuk sahabat yang dipercaya Rasulullah ﷺ dalam berbagai urusan penting. Kepribadiannya yang tenang dan adil menjadikannya sosok yang disegani, baik oleh kaum Muslimin maupun oleh pihak lawan.
Rasulullah ﷺ menanamkan prinsip kelembutan dalam kepemimpinan, dan nilai ini tampak jelas pada diri Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه. Ia tidak dikenal sebagai pemimpin yang keras, tetapi sebagai pemimpin yang mengutamakan hikmah dan keadilan.
Peran Besar pada Masa Khulafā’ Rāsyidīn
Panglima Penaklukan Wilayah Syam
Pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه, Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه diangkat sebagai panglima dan gubernur di wilayah Syam bagian utara. Ia memimpin penaklukan wilayah Al-Jazirah (Mesopotamia Atas), mencakup daerah penting seperti:
-
Ar-Raqqah
-
Harran
-
Edessa (Urfa)
Penaklukan ini dilakukan dengan strategi yang matang dan pendekatan damai, sehingga banyak wilayah yang masuk ke dalam kekuasaan Islam tanpa pertumpahan darah.
Kepemimpinan yang Lembut dan Adil
Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه dikenal sangat lembut terhadap rakyat yang dipimpinnya. Ia meneladani sabda Rasulullah ﷺ tentang pentingnya kasih sayang dalam kepemimpinan.
Rasulullah ﷺ bersabda:
اللَّهُمَّ مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ فَارْفُقْ بِهِ
_“Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan umatku lalu ia bersikap lembut kepada mereka, maka berlaku lembutlah Engkau kepadanya.” (HR. Muslim, dari ‘Aisyah رضي الله عنها)
Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه menjadikan hadits ini sebagai prinsip dalam memimpin, sehingga pemerintahannya dikenal membawa rasa aman dan keadilan.
Wasiat Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه Kepadanya
Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه pernah menasihati Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه agar selalu mengedepankan kelembutan dan tidak bersikap keras kepada rakyat. Nasihat ini semakin menguatkan karakter kepemimpinan Iyadh yang penuh hikmah.
Akhlak dan Keteladanan
Di antara akhlak mulia Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه:
-
Rendah hati meskipun memiliki jabatan tinggi
-
Adil dalam memutuskan perkara
-
Mengutamakan dakwah dan penjelasan sebelum peperangan
-
Tidak zalim kepada non-Muslim yang berada di bawah perlindungan Islam
Ia benar-benar mencerminkan sosok pemimpin Islam yang memadukan kekuatan iman, kecerdasan strategi, dan keluhuran akhlak.
Wafatnya Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه
Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khattab رضي الله عنه. Kaum Muslimin kehilangan seorang pemimpin besar yang berjasa dalam memperluas wilayah Islam dan menegakkan keadilan di negeri-negeri yang ditaklukkan.
Pelajaran Berharga dari Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه
Beberapa pelajaran penting yang dapat dipetik dari sosok Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه:
-
Kepemimpinan yang kuat harus disertai kelembutan
-
Dakwah dan keadilan lebih diutamakan daripada kekerasan
-
Kekuasaan adalah amanah, bukan alat kezaliman
-
Meneladani Rasulullah ﷺ dalam setiap aspek kehidupan
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



