Pendahuluan
Husain bin ‘Ali رضي الله عنه adalah cucu Rasulullah ﷺ, putra Fāṭimah Az-Zahrā رضي الله عنها dan ‘Alī bin Abī Ṭālib رضي الله عنه. Beliau adalah sosok yang dikenal dengan keberanian, keteguhan iman, dan kemuliaan akhlak. Kisah hidup dan kesyahidan beliau menjadi pelajaran agung tentang keteguhan dalam mempertahankan kebenaran.
Nasab dan Kelahiran
Nama lengkap beliau adalah Al-Husain bin ‘Ali bin Abī Ṭālib bin ‘Abdil Muṭṭalib Al-Hāsyimī.
Beliau lahir pada tahun 4 Hijriah di Madinah.
Ketika Husain رضي الله عنه dilahirkan, Rasulullah ﷺ menyambutnya dengan hangat, mengadzankan di telinganya, memberi nama, dan mengaqiqahkannya. Rasulullah ﷺ mencintainya dengan cinta yang mendalam.
Kedudukan dan Kecintaan Rasulullah ﷺ
Husain رضي الله عنه memiliki kedudukan istimewa di sisi Rasulullah ﷺ. Beliau sering mendekap, mencium, dan mendoakan cucunya ini.
Rasulullah ﷺ bersabda:
الْحَسَنُ وَالْحُسَيْنُ سَيِّدَا شَبَابِ أَهْلِ الْجَنَّةِ
“Hasan dan Husain adalah pemimpin para pemuda penghuni surga.” (HR. At-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Rasulullah ﷺ juga bersabda:
حُسَيْنٌ مِنِّي وَأَنَا مِنْ حُسَيْنٍ
“Husain adalah bagian dariku dan aku bagian dari Husain.” (HR. At-Tirmidzi, shahih menurut Al-Albani)
Hadits ini menunjukkan hubungan spiritual dan emosional yang sangat dalam antara Nabi ﷺ dan cucunya ini.
Akhlak Husain رضي الله عنه
Husain رضي الله عنه mewarisi kelembutan ibunya, keberanian ayahnya, dan akhlak luhur kakeknya Rasulullah ﷺ.
Beliau dikenal sebagai:
-
Seorang tegar dalam kebenaran
-
Berani dan mulia
-
Dermawan dan penyantun
-
Ahli ibadah dan ahli ilmu
Para sahabat memuliakan beliau, mencintainya, dan menghormatinya sebagai bagian dari Ahlul Bait yang dimuliakan Allah ﷻ.
Fitnah Besar dan Tragedi Karbala
Setelah wafatnya kakaknya Hasan رضي الله عنه, sebagian kaum Muslimin memberikan baiat kepada Husain رضي الله عنه untuk memimpin.
Namun pada masa itu muncul perbedaan politik, terutama ketika Yazīd bin Mu‘āwiyah menuntut baiat. Husain رضي الله عنه menolak berdasarkan prinsip agama, karena ia meyakini kepemimpinan harus berada di tangan orang yang lurus dan adil.
Husain رضي الله عنه kemudian melakukan perjalanan menuju Irak karena banyak penduduk Kufah mengundangnya. Namun, mereka berkhianat dan pasukan Bani Umayyah menghadangnya di padang Karbala.
Walaupun jumlahnya sedikit, Husain رضي الله عنه tetap menunjukkan keberanian yang luar biasa. Pada tanggal 10 Muharram tahun 61 Hijriah (Hari ‘Āsyūrā), beliau gugur syahid bersama keluarga dan para sahabat yang bersamanya.
Kesyahidan ini bukan kekalahan, tetapi puncak keteguhan iman dalam mempertahankan prinsip kebenaran, tanpa kompromi terhadap kedzaliman.
Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati. Mereka hidup di sisi Rabb mereka dan mendapatkan rezeki.”
Ayat ini sangat layak menjadi gambaran kemuliaan syahid Husain رضي الله عنه.
Sikap Ahlus Sunnah terhadap Husain رضي الله عنه
Ahlus Sunnah wal Jamā‘ah mencintai Husain رضي الله عنه, memuliakannya sebagai cucu Nabi ﷺ, dan mengakui kesyahidan beliau sebagai tragedi besar umat Islam.
Namun kecintaan ini tetap seimbang, tanpa berlebih-lebihan sebagaimana dilakukan kelompok syi’ah.
Sikap yang benar adalah:
-
Mencintainya karena keimanan dan kedekatannya dengan Rasulullah ﷺ
-
Mendoakannya dengan rahmat dan kemuliaan
-
Tidak meratapi kematiannya
Teladan dari Husain bin ‘Ali رضي الله عنه
-
Keteguhan dalam mempertahankan prinsip agama.
-
Keberanian melawan kezaliman meski dalam kondisi lemah.
-
Kesabaran dalam ujian hidup.
-
Menjadi pemimpin yang berprinsip, bukan pencari kekuasaan.
-
Cinta dan hubungan keluarga adalah bagian dari cahaya iman.
Penutup
Husain bin ‘Ali رضي الله عنه adalah permata Ahlul Bait, pemimpin pemuda surga, dan simbol keteguhan dalam menghadapi kezaliman. Kesyahidan beliau di Karbala menjadi pelajaran sepanjang masa bahwa kebenaran harus diperjuangkan, meski harus dibayar dengan darah dan nyawa.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



