Pendahuluan
Kebahagiaan sejati bagi seorang Muslim bukanlah terletak pada harta yang berlimpah atau jabatan yang tinggi, melainkan pada ridho Allah ﷻ. Karena itu, setiap amal yang dikerjakan hendaknya diarahkan sebagai bekal menuju ridho-Nya. Bekal ini bukan hanya berupa ibadah ritual, tetapi juga mencakup akhlak, niat, dan amal shalih dalam kehidupan sehari-hari.
Bekal Utama: Iman dan Amal Shalih
Allah ﷻ berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sungguh akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Nahl: 97)
Ayat ini menegaskan bahwa iman yang disertai amal shalih adalah bekal terbaik untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hadits tentang Jalan Kebahagiaan
Rasulullah ﷺ bersabda:
قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَنَّعَهُ اللَّهُ بِمَا آتَاهُ
“Sungguh beruntung orang yang masuk Islam, diberi rezeki secukupnya, dan Allah menjadikannya qana’ah dengan apa yang diberikan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1054, dari Abdullah bin Amr رضي الله عنهما)
Hadits ini menunjukkan bahwa kebahagiaan hakiki terletak pada keimanan, kecukupan, dan sikap qana’ah.
Bekal Menuju Ridho Allah ﷻ
-
Ikhlas dalam Beramal – setiap amal yang dilakukan harus semata-mata karena Allah ﷻ.
-
Shalat Tepat Waktu – menjaga shalat adalah fondasi kebahagiaan hati.
-
Dzikir dan Doa – hati menjadi tenang dengan mengingat Allah ﷻ.
-
Menjaga Akhlak – berbicara baik, tidak menyakiti orang lain, dan menebar kebaikan.
-
Qana’ah dan Zuhud – merasa cukup dengan rezeki yang halal serta menjauh dari sifat tamak.
Penutup
Bekal kebahagiaan sejati menuju ridho Ilahi bukanlah dunia yang fana, tetapi iman, amal shalih, dan keikhlasan. Siapa yang hidup dengan bekal itu, maka ia akan merasakan ketenangan di dunia dan kebahagiaan abadi di akhirat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|