Pandemi COVID-19 yang melanda dunia pada tahun 2020 silam tidak hanya memberikan dampak pada sektor kesehatan saja. Akan tetapi, wabah ini juga memberikan tekanan ekonomi yang sangat berat, terutama bagi kaum dhu’afa serta para Asatidzah. Padahal, para pejuang dakwah tersebut telah mengabdikan seluruh hidupnya guna membimbing umat dalam ilmu dan ketaatan kepada Allah ﷻ.
Sebagai bentuk kepedulian yang nyata terhadap mereka yang terdampak, Yayasan Amal Mata Hati mengadakan kegiatan sosial pada 7 April 2020. Program pembagian sembako ini bertujuan untuk meringankan beban kaum muslimin dan muslimat, khususnya para Asatidzah dan dhu’afa. Pasalnya, banyak di antara mereka yang mengalami kesulitan ekonomi yang cukup signifikan akibat pembatasan aktivitas selama pandemi.
Penyaluran Bantuan bagi 50 Asatidzah dan Dhu’afa
Ustadz Kurnia Lirahmat, selaku Ketua Yayasan Amal Mata Hati, menyerahkan langsung bantuan sembako ini kepada para penerima manfaat. Sebanyak 50 orang Asatidzah serta kaum dhu’afa yang membutuhkan menerima bantuan tersebut dengan penuh rasa syukur. Kehadiran program ini menjadi sumber kebahagiaan sekaligus harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang di tengah segala keterbatasan.
Ternyata, para Asatidzah dan da’i merasakan dampak ekonomi yang nyata karena masjid serta majelis taklim harus membatasi kegiatannya. Begitu pula dengan kaum dhu’afa yang merasa penghasilan harian mereka semakin sulit didapatkan pada masa yang sukar tersebut. Oleh karena itu, program ini tidak hanya memberikan bantuan materiil semata, namun juga menjadi sarana penguatan ukhuwah Islamiyah. Dengan demikian, solidaritas antar sesama muslim semakin kokoh dalam menghadapi cobaan dari Allah ﷻ secara bersama-sama.
Kepedulian Sosial yang Mengalirkan Keberkahan
Kegiatan sosial ini merupakan bagian dari komitmen kuat Yayasan Amal Mata Hati dalam menolong hamba-hamba Allah ﷻ yang membutuhkan. Terlebih lagi, memuliakan para ulama dan guru agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim yang beriman. Hal ini karena mereka adalah pewaris para nabi yang menyampaikan cahaya kebenaran kepada kita semua.
Dari Ubadah bin Ash-Shamit رضي الله عنه, Rasulullah ﷺ memberikan peringatan melalui sabdanya:
لَيْسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ لَمْ يُجَلَّ كَبِيرَنَا وَيَرْحَمْ صَغِيرَنَا وَيَعْرِفْ لِعَالِمِنَا حَقَّهُ
Bukanlah termasuk umatku orang yang tidak menghormati yang lebih tua, tidak menyayangi yang lebih muda, dan tidak mengetahui hak ulama di antara kita (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’).
Berdasarkan hadits tersebut, maka kita memahami bahwa memberikan bantuan kepada para asatidzah adalah bentuk pengamalan sunnah yang mulia. Diharapkan, program berbagi ini dapat terus berlanjut dengan partisipasi dari berbagai pihak yang ingin ikut serta dalam gerakan kebaikan. Sebab, setiap bantuan yang Bapak berikan, sekecil apa pun itu, akan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir di akhirat kelak.
Mari Bergandengan Tangan dalam Gerakan Kebaikan
Di tengah ujian yang berat ini, kebersamaan serta kepedulian merupakan kunci utama untuk saling menguatkan antar sesama mukmin. Maka dari itu, marilah kita terus berbagi, menolong sesama, dan menjadi bagian dari solusi atas kesulitan umat. Melalui sedekah, kita tidak hanya meringankan beban saudara-saudara kita, tetapi juga membuka pintu keberkahan bagi diri kita sendiri.
Akhirnya, Yayasan Amal Mata Hati mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh donatur yang telah menyisihkan sebagian rezekinya. Semoga Allah ﷻ menerima amal ibadah Bapak dan menjadikannya peneduh di hari kiamat nanti. Mari terus melangkah bersama dalam jalan dakwah dan sosial demi meraih rida Allah ﷻ serta kejayaan Islam.
