Perempuan Cerdas di Awal Peradaban Islam
Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها adalah salah satu shahabiyah yang memiliki kedudukan istimewa dalam sejarah Islam. Ia dikenal sebagai perempuan yang cerdas, berilmu, pandai membaca dan menulis, serta memiliki peran penting dalam masyarakat Madinah pada masa Rasulullah ﷺ dan Khulafā’ Rāsyidīn.
Namanya sering disebut sebagai teladan perempuan berilmu, berakhlak, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan umat.
Nasab dan Keislaman
Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh bin ‘Abd Syams bin Khalaf Al-‘Adawiyyah رضي الله عنها berasal dari kabilah Quraisy Bani ‘Adi, kabilah yang sama dengan Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه. Ia termasuk perempuan Quraisy yang telah mengenal baca tulis sebelum Islam, sebuah keahlian yang sangat langka pada masa itu.
Ia masuk Islam sejak masa awal dakwah di Makkah dan termasuk shahabiyah yang berhijrah ke Madinah.
Keilmuan dan Peran Pendidikan
Guru Baca Tulis di Madinah
Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها dikenal sebagai perempuan yang mengajarkan baca tulis, termasuk kepada Hafshah binti ‘Umar رضي الله عنها, istri Rasulullah ﷺ.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:
عَنْ الشِّفَاءِ بِنْتِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَتْ: دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ وَأَنَا عِنْدَ حَفْصَةَ، فَقَالَ: أَلَا تُعَلِّمِينَ هَذِهِ رُقْيَةَ النَّمْلَةِ كَمَا عَلَّمْتِيهَا الْكِتَابَ
Dari Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها, ia berkata: Rasulullah ﷺ menemuiku ketika aku berada di rumah Hafshah, lalu beliau bersabda: “Tidakkah engkau ajarkan kepadanya ruqyah an-namlah sebagaimana engkau telah mengajarkannya menulis?” (HR. Abu Dawud)
Hadits ini menunjukkan pengakuan langsung Rasulullah ﷺ atas keilmuan dan kemampuan Asy-Syifā’ رضي الله عنها.
Amanah dan Kepercayaan Negara
Penugasan oleh Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه
Pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه, Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها mendapatkan kepercayaan besar. Ia ditunjuk untuk mengawasi pasar Madinah (hisbah), sebuah tugas penting yang biasanya diemban oleh laki-laki.
Hal ini menunjukkan bahwa Islam memuliakan perempuan dengan amanah sesuai kemampuan dan keilmuannya, bukan berdasarkan jenis kelamin semata.
Akhlak dan Keteladanan
Asy-Syifā’ رضي الله عنها dikenal sebagai perempuan yang:
-
Berilmu dan mengamalkan ilmunya
-
Teguh dalam iman dan ketaatan
-
Aktif dalam mendidik generasi
-
Menjaga adab, kehormatan, dan akhlak Islami
Ia menjadi bukti bahwa perempuan dalam Islam memiliki ruang luas untuk berperan, selama berada dalam koridor syariat.
Wafatnya Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها
Para sejarawan menyebutkan bahwa Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها wafat pada masa kekhalifahan Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه atau tidak lama setelahnya. Ia wafat dalam keadaan membawa warisan ilmu, amal, dan keteladanan yang terus dikenang sepanjang sejarah Islam.
Penutup
Asy-Syifā’ binti ‘Abdillāh رضي الله عنها adalah sosok perempuan teladan dalam Islam: berilmu, amanah, berakhlak, dan berkontribusi nyata bagi umat. Kisah hidupnya menegaskan bahwa Islam sangat menjunjung tinggi ilmu dan memberi ruang luas bagi perempuan untuk berperan dalam pembangunan peradaban.
Semoga Allah ﷻ meridhai beliau dan menjadikan kita mampu meneladani semangat keilmuan serta amanahnya.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



