Juru Bicara Kaum Wanita dan Pejuang Sejati
Asma’ binti Yazid bin As-Sakan Al-Anshariyyah رضي الله عنها merupakan salah satu tokoh wanita luar biasa dari kalangan Anshar. Beliau memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi serta keberanian besar di medan perang. Selain itu, kefasihan bicaranya membuat beliau mendapatkan julukan terhormat sebagai Khatibatun Nisa atau juru bicara kaum wanita.
Juru Bicara Kaum Wanita di Hadapan Nabi ﷺ
Suatu hari, Asma’ binti Yazid رضي الله عنها mendatangi Rasulullah ﷺ sebagai wakil kaum wanita untuk bertanya tentang kesetaraan pahala. Beliau menyampaikan bahwa laki-laki memiliki banyak keutamaan melalui shalat jumat, berjamaah, serta jihad di jalan Allah ﷻ. Sementara itu, kaum wanita harus tetap di rumah untuk menjaga harta suami dan mendidik anak-anak mereka.
Mendengar hal tersebut, Rasulullah ﷺ sangat mengagumi kecerdasan pertanyaan Asma’. Beliau kemudian memberikan jawaban menenangkan bahwa ketaatan istri kepada suami dapat menyamai pahala amal-amal laki-laki tersebut. Allah ﷻ menegaskan kesetaraan pahala bagi hamba-Nya yang beramal saleh dalam Al-Qur’an:
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (An-Nahl: 97).
Keberanian Luar Biasa di Medan Perang Yarmuk
Ketokohan Asma’ binti Yazid رضي الله عنها ternyata tidak hanya terbatas pada retorika dan kecerdasan lisan semata. Sejarah Islam mencatat bahwa beliau terjun langsung dalam Perang Yarmuk yang sangat dahsyat untuk membela kaum Muslimin. Dengan penuh keberanian, beliau berhasil menumbangkan beberapa tentara Romawi hanya dengan menggunakan tiang tendanya.
Semangat juang beliau merupakan bentuk nyata dari keimanan yang sangat kokoh kepada Allah ﷻ. Melalui lisan beliau pula, kita mengenal ciri-ciri orang yang terbaik di antara umat manusia. Dari Asma’ binti Yazid رضي الله عنها, Rasulullah ﷺ bersabda:
أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِخِيَارِكُمْ؟ قَالُوا: بَلَى، قَالَ: الَّذِينَ إِذَا رُؤُوا ذُكِرَ اللَّهُ
Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang orang yang terbaik di antara kalian? Para sahabat menjawab: Tentu. Nabi ﷺ bersabda: Yaitu orang-orang yang jika dilihat, maka akan membuat orang ingat kepada Allah (HR. Ibnu Majah dan Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).
Perawi Hadits yang Terpercaya dan Teliti
Asma’ binti Yazid رضي الله عنها juga mengabdikan hidupnya sebagai perawi hadits yang sangat produktif. Beliau banyak meriwayatkan hadits tentang adab, hukum-hukum wanita, hingga detail keseharian Rasulullah ﷺ. Beliau sangat teliti dalam menjaga lisan serta sangat berhati-hati dalam menyampaikan setiap butir ilmu agama.
Salah satu pelajaran penting yang beliau sampaikan adalah larangan keras mengenai berbohong meskipun dalam perkara kecil. Ketegasan beliau dalam menjunjung tinggi kebenaran menjadikannya rujukan utama bagi para Tabi’in dalam mempelajari Sunnah. Keteladanan ini menunjukkan bahwa ilmu dan integritas merupakan perhiasan utama bagi seorang Muslimah.
Wafatnya Sang Khatibah di Wilayah Syam
Asma’ binti Yazid رضي الله عنها wafat pada masa kekhalifahan Yazid bin Mu’awiyah setelah memberikan kontribusi besar bagi dakwah. Beliau meninggalkan teladan abadi bahwa seorang Muslimah mampu menjadi sosok cerdas sekaligus tangguh dalam aksi nyata. Kisah hidup beliau menginspirasi wanita Muslimah sepanjang zaman untuk terus berprestasi demi kejayaan Islam.
Akhirnya, kita dapat mengambil hikmah bahwa kemuliaan seorang hamba terletak pada kualitas iman dan manfaatnya bagi umat. Semoga Allah ﷻ senantiasa meridai perjuangan beliau dan mengumpulkan kita bersama para hamba-Nya yang saleh. Marilah kita terus meneladani semangat Asma’ binti Yazid dalam menuntut ilmu dan membela kebenaran.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



