Al-Mutsannā bin Ḥāritsah رضي الله عنه

Pendahuluan

Al-Mutsannā bin Ḥāritsah رضي الله عنه adalah salah satu panglima besar kaum Muslimin di masa Abu Bakr Ash-Shiddiq رضي الله عنه dan Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه. Beliau dikenal sebagai pahlawan Perang Persia sebelum kedatangan Sa‘d bin Abi Waqqash رضي الله عنه dan menjadi tokoh kunci dalam kemenangan Islam di wilayah Irak. Keberaniannya, keteguhannya pada aqidah, dan kecerdasannya dalam strategi perang menjadikannya figur penting dalam sejarah perluasan wilayah Islam.


Asal Usul dan Keislamannya

Al-Mutsannā berasal dari suku Bani Syaibah dari Bani Bakr bin Wa’il, sebuah kabilah yang terkenal pemberani. Beliau masuk Islam pada masa-masa awal dakwah setelah mendengar seruan Rasulullah ﷺ yang mengajak kepada tauhid dan meninggalkan kesyirikan.

Keislamannya kuat dan kokoh, hingga beliau termasuk tokoh yang dipercaya Khalifah Abu Bakr رضي الله عنه untuk memimpin pasukan besar menuju wilayah Irak yang saat itu berada di bawah kekuasaan Persia.


Peran Besar dalam Ekspansi Islam ke Persia

1. Memulai Ekspedisi Islam ke Irak

Ketika murtad melanda Jazirah Arab setelah wafatnya Rasulullah ﷺ, Al-Mutsannā tampil sebagai pemimpin yang tegas. Setelah fitnah murtad mereda, beliau menghadap Abu Bakr رضي الله عنه dan meminta izin untuk menyerang Persia. Khalifah pun mengizinkannya serta menguatkan pasukannya.

Al-Mutsannā pun memulai fase awal pembebasan Irak. Allah ﷻ berfirman:

 إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ 

“Jika kalian menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (Muḥammad: 7)

Ayat ini menjadi prinsip dakwah dan jihad beliau: kemenangan datang dari pertolongan Allah, bukan sekadar jumlah pasukan.


2. Panglima Perang pada Masa Umar bin Al-Khaththab رضي الله عنه

Ketika Umar رضي الله عنه menjadi khalifah, ekspansi ke Persia semakin diperkuat. Al-Mutsannā tetap menjadi komandan utama pasukan Islam. Ia memimpin berbagai pertempuran penting seperti:

  • Perang Buwayb yang menjadi titik balik kemenangan Islam.

  • Menjaga front Irak hingga kedatangan Sa’d bin Abi Waqqash رضي الله عنه.

Keberanian dan keteguhan Al-Mutsannā memotivasi kaum Muslimin. Dalam banyak peristiwa, ia tampil sebagai pelindung umat dan simbol keteguhan iman.


Wafatnya Sang Pahlawan

Al-Mutsannā bin Ḥāritsah رضي الله عنه wafat pada masa pemerintahan Umar رضي الله عنه, setelah perjuangan panjang melawan pasukan Persia. Beliau wafat sebagai syahid yang mulia; seorang pejuang yang mengorbankan seluruh hidupnya demi tegaknya kalimat Allah ﷻ.


Pelajaran dari Kehidupan Al-Mutsannā رضي الله عنه

1. Keteguhan Aqidah Membawa Kemenangan

Keyakinannya kepada Allah ﷻ membuatnya tidak pernah gentar menghadapi pasukan Persia yang jauh lebih besar.

2. Keberanian yang Didukung Strategi

Beliau bukan hanya pemberani, tetapi juga jenius dalam taktik perang, mampu memimpin pasukan kecil menghadapi musuh besar.

3. Keikhlasan dan Pengorbanan

Hidupnya dicurahkan sepenuhnya untuk Islam—tanpa pamrih dan tanpa ambisi dunia.


Penutup

Al-Mutsannā bin Ḥāritsah رضي الله عنه adalah panglima besar yang membuka jalan bagi kemenangan besar Islam di Persia. Tanpa perannya, ekspansi Islam tidak akan berjalan secepat dan semegah yang tercatat dalam sejarah. Semoga Allah ﷻ meridhainya dan menjadikan kisahnya sebagai inspirasi bagi umat Islam sepanjang zaman.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top