Pendahuluan
Al-‘Abbās bin Abdul Muththalib رضي الله عنه adalah paman Nabi Muhammad ﷺ, salah satu pembesar Quraisy, dan termasuk orang yang sangat mencintai Rasulullah ﷺ sejak sebelum masuk Islam. Meskipun baru menyatakan keislamannya secara terang-terangan saat Fathu Makkah, banyak ulama mengatakan bahwa hatinya telah condong kepada Islam jauh sebelumnya. Beliau memiliki kedudukan mulia di sisi Nabi ﷺ dan menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Islam.
Nasab dan Kedudukan di Masyarakat Quraisy
Al-‘Abbās رضي الله عنه adalah putra Abdul Muththalib, kakek Nabi ﷺ. Ia tumbuh sebagai bangsawan terhormat, pedagang sukses, dan pengelola sumur Zamzam pada masa jahiliyah. Kedermawanannya sangat terkenal di Makkah.
Beliau memiliki hubungan dekat dengan Nabi ﷺ sejak kecil. Bahkan sebelum masuk Islam secara terang, beliau dikenal sebagai pelindung Nabi ﷺ dari gangguan Quraisy.
Keislaman Al-‘Abbās رضي الله عنه
Keislaman beliau telah terjadi lebih awal daripada yang diketahui kebanyakan orang, namun beliau merahasiakannya demi kepentingan dakwah. Hal ini dibuktikan dalam Perang Badar ketika ia ikut bersama pasukan musyrikin namun hatinya bersama kaum muslimin.
Setelah Fathu Makkah, beliau menampakkan keislaman secara terbuka dan menjadi salah satu sahabat yang memiliki peran besar dalam dakwah.
Keutamaan Al-‘Abbās رضي الله عنه
1. Dipuji langsung oleh Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ sangat memuliakan pamannya ini. Disebutkan dalam hadits shahih:
قال رسول الله ﷺ: «إِنَّمَا الْعَبَّاسُ بَقِيَّةُ آبَائِي، فَمَنْ آذَاهُ فَقَدْ آذَانِي»
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Al-‘Abbās adalah peninggalan leluhurku. Siapa yang menyakitinya berarti telah menyakitiku.” (HR. Tirmidzi, dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani)
Hadits ini menunjukkan kedudukan beliau yang sangat mulia di sisi Nabi ﷺ.
2. Doa Nabi ﷺ untuk keturunannya
Rasulullah ﷺ pernah mendoakan keluarga Al-‘Abbās رضي الله عنه sehingga keturunannya menjadi keluarga terhormat dan banyak ulama besar lahir dari mereka.
Rasulullah ﷺ berdoa:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْعَبَّاسِ وَوَلَدِهِ مَغْفِرَةً ظَاهِرَةً وَبَاطِنَةً
“Ya Allah, ampunilah Al-‘Abbās dan anak-anaknya, ampunan yang tampak maupun yang tersembunyi.” (HR. Bukhari)
3. Termasuk sahabat yang teguh imannya
Iman Al-‘Abbās tampak jelas dalam banyak peristiwa penting, di antaranya:
-
Ia menjadi penengah pada Bai’at Aqabah untuk memastikan keselamatan Rasulullah ﷺ.
-
Ia terus melindungi Nabi ﷺ sebelum hijrah.
-
Ia menjadi penolong dakwah setelah Fathu Makkah.
Peran Al-‘Abbās رضي الله عنه dalam Dakwah Islam
1. Membela Nabi ﷺ sejak awal
Sebelum hijrah, ketika Quraisy menyerang atau menekan Nabi ﷺ, Al-‘Abbās sering menjadi tameng karena kedudukannya yang disegani. Ia melindungi Nabi ﷺ secara sosial dan politik.
2. Perannya pada Bai’at Aqabah
Beliau hadir dalam Bai’at Aqabah II sebagai pihak yang memperingatkan Aus dan Khazraj agar menjaga Nabi ﷺ dengan sepenuh hati. Ucapannya terkenal tegas namun penuh kasih sayang.
Kedermawanan Al-‘Abbās رضي الله عنه
Di antara ciri utama beliau adalah sifat dermawan. Beliau terkenal memberikan hutang tanpa riba, menolong fakir miskin, dan memelihara banyak orang pada masa paceklik.
Wafatnya
Al-‘Abbās رضي الله عنه wafat pada masa kekhalifahan ‘Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه pada tahun 32 H. Beliau meninggalkan keturunan yang menjadi para ulama, pemimpin, dan tokoh umat.
Pelajaran Berharga dari Kisah Al-‘Abbās رضي الله عنه
1. Membela dakwah meski belum mampu berhijrah
Beliau tidak dapat hijrah pada awalnya, tetapi tetap membantu dakwah dengan kemampuan yang dimilikinya.
2. Kedermawanan sebagai amal jariyah
Sifat dermawannya menjadi teladan bagi umat Islam sepanjang masa.
3. Kedudukan keluarga Nabi ﷺ
Keluarga Nabi ﷺ memiliki hak penghormatan dan pemuliaan selama tidak melampaui batas syariat.
Kesimpulan
Al-‘Abbās bin Abdul Muththalib رضي الله عنه adalah sosok sahabat mulia yang memiliki hubungan darah dengan Nabi ﷺ sekaligus kedudukan iman yang sangat tinggi. Keberaniannya, kedermawanannya, serta kedudukannya di sisi Rasulullah ﷺ menjadikan beliau salah satu figur penting dalam sejarah Islam yang layak diteladani oleh umat.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|



