Adab Menyampaikan Kritik dan Nasihat

Pendahuluan

Kritik dan nasihat adalah bagian dari amar ma’ruf nahi munkar yang sangat dianjurkan dalam Islam. Namun, keduanya memiliki adab yang harus dijaga agar tujuan perbaikan tercapai tanpa melukai kehormatan, menimbulkan permusuhan, atau merusak ukhuwah. Islam mengajarkan cara menyampaikan kritik dan nasihat dengan hikmah, kelembutan, dan keikhlasan, sehingga pesan kebenaran dapat diterima dengan baik.


Hakikat Nasihat dalam Islam

Allah ﷻ berfirman:

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

“Dan saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.” (Al-‘Aṣr: 3)

Nasihat adalah kewajiban kolektif yang harus disampaikan dengan cara yang benar.


Rasulullah ﷺ bersabda:

الدِّينُ النَّصِيحَةُ

Para sahabat bertanya, “Untuk siapa wahai Rasulullah?”
Beliau ﷺ menjawab:

لِلَّهِ وَلِكِتَابِهِ وَلِرَسُولِهِ وَلِأَئِمَّةِ الْمُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ

“Agama itu nasihat: untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin kaum Muslimin, dan seluruh kaum Muslimin.”
(HR. Muslim, dari Tamim Ad-Dari رضي الله عنه)


Perbedaan antara Nasihat dan Celaan

1. Nasihat Bertujuan Memperbaiki

Nasihat disampaikan untuk kebaikan dan perbaikan, bukan untuk menjatuhkan.

2. Celaan Bertujuan Mempermalukan

Celaan dilakukan dengan membuka aib, merendahkan, dan melukai kehormatan orang lain.

Allah ﷻ berfirman:

وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ

“Janganlah kalian saling mencela.” (Al-Ḥujurāt: 11)


Prinsip Dasar Menyampaikan Kritik dan Nasihat

1. Ikhlas karena Allah

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.” (Al-An‘ām: 162)

Kritik dan nasihat yang tidak ikhlas akan kehilangan keberkahan.


2. Memiliki Ilmu dan Keyakinan

Allah ﷻ berfirman:

قُلْ هَٰذِهِ سَبِيلِي أَدْعُو إِلَى اللَّهِ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ

“Katakanlah: inilah jalanku, aku menyeru kepada Allah di atas ilmu.” (Yūsuf: 108)

Nasihat tanpa ilmu dapat menyesatkan dan menimbulkan fitnah.


Adab Menyampaikan Kritik dan Nasihat

1. Menggunakan Hikmah dan Kelembutan

Allah ﷻ berfirman:

ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.” (An-Naḥl: 125)

Bahkan kepada Fir’aun, Allah ﷻ berfirman:

فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا

“Katakanlah kepadanya perkataan yang lemah lembut.” (Ṭāhā: 44)


2. Menyampaikan Secara Rahasia, Bukan di Depan Umum

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ نَصَحَ أَخَاهُ سِرًّا فَقَدْ نَصَحَهُ وَزَانَهُ

“Barang siapa menasihati saudaranya secara sembunyi-sembunyi, maka sungguh ia telah menasihatinya dan menghiasinya.”
(HR. Al-Baihaqi; shahih menurut Al-Albani, dari ‘Iyadh bin Ghanm رضي الله عنه)

Menasihati di depan umum sering kali berubah menjadi celaan.


3. Memilih Waktu dan Kondisi yang Tepat

Nasihat akan sulit diterima jika disampaikan saat emosi memuncak atau kondisi tidak kondusif.


4. Menjaga Lisan dan Pilihan Kata

Allah ﷻ berfirman:

وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Berkatalah yang baik kepada manusia.” (Al-Baqarah: 83)

Kata-kata yang lembut membuka hati, sedangkan kata kasar menutup telinga.


5. Tidak Merendahkan atau Merasa Lebih Suci

Allah ﷻ berfirman:

فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ

“Maka janganlah kalian menganggap diri kalian suci.” (An-Najm: 32)

Sikap merasa paling benar akan menghilangkan keberkahan nasihat.


Adab Menerima Kritik dan Nasihat

1. Lapang Dada dan Rendah Hati

Allah ﷻ berfirman:

وَالَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ

“Mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti yang terbaik.” (Az-Zumar: 18)


2. Tidak Emosional atau Membalas dengan Keburukan

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا كَانَ الرِّفْقُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ

“Tidaklah kelembutan ada pada sesuatu kecuali menghiasinya.” (HR. Muslim, dari Aisyah رضي الله عنها)


Kesalahan Umum dalam Menyampaikan Kritik

1. Membuka Aib di Media Sosial

Allah ﷻ berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ

“Sesungguhnya orang-orang yang suka tersebarnya keburukan.” (An-Nūr: 19)


2. Menyindir dan Meremehkan

Sindiran sering lebih menyakitkan daripada teguran langsung yang lembut.


3. Menasihati dengan Emosi

Nasihat yang keluar dari emosi sering berubah menjadi celaan.


Manfaat Menyampaikan Kritik dan Nasihat dengan Adab Islami

  • Terjaganya ukhuwah

  • Kebenaran lebih mudah diterima

  • Menghindari dosa lisan

  • Mendapat pahala amar ma’ruf

  • Menjadi teladan akhlak mulia


Kesimpulan

Adab menyampaikan kritik dan nasihat dalam Islam menuntut keikhlasan, ilmu, kelembutan, dan hikmah. Tujuan utama bukanlah memenangkan perdebatan, melainkan memperbaiki dan mendekatkan sesama kepada kebenaran. Dengan menjaga adab yang diajarkan Al-Qur’an dan Sunnah, kritik dan nasihat akan menjadi sarana perbaikan, bukan sumber perpecahan.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top