Pendahuluan
Menuntut ilmu adalah jalan mulia yang akan mengantarkan seorang Muslim kepada kedekatan dengan Allah ﷻ. Namun, ilmu tidak akan bermanfaat tanpa adab. Salah satu adab penting adalah bagaimana seorang penuntut ilmu bertanya dan berinteraksi dengan gurunya. Adab ini menjadi kunci keberkahan ilmu, sebagaimana yang dicontohkan para sahabat رضي الله عنهم kepada Rasulullah ﷺ.
Perintah Menuntut Ilmu
Allah ﷻ berfirman:
فَسْـَٔلُوٓا أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Ayat ini menjadi landasan penting bahwa seorang Muslim harus bertanya kepada ahlinya ketika tidak mengetahui suatu perkara, namun tetap dengan cara yang penuh adab dan sopan santun.
Adab dalam Bertanya
-
Berniat untuk mencari kebenaran, bukan untuk berdebat.
-
Menggunakan bahasa yang sopan, tidak merendahkan guru.
-
Mendengarkan dengan penuh perhatian, tidak memotong pembicaraan.
-
Bersabar jika belum mendapat jawaban atau penjelasan yang panjang.
-
Tidak mengulang-ulang pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.
Dari Jabir bin Abdullah رضي الله عنه, ia berkata:
كُنَّا عِنْدَ النَّبِيِّ ﷺ فَخَطَّ خَطًّا وَخَطَّ خَطَّيْنِ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيلُ اللَّهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُو إِلَيْهِ ثُمَّ قَرَأَ وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِي مُسْتَقِيمٗا فَٱتَّبِعُوهُ وَلَا تَتَّبِعُوا ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِ
“Kami bersama Nabi ﷺ, lalu beliau membuat sebuah garis, kemudian membuat dua garis di kanan dan kiri. Beliau berkata: ‘Ini jalan Allah.’ Lalu beliau berkata: ‘Ini jalan-jalan lain, pada setiap jalan ada setan yang menyeru kepadanya.’ Kemudian beliau membaca firman Allah: ‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan lain yang dapat memisahkan kamu dari jalan-Nya.’” (QS. Al-An’am: 153; HR. Ahmad)
Hadits ini menunjukkan pentingnya bertanya untuk memahami jalan yang benar, agar tidak terjebak pada jalan yang menyesatkan.
Adab Menuntut Ilmu
-
Ikhlas karena Allah ﷻ, bukan untuk mencari dunia.
-
Menghormati guru, sebagaimana para sahabat menghormati Rasulullah ﷺ.
-
Tidak sombong dan merendahkan sesama penuntut ilmu.
-
Mengamalkan ilmu yang telah diperoleh.
-
Bersungguh-sungguh dalam belajar, baik dengan mencatat, mengulang, maupun berdiskusi dengan adab.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim)
Penutup
Adab bertanya dan menuntut ilmu adalah kunci agar ilmu menjadi bermanfaat. Dengan adab yang benar, seorang penuntut ilmu akan mendapat keberkahan, kemudahan memahami, serta menjadi hamba Allah ﷻ yang diridhai.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|