Sang Penasihat Bijak Pembela Kebenaran
Raja’ bin Haiwah Al-Kindi رحمه الله merupakan sosok ulama besar dari kalangan Tabi’in yang memiliki kedudukan istimewa di pemerintahan Dinasti Umayyah. Beliau lahir di Palestina dan tumbuh menjadi pribadi yang memadukan kedalaman ilmu syariat dengan kecakapan dalam urusan kenegaraan. Sejarah mencatat namanya sebagai penasihat utama para khalifah yang selalu mengedepankan kemaslahatan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Penasihat Khalifah yang Teguh pada Prinsip
Awalnya, Raja’ bin Haiwah رحمه الله memulai pengabdiannya sejak masa Khalifah Abdul Malik bin Marwan hingga masa Umar bin Abdul Aziz. Beliau memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam menata urusan pemerintahan tanpa sedikit pun melanggar aturan agama. Allah ﷻ menjanjikan kemuliaan bagi orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu melalui firman-Nya:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat (QS. Al-Mujadilah: 11).
Selanjutnya, peran paling bersejarah dari beliau terjadi saat wafatnya Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik. Raja’ merupakan orang yang menyarankan agar Sulaiman menunjuk Umar bin Abdul Aziz sebagai penggantinya. Maka, saran bijak ini berhasil menghadirkan salah satu pemimpin paling adil dalam sejarah Islam. Beliau memahami bahwa memberikan nasihat yang jujur kepada penguasa adalah amanah yang sangat berat di hadapan Allah ﷻ.
Kedalaman Ilmu Hadits dan Keshalehan
Selain berkecimpung di istana, Raja’ bin Haiwah رحمه الله adalah seorang perawi hadits yang sangat tepercaya dan teliti. Beliau menimba ilmu dari para sahabat besar seperti Mu’adz bin Jabal dan Abu Darda رضي الله عنهما. Beliau memegang teguh kejujuran dalam menyampaikan setiap riwayat dari Rasulullah ﷺ. Sebagaimana Abdullah bin Mas’ud رضي الله عنه meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda:
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ
Hendaklah kalian bersikap jujur, karena sesungguhnya kejujuran itu membimbing kepada kebaikan dan kebaikan itu membimbing ke surga (HR. Muslim).
Oleh sebab itu, kewibawaan beliau di mata masyarakat dan penguasa lahir dari integritas pribadinya yang sangat kuat. Beliau sukses menjaga dirinya agar tidak tergiur oleh gemerlap kekuasaan meskipun selalu berada di lingkaran utama pemerintahan. Beliau meyakini bahwa jabatan hanyalah sarana untuk menegakkan keadilan dan membela hak-hak rakyat kecil. Sifat wara’ dan kezuhudannya menjadikan beliau sebagai sosok yang paling didengarkan kata-katanya oleh para khalifah.
Arsitek Keadilan di Masa Transisi
Kemudian, kontribusi Raja’ bin Haiwah رحمه الله dalam bidang pembangunan juga terlihat nyata melalui pengawasannya terhadap pembangunan Kubah Batu (Dome of the Rock) di Yerusalem. Namun, pengaruh spiritualnya jauh lebih luas melalui dukungannya terhadap reformasi yang dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz. Beliau senantiasa memberikan semangat kepada sang khalifah untuk tetap istiqamah dalam menegakkan Sunnah Nabi ﷺ. Allah ﷻ berfirman mengenai pentingnya keadilan:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan (QS. An-Nahl: 90).
Oleh karena itu, stabilitas negara tetap terjaga dengan baik berkat nasihat-nasihat strategis yang beliau berikan di masa-masa sulit. Beliau sukses mendidik lingkungan istana agar lebih menghargai ilmu pengetahuan dan keshalehan. Selain ahli tata negara, beliau merupakan pribadi yang sangat rendah hati dan senantiasa membantu kesulitan finansial kaum Muslimin yang membutuhkan. Pengabdian beliau selama puluhan tahun telah meletakkan standar yang sangat tinggi bagi posisi penasihat pemimpin dalam Islam.
Wafatnya Sang Pijar Kebenaran
Pada akhirnya, Raja’ bin Haiwah رحمه الله wafat pada tahun 112 Hijriah dalam usia yang penuh dengan keberkahan. Kepergian beliau membawa duka mendalam bagi dunia Islam karena hilangnya sosok ulama yang mampu menyeimbangkan urusan dunia dan akhirat. Meskipun jasad beliau telah tiada, namun teladan kejujurannya dalam menasihati penguasa tetap menjadi inspirasi hingga saat ini.
Seluruh perjalanan hidup beliau memberikan pelajaran berharga bahwa kedekatan dengan kekuasaan tidak harus merusak integritas iman. Beliau membuktikan bahwa satu orang yang tulus dapat mengubah arah sejarah menuju kebaikan yang sangat luas. Walaupun zaman terus berganti, sosok Raja’ bin Haiwah akan selalu sejarah kenang sebagai cahaya yang menerangi jalan bagi para pemimpin yang mencari keadilan.
Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc
![]() |
|


