Meneladani Sunnah Rutin Rasulullah ﷺ

Kehidupan Rasulullah ﷺ merupakan cermin sempurna bagi setiap Muslim yang ingin meraih keberkahan di dunia dan akhirat. Beliau ﷺ tidak hanya memberikan tuntunan dalam ibadah besar, tetapi juga dalam rutinitas harian yang tampak sederhana namun bernilai tinggi. Oleh karena itu, kita perlu membiasakan diri untuk menghidupkan kembali sunnah-sunnah rutin ini agar setiap langkah kita mendapatkan ridha Allah ﷻ.

Mengikuti Jejak Rasulullah ﷺ sebagai Bukti Cinta

Kecintaan seorang hamba kepada Allah ﷻ harus selaras dengan semangatnya dalam mencontoh perilaku Nabi Muhammad ﷺ secara konsisten. Allah ﷻ menjanjikan kasih sayang dan ampunan bagi siapa saja yang menjadikan beliau ﷺ sebagai teladan utama dalam kehidupannya. Dengan mengikuti sunnah beliau ﷺ, kita sebenarnya sedang membangun fondasi iman yang sangat kokoh dalam menghadapi tantangan zaman.

Allah ﷻ menegaskan hal ini di dalam Al-Qur’an:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ

Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu (QS. Ali Imran: 31).

Tentu saja, mengikuti sunnah rutin bukan berarti kita harus melakukan hal-hal yang berat sekaligus secara mendadak. Kita bisa memulai dengan membiasakan adab-adab kecil yang Rasulullah ﷺ lakukan setiap harinya dengan penuh ketulusan.

Rutinitas Puasa Sunnah di Tengah Bulan

Selanjutnya, salah satu sunnah rutin yang sangat beliau ﷺ tekankan adalah melaksanakan puasa tiga hari pada setiap pertengahan bulan hijriah. Amalan yang kita kenal sebagai puasa Ayyamul Bidh ini memiliki nilai pahala yang sangat melimpah jika kita melakukannya secara rutin. Rasulullah ﷺ bahkan memberikan wasiat khusus kepada para sahabat agar tidak meninggalkan kebiasaan mulia ini selama hidup mereka.

Sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه menceritakan wasiat tersebut dalam sebuah riwayat yang masyhur:

أَوْصَانِي خَلِيلِي ﷺ بِثَلَاثٍ: صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيِ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ

Kekasihku ﷺ mewasiatkan kepadaku tiga perkara: puasa tiga hari setiap bulan, shalat dua rakaat Dhuha, dan melakukan shalat Witir sebelum tidur (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain memberikan manfaat spiritual, puasa rutin ini juga menjadi sarana untuk menjaga kesehatan fisik dan kejernihan pikiran kita. Maka dari itu, marilah kita jadikan tanggal tiga belas, empat belas, dan lima belas setiap bulan sebagai momen untuk meningkatkan ketaatan.

Keajegan dalam Melakukan Amal Saleh

Terakhir, kunci utama dalam meneladani sunnah rutin adalah keajegan atau istiqamah dalam menjalankannya meskipun amal tersebut terlihat ringan. Rasulullah ﷺ sangat menyukai hamba yang konsisten dalam ketaatan daripada orang yang beramal besar namun kemudian berhenti total. Allah ﷻ akan terus mengalirkan pahala bagi mereka yang memegang teguh rutinitas kebaikannya di saat lapang maupun sempit.

Ibunda Aisyah رضي الله عنها meriwayatkan sabda Rasulullah ﷺ mengenai amalan yang paling beliau ﷺ cintai:

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit (HR. Bukhari dan Muslim).

Kesimpulannya, marilah kita hiasi hari-hari kita dengan rutinitas yang sesuai dengan bimbingan Rasulullah ﷺ yang mulia. Fokuslah pada perbaikan adab makan, tidur, dan interaksi sosial agar seluruh hidup kita bernilai ibadah yang berkah. Akhirnya, semoga Allah ﷻ memudahkan kita untuk terus menghidupkan sunnah beliau ﷺ hingga kita bertemu kembali di telaga al-kautsar kelak.

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat, B.A., Lc

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Scroll to Top